<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!</title><description>Kiai Muhammad Wildan Salman alias Guru Wildan merupakan keturunan dari Syeikh M. Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan), Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3214940/pesan-ulama-sepuh-banjar-nu-harus-dijalankan-dengan-landasan-keilmuan-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3214940/pesan-ulama-sepuh-banjar-nu-harus-dijalankan-dengan-landasan-keilmuan-pesantren"/><item><title>Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3214940/pesan-ulama-sepuh-banjar-nu-harus-dijalankan-dengan-landasan-keilmuan-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3214940/pesan-ulama-sepuh-banjar-nu-harus-dijalankan-dengan-landasan-keilmuan-pesantren</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/27/337/3214940/pbnu-jc40_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/27/337/3214940/pbnu-jc40_large.jpg</image><title>Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!</title></images><description>JAKARTA - Menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam menyambangi ulama sepuh di tanah Banjar, Kalimantan Selatan, serta menyajikan kajian kitab kuning Kifayatul Atqiya&amp;rsquo; wa Minhajul Asyfiya.&#13;
&#13;
Kiai Muhammad Wildan Salman alias Guru Wildan merupakan keturunan dari Syeikh M. Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan), Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan. Guru Wildan juga merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengagumi Guru Wildan, karena murid langsung Syeikh Yasin al-Fadani, ulama besar Makkah keturunan Minangkabau. Dan, Guru Wildan mengasuh pesantren tertua dan terbesar di Kalsel; Pesantren Darussalam dengan jumlah santri 12.000,&amp;rdquo; kata Gus Salam, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Salam menceritakan saat sowan bahwa ia mendapat pesan penting dari Guru Wildan agar menjaga dan menjalankan jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama dengan landasan keilmuan berbasis pesantren serta etika-akhlaqul karimah yang kuat.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi dan menguatkan ukhuwwah Nahdliyyah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah pamit beliau dan mohon izin untuk komunikasi dengan PCNU se-Kalimantan Selatan. Dan, Alhamdulillah juga didoakan beliau agar diberi kemudahan meraih cita-cita,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya adalah santri, niat sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-35, nanti, saya sam&amp;rsquo;an wa tho&amp;rsquo;atan,&amp;rdquo; tutup Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Pengurus Pusat IKAPMAM H Aziz Ja&amp;#39;far,&amp;nbsp; menjelaskan kehadiran Gus Salam beserta masyayikh PP Mamba&amp;rsquo;ul Maarif, Denanyar Jombang di Tanah Banjar, juga untuk memberi kajian kitab Kifayatul Atqiya&amp;rsquo; wa Minhajul Asyfiya, sebuah kitab yang mengulas pola hidup yang baik sesuai Islam dengan sentuhan tasawuf dan akhlak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam pengajian rutin kitab ini, Kiai Abdussalam selalu menyelipkan pesan disertai kisah agar santri tetap terikat dengan masyayikh pesantren,&amp;quot;ujarnya/&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan, agar warga serta pengurus NU senantiasa terikat dengan muassis dan masyayikh sepuh NU,&amp;rdquo; tutup Aziz.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam menyambangi ulama sepuh di tanah Banjar, Kalimantan Selatan, serta menyajikan kajian kitab kuning Kifayatul Atqiya&amp;rsquo; wa Minhajul Asyfiya.&#13;
&#13;
Kiai Muhammad Wildan Salman alias Guru Wildan merupakan keturunan dari Syeikh M. Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan), Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan. Guru Wildan juga merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengagumi Guru Wildan, karena murid langsung Syeikh Yasin al-Fadani, ulama besar Makkah keturunan Minangkabau. Dan, Guru Wildan mengasuh pesantren tertua dan terbesar di Kalsel; Pesantren Darussalam dengan jumlah santri 12.000,&amp;rdquo; kata Gus Salam, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Salam menceritakan saat sowan bahwa ia mendapat pesan penting dari Guru Wildan agar menjaga dan menjalankan jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama dengan landasan keilmuan berbasis pesantren serta etika-akhlaqul karimah yang kuat.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi dan menguatkan ukhuwwah Nahdliyyah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah pamit beliau dan mohon izin untuk komunikasi dengan PCNU se-Kalimantan Selatan. Dan, Alhamdulillah juga didoakan beliau agar diberi kemudahan meraih cita-cita,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya adalah santri, niat sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-35, nanti, saya sam&amp;rsquo;an wa tho&amp;rsquo;atan,&amp;rdquo; tutup Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua Pengurus Pusat IKAPMAM H Aziz Ja&amp;#39;far,&amp;nbsp; menjelaskan kehadiran Gus Salam beserta masyayikh PP Mamba&amp;rsquo;ul Maarif, Denanyar Jombang di Tanah Banjar, juga untuk memberi kajian kitab Kifayatul Atqiya&amp;rsquo; wa Minhajul Asyfiya, sebuah kitab yang mengulas pola hidup yang baik sesuai Islam dengan sentuhan tasawuf dan akhlak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam pengajian rutin kitab ini, Kiai Abdussalam selalu menyelipkan pesan disertai kisah agar santri tetap terikat dengan masyayikh pesantren,&amp;quot;ujarnya/&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan, agar warga serta pengurus NU senantiasa terikat dengan muassis dan masyayikh sepuh NU,&amp;rdquo; tutup Aziz.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
