<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ferdinand Hutahaean Sempat Layangkan Somasi, tapi Pastikan Ceramah JK Bukan Pidana</title><description>Ferdinand menceritakan asal mula sebelum dirinya melayangkan somasi terbuka di media sosial terhadap JK.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/29/337/3215310/ferdinand-hutahaean-sempat-layangkan-somasi-tapi-pastikan-ceramah-jk-bukan-pidana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/29/337/3215310/ferdinand-hutahaean-sempat-layangkan-somasi-tapi-pastikan-ceramah-jk-bukan-pidana"/><item><title>Ferdinand Hutahaean Sempat Layangkan Somasi, tapi Pastikan Ceramah JK Bukan Pidana</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/29/337/3215310/ferdinand-hutahaean-sempat-layangkan-somasi-tapi-pastikan-ceramah-jk-bukan-pidana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/29/337/3215310/ferdinand-hutahaean-sempat-layangkan-somasi-tapi-pastikan-ceramah-jk-bukan-pidana</guid><pubDate>Rabu 29 April 2026 00:03 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215310/ferdinand_hutahaean-JnN1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdinand Hutahaean Sempat Layangkan Somasi, tapi Pastikan Ceramah JK Bukan Pidana (tangkapan layar Youtube iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/337/3215310/ferdinand_hutahaean-JnN1_large.jpg</image><title>Ferdinand Hutahaean Sempat Layangkan Somasi, tapi Pastikan Ceramah JK Bukan Pidana (tangkapan layar Youtube iNews)</title></images><description>JAKARTA - Praktisi hukum yang juga sempat melayangkan somasi terbuka atas polemik ceramah wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), Ferdinand Hutahaean, memastikan pernyataan tersebut tidak masuk ranah pidana.&#13;
&#13;
1. Sempat Somasi&#13;
&#13;
Awalnya, Ferdinand menceritakan asal mula sebelum dirinya melayangkan somasi terbuka di media sosial terhadap JK. Ia menyebut, kala itu, banyak pastor yang merasa gelisah terhadap video potongan atas ceramah JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya mencermati, saya sampaikan oh kalau ini pernyataan benar, ya memang Pak JK keliru,&amp;quot; kata Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyimpulkan terjadi keresahan kegelisahan dari kelompok Kristen kemarin itu. Maka saya sebagai seorang praktisi hukum mengambil langkah mensomasi terbuka Pak JK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Somasi terbuka itu, ia melanjutkan, sebelum adanya pelaporan yang dilayangkan GAMKI dan lainnya. Bahkan, Ferdinand mengaku turut diundang dalam grup WhatsApp oleh para pelapor.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam grup tersebut, dia meminta untuk mengkaji terlebih dahulu potongan video dari ceramah JK. Sayangnya, para pelapor seperti Sahat Sinurat Cs sudah memilih langkah untuk langsung melaporkan JK ke polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya pun leave group karena saya anggap sudah tidak sejalan dengan saya. Karena apa? Tujuan saya memberikan somasi terbuka waktu itu adalah mencegah kemarahan yang mungkin timbul dari kelompok-kelompok Kristen. Saya tidak mau bangsa ini terpecah, maka saya harus mengambil kegelisahan itu saya sampaikan secara terbuka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
2. Bukan Pidana&#13;
&#13;
Seiring somasi terbuka berjalan, Ferdinand mengaku telah mendapatkan penjelasan dari pihak JK melalui juru bicara (jubir). Di sisi lain, ia akhirnya juga mempelajari secara utuh dengan menonton video aslinya di Youtube.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata memang bahwa pembicaraan itu, statement yang diberikan oleh Pak JK itu bukan statement yang mandiri tetapi ada rangkaian statement yang memang kalau diputus maknanya esensinya jadi berbeda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas video tersebut, Ferdinand memandang memang ada kekeliruan dalam pernyataan JK. Akan tetapi, kekeliruan itu tidak masuk dalam ranah koridor pidana.&#13;
&#13;
Kekeliruan itu ada pada kata ideologi. JK menceritakan sebuah peristiwa masa lalu mengapa terjadi konflik di Poso dan Ambon yang disebabkan persoalan ideologi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kata ideologi itu menurut saya keliru. Tetapi, kekeliruan bukan sebuah pidana atau ada niat jahat di sana. Maka itulah yang saya anggap bahwa kekeliruan itu memang perlu diklarifikasi oleh Pak JK dan Pak JK kan kemudian memberikan klarifikasi terbuka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Praktisi hukum yang juga sempat melayangkan somasi terbuka atas polemik ceramah wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), Ferdinand Hutahaean, memastikan pernyataan tersebut tidak masuk ranah pidana.&#13;
&#13;
1. Sempat Somasi&#13;
&#13;
Awalnya, Ferdinand menceritakan asal mula sebelum dirinya melayangkan somasi terbuka di media sosial terhadap JK. Ia menyebut, kala itu, banyak pastor yang merasa gelisah terhadap video potongan atas ceramah JK.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya mencermati, saya sampaikan oh kalau ini pernyataan benar, ya memang Pak JK keliru,&amp;quot; kata Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyimpulkan terjadi keresahan kegelisahan dari kelompok Kristen kemarin itu. Maka saya sebagai seorang praktisi hukum mengambil langkah mensomasi terbuka Pak JK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Somasi terbuka itu, ia melanjutkan, sebelum adanya pelaporan yang dilayangkan GAMKI dan lainnya. Bahkan, Ferdinand mengaku turut diundang dalam grup WhatsApp oleh para pelapor.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam grup tersebut, dia meminta untuk mengkaji terlebih dahulu potongan video dari ceramah JK. Sayangnya, para pelapor seperti Sahat Sinurat Cs sudah memilih langkah untuk langsung melaporkan JK ke polisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya pun leave group karena saya anggap sudah tidak sejalan dengan saya. Karena apa? Tujuan saya memberikan somasi terbuka waktu itu adalah mencegah kemarahan yang mungkin timbul dari kelompok-kelompok Kristen. Saya tidak mau bangsa ini terpecah, maka saya harus mengambil kegelisahan itu saya sampaikan secara terbuka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
2. Bukan Pidana&#13;
&#13;
Seiring somasi terbuka berjalan, Ferdinand mengaku telah mendapatkan penjelasan dari pihak JK melalui juru bicara (jubir). Di sisi lain, ia akhirnya juga mempelajari secara utuh dengan menonton video aslinya di Youtube.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata memang bahwa pembicaraan itu, statement yang diberikan oleh Pak JK itu bukan statement yang mandiri tetapi ada rangkaian statement yang memang kalau diputus maknanya esensinya jadi berbeda,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas video tersebut, Ferdinand memandang memang ada kekeliruan dalam pernyataan JK. Akan tetapi, kekeliruan itu tidak masuk dalam ranah koridor pidana.&#13;
&#13;
Kekeliruan itu ada pada kata ideologi. JK menceritakan sebuah peristiwa masa lalu mengapa terjadi konflik di Poso dan Ambon yang disebabkan persoalan ideologi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kata ideologi itu menurut saya keliru. Tetapi, kekeliruan bukan sebuah pidana atau ada niat jahat di sana. Maka itulah yang saya anggap bahwa kekeliruan itu memang perlu diklarifikasi oleh Pak JK dan Pak JK kan kemudian memberikan klarifikasi terbuka,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
