<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peredaran Narkotika di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Anti Narkoba Dibentuk</title><description>Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna menghadapi ancaman peredaran narkotika yang semakin masif di wilayah Provinsi Riau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/25/340/3214670/peredaran-narkotika-di-riau-libatkan-jaringan-internasional-satgas-anti-narkoba-dibentuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/25/340/3214670/peredaran-narkotika-di-riau-libatkan-jaringan-internasional-satgas-anti-narkoba-dibentuk"/><item><title>Peredaran Narkotika di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Anti Narkoba Dibentuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/25/340/3214670/peredaran-narkotika-di-riau-libatkan-jaringan-internasional-satgas-anti-narkoba-dibentuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/25/340/3214670/peredaran-narkotika-di-riau-libatkan-jaringan-internasional-satgas-anti-narkoba-dibentuk</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2026 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/25/340/3214670/kapolda_riau_irjen_herry_heryawan-Cpje_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/25/340/3214670/kapolda_riau_irjen_herry_heryawan-Cpje_large.jpg</image><title>Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna menghadapi ancaman peredaran narkotika yang semakin masif di wilayah Provinsi Riau.&#13;
&#13;
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa kejahatan narkotika di wilayah Riau tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah melibatkan jaringan lintas negara yang terorganisir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dengan maksimal dan menyelamatkan masyarakat Riau,&amp;rdquo; kata Hariyanto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut respons yang luar biasa. Langkah konkret dan kolaboratif menjadi satu-satunya pendekatan yang mampu menjawab kompleksitas persoalan narkotika saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, diperlukan langkah nyata dan sinergi lintas sektor untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita, dari ancaman narkoba,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan, bahwa pembentukan Satgas Anti Narkoba merupakan upaya memperkuat sinergi dan respons terhadap ancaman tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, insiden di Panipahan beberapa waktu lalu menjadi alarm penting bahwa persoalan narkoba tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,&amp;rdquo; tegas Herry.&#13;
&#13;
Herry menegaskan, tidak akan memberi ruang kompromi bagi bandar, pengedar, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap. Pendekatan pemberantasan narkotika kini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan penguatan peran masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, kita tidak hanya bicara penindakan, tetapi juga membangun ketahanan dari akar rumput. &amp;#39;Kampung Bersinar&amp;#39; dan &amp;#39;Kampung Tangguh Anti Narkoba&amp;#39; menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan masyarakat terlibat aktif dalam pencegahan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, bahwa perang terhadap narkoba adalah bagian dari menjaga masa depan daerah. Narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan kualitas generasi mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melawan narkoba adalah menjaga masa depan. Ini adalah kerja bersama; negara hadir dan masyarakat harus bergerak serentak,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna menghadapi ancaman peredaran narkotika yang semakin masif di wilayah Provinsi Riau.&#13;
&#13;
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa kejahatan narkotika di wilayah Riau tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah melibatkan jaringan lintas negara yang terorganisir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dengan maksimal dan menyelamatkan masyarakat Riau,&amp;rdquo; kata Hariyanto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut respons yang luar biasa. Langkah konkret dan kolaboratif menjadi satu-satunya pendekatan yang mampu menjawab kompleksitas persoalan narkotika saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh sebab itu, diperlukan langkah nyata dan sinergi lintas sektor untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita, dari ancaman narkoba,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan, bahwa pembentukan Satgas Anti Narkoba merupakan upaya memperkuat sinergi dan respons terhadap ancaman tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, insiden di Panipahan beberapa waktu lalu menjadi alarm penting bahwa persoalan narkoba tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,&amp;rdquo; tegas Herry.&#13;
&#13;
Herry menegaskan, tidak akan memberi ruang kompromi bagi bandar, pengedar, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap. Pendekatan pemberantasan narkotika kini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan penguatan peran masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, kita tidak hanya bicara penindakan, tetapi juga membangun ketahanan dari akar rumput. &amp;#39;Kampung Bersinar&amp;#39; dan &amp;#39;Kampung Tangguh Anti Narkoba&amp;#39; menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan masyarakat terlibat aktif dalam pencegahan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, bahwa perang terhadap narkoba adalah bagian dari menjaga masa depan daerah. Narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan kualitas generasi mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melawan narkoba adalah menjaga masa depan. Ini adalah kerja bersama; negara hadir dan masyarakat harus bergerak serentak,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
