<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!</title><description>Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/26/337/3214829/geger-3-juta-data-di-sistem-evisa-bocor-imigrasi-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/26/337/3214829/geger-3-juta-data-di-sistem-evisa-bocor-imigrasi-hoaks"/><item><title>Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/26/337/3214829/geger-3-juta-data-di-sistem-evisa-bocor-imigrasi-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/26/337/3214829/geger-3-juta-data-di-sistem-evisa-bocor-imigrasi-hoaks</guid><pubDate>Minggu 26 April 2026 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/26/337/3214829/kebocoran_data-K5T8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Geger data eVisa bocor (Foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/26/337/3214829/kebocoran_data-K5T8_large.jpg</image><title>Geger data eVisa bocor (Foto: Tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.&#13;
&#13;
Hal ini menjawab informasi yang dibagikan akun X @DailyDarkWeb. Dalam cuitannya, akun tersebut menyebut seorang peretas telah membobol sistem e-Visa (evisa.imigrasi.go. id) dan mengekspos 3 juta data. Adapun data yang ditawarkan berupa nomor paspor, identitas visa, nama lengkap, hingga status visa.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan informasi itu langsung ditelusuri pihaknya. Ia memastikan, informasi mengenai sistem e-Visa diretas adalah hoaks.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak benar (hoaks) bahwa data imigrasi telah mengalami kebocoran, dibuktikan pada unggahan yang beredar disebutkan bahwa klaim tersebut masih belum terverifikasi dan kredibilitas pengunggah tergolong rendah dikarenakan menggunakan akun baru,&amp;quot; kata Hendarsam saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari investigasi awal, Hendarsam juga menemukan adanya perbedaan field database sebagaimana yang beredar. Kata dia, Imigrasi memiliki tampilan field database yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari investigasi awal ditemukan perbedaan field database yang beredar dengan field database milik Imigrasi,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Pihaknya juga memastikan tidak ada akses langsung ke database imigrasi. Ia menduga data yang diklaim dibobol berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami pastikan bahwa tidak ada akses langsung ke database imigrasi, dan data tersebut diduga berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan,&amp;quot; tegas dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Imigrasi terus berkomitmen untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.&#13;
&#13;
Hal ini menjawab informasi yang dibagikan akun X @DailyDarkWeb. Dalam cuitannya, akun tersebut menyebut seorang peretas telah membobol sistem e-Visa (evisa.imigrasi.go. id) dan mengekspos 3 juta data. Adapun data yang ditawarkan berupa nomor paspor, identitas visa, nama lengkap, hingga status visa.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan informasi itu langsung ditelusuri pihaknya. Ia memastikan, informasi mengenai sistem e-Visa diretas adalah hoaks.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak benar (hoaks) bahwa data imigrasi telah mengalami kebocoran, dibuktikan pada unggahan yang beredar disebutkan bahwa klaim tersebut masih belum terverifikasi dan kredibilitas pengunggah tergolong rendah dikarenakan menggunakan akun baru,&amp;quot; kata Hendarsam saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari investigasi awal, Hendarsam juga menemukan adanya perbedaan field database sebagaimana yang beredar. Kata dia, Imigrasi memiliki tampilan field database yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari investigasi awal ditemukan perbedaan field database yang beredar dengan field database milik Imigrasi,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Pihaknya juga memastikan tidak ada akses langsung ke database imigrasi. Ia menduga data yang diklaim dibobol berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami pastikan bahwa tidak ada akses langsung ke database imigrasi, dan data tersebut diduga berasal dari login pengguna layanan yang disalahgunakan,&amp;quot; tegas dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Imigrasi terus berkomitmen untuk mengoptimalkan kenyamanan dan keamanan pada seluruh layanan keimigrasian,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
