<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! Lansia Korban Air Keras di Bekasi Meninggal Usai Jalani Operasi</title><description>Tri Wibowo, korban penyiraman air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif, Minggu 26 April 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/338/3214876/tragis-lansia-korban-air-keras-di-bekasi-meninggal-usai-jalani-operasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/27/338/3214876/tragis-lansia-korban-air-keras-di-bekasi-meninggal-usai-jalani-operasi"/><item><title>Tragis! Lansia Korban Air Keras di Bekasi Meninggal Usai Jalani Operasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/27/338/3214876/tragis-lansia-korban-air-keras-di-bekasi-meninggal-usai-jalani-operasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/27/338/3214876/tragis-lansia-korban-air-keras-di-bekasi-meninggal-usai-jalani-operasi</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/27/338/3214876/korban_air_keras-cKez_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban air keras (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/27/338/3214876/korban_air_keras-cKez_large.jpg</image><title>Korban air keras (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Tri Wibowo, korban penyiraman air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif, Minggu 26 April 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tri Wibowo, staf PC KEP (Kimia, Energi, dan Pertambangan) KSPSI Kabupaten Bekasi yang menjadi korban penyiraman air keras, wafat pagi ini akibat pendarahan pascaoperasi pencangkokan kulit,&amp;rdquo; kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban yang disebut sebagai bagian dari keluarga besar KSPSI. Keluarga korban berharap kasus ini dapat diusut tuntas, termasuk mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, membenarkan kabar meninggalnya korban.&#13;
&amp;ldquo;Ya, betul,&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa yang menimpa Tri Wibowo (54) terjadi saat korban hendak menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, pada Senin (30/3/2026) dini hari.&#13;
&#13;
Polres Metro Bekasi telah menangkap tiga orang pelaku berinisial PBU (29), MS (28), dan SR (23).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sumarni menjelaskan, aksi tersebut dipicu dendam pribadi pelaku utama, PBU, yang telah berlangsung lama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Motif pelaku adalah sakit hati dan dendam terhadap korban,&amp;rdquo; kata Sumarni dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).&#13;
&#13;
Dendam tersebut disebut sudah muncul sejak 2018, saat pelaku masih bekerja sebagai ojek online dan tinggal bersebelahan dengan korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tersangka kesal karena merasa direndahkan dengan pekerjaannya sebagai ojol. Selain itu, pada 2019 korban menutup bak sampah di depan rumah tersangka dengan pot bunga sehingga tidak bisa digunakan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Rasa dendam kembali memuncak pada 2025. Saat itu, pelaku mengaku tersinggung karena merasa mendapat tatapan sinis dari korban saat salat berjamaah di mushala.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terakhir, pada 2025 saat salat berjamaah, korban menatap tersangka dengan tatapan yang dianggap sinis sehingga membuat tersangka tersinggung,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Tri Wibowo, korban penyiraman air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif, Minggu 26 April 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tri Wibowo, staf PC KEP (Kimia, Energi, dan Pertambangan) KSPSI Kabupaten Bekasi yang menjadi korban penyiraman air keras, wafat pagi ini akibat pendarahan pascaoperasi pencangkokan kulit,&amp;rdquo; kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban yang disebut sebagai bagian dari keluarga besar KSPSI. Keluarga korban berharap kasus ini dapat diusut tuntas, termasuk mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, membenarkan kabar meninggalnya korban.&#13;
&amp;ldquo;Ya, betul,&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peristiwa yang menimpa Tri Wibowo (54) terjadi saat korban hendak menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Tambun Selatan, pada Senin (30/3/2026) dini hari.&#13;
&#13;
Polres Metro Bekasi telah menangkap tiga orang pelaku berinisial PBU (29), MS (28), dan SR (23).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sumarni menjelaskan, aksi tersebut dipicu dendam pribadi pelaku utama, PBU, yang telah berlangsung lama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Motif pelaku adalah sakit hati dan dendam terhadap korban,&amp;rdquo; kata Sumarni dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).&#13;
&#13;
Dendam tersebut disebut sudah muncul sejak 2018, saat pelaku masih bekerja sebagai ojek online dan tinggal bersebelahan dengan korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tersangka kesal karena merasa direndahkan dengan pekerjaannya sebagai ojol. Selain itu, pada 2019 korban menutup bak sampah di depan rumah tersangka dengan pot bunga sehingga tidak bisa digunakan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Rasa dendam kembali memuncak pada 2025. Saat itu, pelaku mengaku tersinggung karena merasa mendapat tatapan sinis dari korban saat salat berjamaah di mushala.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terakhir, pada 2025 saat salat berjamaah, korban menatap tersangka dengan tatapan yang dianggap sinis sehingga membuat tersangka tersinggung,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
