<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dalami Kasus 2 PRT Loncat di Benhil, Polisi Selidiki Dugaan Penyekapan hingga TPPO</title><description>Polisi telah memeriksa 9 saksi terkait kasus ini. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3215010/dalami-kasus-2-prt-loncat-di-benhil-polisi-selidiki-dugaan-penyekapan-hingga-tppo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3215010/dalami-kasus-2-prt-loncat-di-benhil-polisi-selidiki-dugaan-penyekapan-hingga-tppo"/><item><title>Dalami Kasus 2 PRT Loncat di Benhil, Polisi Selidiki Dugaan Penyekapan hingga TPPO</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3215010/dalami-kasus-2-prt-loncat-di-benhil-polisi-selidiki-dugaan-penyekapan-hingga-tppo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/27/337/3215010/dalami-kasus-2-prt-loncat-di-benhil-polisi-selidiki-dugaan-penyekapan-hingga-tppo</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/27/337/3215010/ilustrasi-CKDw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/27/337/3215010/ilustrasi-CKDw_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA - Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D nekat meloncat dari kamar kos majikannya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, hingga membuat salah satunya, R, tewas. Polisi kini mendalami dugaan penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini penanganannya masih berjalan. Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Budi menerangkan, pihaknya sudah mengamankan rekaman CCTV hingga autopsi korban meninggal. 9 saksi juga sudah diperiksa, termasuk PRT yang selamat hingga majikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban yang selamat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/4) malam. PRT berinisial R (15) tewas dalam insiden tersebut, sementara satu lainnya, D (30), terluka. Berdasarkan penyelidikan sementara, korban nekat loncat lantaran tak betah bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Polisi juga mendalami keterangan PRT. Korban selamat mengaku majikannya sadis hingga membuat mereka tak betah bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak,&amp;quot; terang Roby.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D nekat meloncat dari kamar kos majikannya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, hingga membuat salah satunya, R, tewas. Polisi kini mendalami dugaan penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini penanganannya masih berjalan. Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Budi menerangkan, pihaknya sudah mengamankan rekaman CCTV hingga autopsi korban meninggal. 9 saksi juga sudah diperiksa, termasuk PRT yang selamat hingga majikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban yang selamat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/4) malam. PRT berinisial R (15) tewas dalam insiden tersebut, sementara satu lainnya, D (30), terluka. Berdasarkan penyelidikan sementara, korban nekat loncat lantaran tak betah bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Polisi juga mendalami keterangan PRT. Korban selamat mengaku majikannya sadis hingga membuat mereka tak betah bekerja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak,&amp;quot; terang Roby.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
