<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Perkuat Diplomasi Moderasi Beragama dalam Forum Internasional di Wina</title><description>Kegiatan ini sebagai komitmen Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dibawah Kementerian Agama tentang kerjasama yang sudah lama terjalin.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215196/ri-perkuat-diplomasi-moderasi-beragama-dalam-forum-internasional-di-wina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215196/ri-perkuat-diplomasi-moderasi-beragama-dalam-forum-internasional-di-wina"/><item><title>RI Perkuat Diplomasi Moderasi Beragama dalam Forum Internasional di Wina</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215196/ri-perkuat-diplomasi-moderasi-beragama-dalam-forum-internasional-di-wina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215196/ri-perkuat-diplomasi-moderasi-beragama-dalam-forum-internasional-di-wina</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215196/pemerintah-NRxD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Perkuat Diplomasi Moderasi Beragama dalam Forum Internasional di Wina</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215196/pemerintah-NRxD_large.jpg</image><title>RI Perkuat Diplomasi Moderasi Beragama dalam Forum Internasional di Wina</title></images><description>JAKARTA- Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menghadiri pertemuan internasional lintas agama yang berlangsung di Vienna, Austria. Forum ini mempertemukan para tokoh agama, akademisi, serta pemangku kebijakan untuk membahas penguatan harmoni sosial di tengah keberagaman global.&#13;
&#13;
Kegiatan ini sebagai komitmen Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dibawah Kementerian Agama tentang kerjasama yang sudah lama terjalin.&#13;
&#13;
Asep menjelaskan, pertemuan tersebut secara resmi di-host oleh Wali Kota Elke Kahr, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat multikultural.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam forum tersebut, dia juga memaparkan praktik moderasi beragama yang dikembangkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pendekatan ini menekankan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu umum sebagai fondasi dalam membangun cara pandang keberagamaan yang inklusif, rasional, dan kontekstual,&amp;rdquo; ujar Asep, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern.&#13;
&#13;
Delegasi dari Austria dan negara lainnya menggarisbawahi pentingnya dialog lintas agama (interfaith dialogue) dan dialog antarbudaya (intercultural dialogue).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi masyarakat Eropa, termasuk Austria, adalah membangun saling pengertian dan penghargaan di tengah keberagaman identitas keagamaan dan budaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Forum ini juga menegaskan bahwa peran masyarakat sipil, negara, dan institusi pendidikan tinggi sangat strategis dalam menciptakan harmoni dan toleransi sosial. Sinergi ketiganya dinilai menjadi kunci dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.&#13;
&#13;
Selain diskusi substantif, pertemuan ini menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset kolaboratif, penyelenggaraan konferensi internasional, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Keikutsertaan UIN Jakarta dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia, khususnya melalui perguruan tinggi keagamaan, dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di kancah internasional.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menghadiri pertemuan internasional lintas agama yang berlangsung di Vienna, Austria. Forum ini mempertemukan para tokoh agama, akademisi, serta pemangku kebijakan untuk membahas penguatan harmoni sosial di tengah keberagaman global.&#13;
&#13;
Kegiatan ini sebagai komitmen Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) dibawah Kementerian Agama tentang kerjasama yang sudah lama terjalin.&#13;
&#13;
Asep menjelaskan, pertemuan tersebut secara resmi di-host oleh Wali Kota Elke Kahr, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat multikultural.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam forum tersebut, dia juga memaparkan praktik moderasi beragama yang dikembangkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pendekatan ini menekankan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu umum sebagai fondasi dalam membangun cara pandang keberagamaan yang inklusif, rasional, dan kontekstual,&amp;rdquo; ujar Asep, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus diimplementasikan melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern.&#13;
&#13;
Delegasi dari Austria dan negara lainnya menggarisbawahi pentingnya dialog lintas agama (interfaith dialogue) dan dialog antarbudaya (intercultural dialogue).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi masyarakat Eropa, termasuk Austria, adalah membangun saling pengertian dan penghargaan di tengah keberagaman identitas keagamaan dan budaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Forum ini juga menegaskan bahwa peran masyarakat sipil, negara, dan institusi pendidikan tinggi sangat strategis dalam menciptakan harmoni dan toleransi sosial. Sinergi ketiganya dinilai menjadi kunci dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks.&#13;
&#13;
Selain diskusi substantif, pertemuan ini menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset kolaboratif, penyelenggaraan konferensi internasional, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Keikutsertaan UIN Jakarta dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia, khususnya melalui perguruan tinggi keagamaan, dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di kancah internasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
