<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju dengan Kecepatan 110 Km per Jam Sebelum Tabrak KRL</title><description>Berdasarkan penyelidikan sementara, KA Argo Bromo melaju dengan kecepatan 110 km/jam sebelum menabrak KRL.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215230/polisi-ungkap-ka-argo-bromo-melaju-dengan-kecepatan-110-km-per-jam-sebelum-tabrak-krl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215230/polisi-ungkap-ka-argo-bromo-melaju-dengan-kecepatan-110-km-per-jam-sebelum-tabrak-krl"/><item><title>Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju dengan Kecepatan 110 Km per Jam Sebelum Tabrak KRL</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215230/polisi-ungkap-ka-argo-bromo-melaju-dengan-kecepatan-110-km-per-jam-sebelum-tabrak-krl</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/28/337/3215230/polisi-ungkap-ka-argo-bromo-melaju-dengan-kecepatan-110-km-per-jam-sebelum-tabrak-krl</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215230/kecelakaan_kereta-mfzZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju dengan Kecepatan 110 Km per Jam Sebelum Tabrak KRL (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215230/kecelakaan_kereta-mfzZ_large.jpg</image><title>Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju dengan Kecepatan 110 Km per Jam Sebelum Tabrak KRL (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Korlantas Polri menyelidiki kasus tabrakan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Berdasarkan penyelidikan sementara, KA Argo Bromo melaju dengan kecepatan 110 km/jam sebelum menabrak KRL.&#13;
&#13;
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan kecelakaan bermula saat taksi hijau atau Green SM mengalami masalah kelistrikan dan berhenti di perlintasan kereta. Kemudian, taksi itu tertemper KRL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api-kereta api yang lain,&amp;rdquo; kata Sandhi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, kecelakaan itu menyebabkan kerugian material dan menggangu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di stasiun, datang KA Argo Bromo hingga berujung tabrakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek. Di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, teranyar tercatat 15 orang meninggal dunia dalam kejadian itu. Sementara itu, 84 orang mengalami luka-luka.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Korlantas Polri menyelidiki kasus tabrakan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Berdasarkan penyelidikan sementara, KA Argo Bromo melaju dengan kecepatan 110 km/jam sebelum menabrak KRL.&#13;
&#13;
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan kecelakaan bermula saat taksi hijau atau Green SM mengalami masalah kelistrikan dan berhenti di perlintasan kereta. Kemudian, taksi itu tertemper KRL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api-kereta api yang lain,&amp;rdquo; kata Sandhi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, kecelakaan itu menyebabkan kerugian material dan menggangu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di stasiun, datang KA Argo Bromo hingga berujung tabrakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek. Di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, teranyar tercatat 15 orang meninggal dunia dalam kejadian itu. Sementara itu, 84 orang mengalami luka-luka.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
