<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Genap 1 Tahun, Puspadaya Perindo Ajak Mitra hingga Mahasiswa Saksikan Dokumenter Perjalanan</title><description>Dokumentasi itu menggambarkan peristiwa hingga apa yang dialami korban kekerasan seksual ataupun keluarganya, termasuk dampaknya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/30/338/3215712/genap-1-tahun-puspadaya-perindo-ajak-mitra-hingga-mahasiswa-saksikan-dokumenter-perjalanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/30/338/3215712/genap-1-tahun-puspadaya-perindo-ajak-mitra-hingga-mahasiswa-saksikan-dokumenter-perjalanan"/><item><title>Genap 1 Tahun, Puspadaya Perindo Ajak Mitra hingga Mahasiswa Saksikan Dokumenter Perjalanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/30/338/3215712/genap-1-tahun-puspadaya-perindo-ajak-mitra-hingga-mahasiswa-saksikan-dokumenter-perjalanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/30/338/3215712/genap-1-tahun-puspadaya-perindo-ajak-mitra-hingga-mahasiswa-saksikan-dokumenter-perjalanan</guid><pubDate>Kamis 30 April 2026 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/30/338/3215712/peringatan_1_tahun_puspadaya_perindo-YLOn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Genap 1 Tahun, Puspadaya Perindo Ajak Mitra hingga Mahasiswa Saksikan Dokumenter Perjalanan (Ari Sandita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/30/338/3215712/peringatan_1_tahun_puspadaya_perindo-YLOn_large.jpg</image><title>Genap 1 Tahun, Puspadaya Perindo Ajak Mitra hingga Mahasiswa Saksikan Dokumenter Perjalanan (Ari Sandita)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Pemberdayaan (Puspadaya) Perindo genap berusia 1 tahun pada 21 April kemarin. Organisasi sayap Partai Perindo ini mengajak puluhan orang menyaksikan pemutaran dokumentasi jejak langkah Puspadaya.&#13;
&#13;
Pemutaran dokumentasi jejak langkah Puspadaya itu dilakukan di Teater Perpustakaan Kemendikdasmen, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri mitra Puspadaya, komunitas, lembaga perempuan dan anak, hingga mahasiswa.&#13;
&#13;
Dokumentasi itu menggambarkan peristiwa hingga apa yang dialami korban kekerasan seksual ataupun keluarganya, termasuk dampaknya. Bahkan, peserta yang menyaksikan dokumentasi itu tak sedikit yang merasakan empatinya hingga menangis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Puspadaya hadir karena banyak dari mereka (para korban dugaan kekerasan seksual) itu terabaikan, takut untuk melapor, baik perempuan maupun anak,&amp;quot; ujar Sekjen Puspadaya, Amriadi Pasaribu dalam sambutannya, Kamis (30/4/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, meski baru diresmikan 1 tahun lalu, pihaknya sudah mendampingi 30 kasus. Satu kasus di antaranya berhasil diselesaikan hingga mendapatkan putusan pengadilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam proses pendampingan, Puspadaya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, hingga kementerian/lembaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanpa kolaborasi semua, kita tidak akan bisa memberikan pendampingan dengan sebaik-baiknya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Perwakilan dari Komnas Perempuan, Lis Eka menambahkan, pihaknya mengapresiasi karena telah diundang dalam kegiatan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Intinya kami mengapresiasi telah diundang mewakili Komnas Perempuan. Satu tahun perjalanan singkat, tapi 30 kasus sudah didampingi,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Pemberdayaan (Puspadaya) Perindo genap berusia 1 tahun pada 21 April kemarin. Organisasi sayap Partai Perindo ini mengajak puluhan orang menyaksikan pemutaran dokumentasi jejak langkah Puspadaya.&#13;
&#13;
Pemutaran dokumentasi jejak langkah Puspadaya itu dilakukan di Teater Perpustakaan Kemendikdasmen, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri mitra Puspadaya, komunitas, lembaga perempuan dan anak, hingga mahasiswa.&#13;
&#13;
Dokumentasi itu menggambarkan peristiwa hingga apa yang dialami korban kekerasan seksual ataupun keluarganya, termasuk dampaknya. Bahkan, peserta yang menyaksikan dokumentasi itu tak sedikit yang merasakan empatinya hingga menangis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Puspadaya hadir karena banyak dari mereka (para korban dugaan kekerasan seksual) itu terabaikan, takut untuk melapor, baik perempuan maupun anak,&amp;quot; ujar Sekjen Puspadaya, Amriadi Pasaribu dalam sambutannya, Kamis (30/4/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, meski baru diresmikan 1 tahun lalu, pihaknya sudah mendampingi 30 kasus. Satu kasus di antaranya berhasil diselesaikan hingga mendapatkan putusan pengadilan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam proses pendampingan, Puspadaya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, hingga kementerian/lembaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanpa kolaborasi semua, kita tidak akan bisa memberikan pendampingan dengan sebaik-baiknya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Perwakilan dari Komnas Perempuan, Lis Eka menambahkan, pihaknya mengapresiasi karena telah diundang dalam kegiatan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Intinya kami mengapresiasi telah diundang mewakili Komnas Perempuan. Satu tahun perjalanan singkat, tapi 30 kasus sudah didampingi,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
