<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Korban Selamat KRL: Ngilu Lihat Banyak yang Terhimpit dan Meninggal</title><description>Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur tak hanya menyisakan kerusakan parah, tetapi juga trauma mendalam bagi para korban selamat. Salah satunya, Desi Budianti (50), yang mengaku ?? ngilu” melihat kondisi korban lain di lokasi kejadian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/338/3215093/kesaksian-korban-selamat-krl-ngilu-lihat-banyak-yang-terhimpit-dan-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/28/338/3215093/kesaksian-korban-selamat-krl-ngilu-lihat-banyak-yang-terhimpit-dan-meninggal"/><item><title>Kesaksian Korban Selamat KRL: Ngilu Lihat Banyak yang Terhimpit dan Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/28/338/3215093/kesaksian-korban-selamat-krl-ngilu-lihat-banyak-yang-terhimpit-dan-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/28/338/3215093/kesaksian-korban-selamat-krl-ngilu-lihat-banyak-yang-terhimpit-dan-meninggal</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 06:13 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/338/3215093/korban_selamat_kecelakaan_krl_di_bekasi-Szq2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban selamat kecelakaan KRL di Bekasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/338/3215093/korban_selamat_kecelakaan_krl_di_bekasi-Szq2_large.jpg</image><title>Korban selamat kecelakaan KRL di Bekasi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur tak hanya menyisakan kerusakan parah, tetapi juga trauma mendalam bagi para korban selamat. Salah satunya, Desi Budianti (50), yang mengaku &amp;ldquo;ngilu&amp;rdquo; melihat kondisi korban lain di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
Desi Budianti menjadi saksi hidup dari dahsyatnya tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/4/2026). Ia menuturkan, benturan keras membuat para penumpang di dalam gerbong terpental dan panik berhamburan keluar.&#13;
&#13;
Meski berada di Gerbong 5, jauh dari titik tabrakan terparah, Desi tetap merasakan kuatnya guncangan yang membuat situasi di dalam kereta kacau seketika.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada mental semua. Ya sudah kita langsung lari,&amp;rdquo; ujar Desi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, momen paling membekas baginya justru saat berhasil keluar dari gerbong. Di tengah upaya menyelamatkan diri, ia melihat langsung kondisi korban lain yang terjebak di antara badan kereta yang ringsek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Desi mengaku tak kuasa menahan rasa ngilu melihat banyak korban yang terhimpit, bahkan beberapa di antaranya sudah tidak bernyawa. Selain itu, ia juga melihat korban dengan luka parah, termasuk patah tulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak banget. Ibu juga ngilu, serem lihatnya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kesaksian Desi menggambarkan betapa tragisnya dampak kecelakaan tersebut, tak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis bagi para korban yang selamat.&#13;
&#13;
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur tak hanya menyisakan kerusakan parah, tetapi juga trauma mendalam bagi para korban selamat. Salah satunya, Desi Budianti (50), yang mengaku &amp;ldquo;ngilu&amp;rdquo; melihat kondisi korban lain di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
Desi Budianti menjadi saksi hidup dari dahsyatnya tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/4/2026). Ia menuturkan, benturan keras membuat para penumpang di dalam gerbong terpental dan panik berhamburan keluar.&#13;
&#13;
Meski berada di Gerbong 5, jauh dari titik tabrakan terparah, Desi tetap merasakan kuatnya guncangan yang membuat situasi di dalam kereta kacau seketika.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada mental semua. Ya sudah kita langsung lari,&amp;rdquo; ujar Desi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, momen paling membekas baginya justru saat berhasil keluar dari gerbong. Di tengah upaya menyelamatkan diri, ia melihat langsung kondisi korban lain yang terjebak di antara badan kereta yang ringsek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Desi mengaku tak kuasa menahan rasa ngilu melihat banyak korban yang terhimpit, bahkan beberapa di antaranya sudah tidak bernyawa. Selain itu, ia juga melihat korban dengan luka parah, termasuk patah tulang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak banget. Ibu juga ngilu, serem lihatnya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Kesaksian Desi menggambarkan betapa tragisnya dampak kecelakaan tersebut, tak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis bagi para korban yang selamat.&#13;
&#13;
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi kejadian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
