<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Dalami Modus Bupati Tulungagung Peras Bawahannya Lewat Surat Pernyataan Pengunduran Diri</title><description>Hal itu didalami saat tim penyidik Lembaga Antirasuah memeriksa sembilan orang saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/25/337/3214570/kpk-dalami-modus-bupati-tulungagung-peras-bawahannya-lewat-surat-pernyataan-pengunduran-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/25/337/3214570/kpk-dalami-modus-bupati-tulungagung-peras-bawahannya-lewat-surat-pernyataan-pengunduran-diri"/><item><title>KPK Dalami Modus Bupati Tulungagung Peras Bawahannya Lewat Surat Pernyataan Pengunduran Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/25/337/3214570/kpk-dalami-modus-bupati-tulungagung-peras-bawahannya-lewat-surat-pernyataan-pengunduran-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/25/337/3214570/kpk-dalami-modus-bupati-tulungagung-peras-bawahannya-lewat-surat-pernyataan-pengunduran-diri</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 01:06 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214570/bupati_tulungagung_gatut_suni_wibowo-hwER_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Dalami Modus Bupati Tulungagung Peras Bawahannya Lewat Surat Pernyataan Pengunduran Diri (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214570/bupati_tulungagung_gatut_suni_wibowo-hwER_large.jpg</image><title>KPK Dalami Modus Bupati Tulungagung Peras Bawahannya Lewat Surat Pernyataan Pengunduran Diri (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami modus Bupati nonaktif Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang diduga melakukan pemerasan dengan alat surat pernyataan mengundurkan diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Usut Modus Pemerasan&#13;
&#13;
Hal itu didalami saat tim penyidik Lembaga Antirasuah memeriksa sembilan orang saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jumat (24/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Para saksi didalami soal modus Bupati yang menggunakan surat pernyataan sebagai &amp;#39;alat pemerasan&amp;#39; kepada para OPD (organisasi perangkat daerah),&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi terdiri atas ajudan bupati, Sugeng Riadi; serta dua kepala dinas, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Erwin Novianto; dan Kepala Dinas Kesehatan, Desi Lusiana Wardhani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, Achmat Rifai selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR; Eko Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR; Erna Suryani selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR; Moch. Nur Alamsyah selaku Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR; Johanes Bagus Kuncoro selaku Kepala Bappenda; dan Zahrotul Aini selaku Direktur RSUD ISKAK Tulungagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Jawa Timur,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Tulungagung. KPK mengumumkan status hukum Gatut usai operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gatut ditetapkan tersangka bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal. Artinya, dari 13 orang yang dibawa ke Jakarta, hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan kecukupan alat bukti KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yakni GSW selaku Bupati Tulungagung dan YOG selaku adc atau ajudan Bupati,&amp;quot; ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (11/4/2026) malam.&#13;
&#13;
Kedua tersangka dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 20huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami modus Bupati nonaktif Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang diduga melakukan pemerasan dengan alat surat pernyataan mengundurkan diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Usut Modus Pemerasan&#13;
&#13;
Hal itu didalami saat tim penyidik Lembaga Antirasuah memeriksa sembilan orang saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jumat (24/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Para saksi didalami soal modus Bupati yang menggunakan surat pernyataan sebagai &amp;#39;alat pemerasan&amp;#39; kepada para OPD (organisasi perangkat daerah),&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi terdiri atas ajudan bupati, Sugeng Riadi; serta dua kepala dinas, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Erwin Novianto; dan Kepala Dinas Kesehatan, Desi Lusiana Wardhani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, Achmat Rifai selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR; Eko Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR; Erna Suryani selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR; Moch. Nur Alamsyah selaku Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR; Johanes Bagus Kuncoro selaku Kepala Bappenda; dan Zahrotul Aini selaku Direktur RSUD ISKAK Tulungagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Jawa Timur,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Tulungagung. KPK mengumumkan status hukum Gatut usai operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gatut ditetapkan tersangka bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal. Artinya, dari 13 orang yang dibawa ke Jakarta, hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan kecukupan alat bukti KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yakni GSW selaku Bupati Tulungagung dan YOG selaku adc atau ajudan Bupati,&amp;quot; ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (11/4/2026) malam.&#13;
&#13;
Kedua tersangka dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 20huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
