<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu</title><description>Dalam ilmu ekologi, keseimbangan populasi sangat bergantung pada keberadaan predator alami.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215713/peneliti-brin-ungkap-penyebab-masifnya-populasi-ikan-sapu-sapu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215713/peneliti-brin-ungkap-penyebab-masifnya-populasi-ikan-sapu-sapu"/><item><title>Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215713/peneliti-brin-ungkap-penyebab-masifnya-populasi-ikan-sapu-sapu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215713/peneliti-brin-ungkap-penyebab-masifnya-populasi-ikan-sapu-sapu</guid><pubDate>Jum'at 01 Mei 2026 01:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/30/337/3215713/ikan_sapu_sapu-0ix1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu (Dok Okezone/Jonathan Simanjuntak)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/30/337/3215713/ikan_sapu_sapu-0ix1_large.jpg</image><title>Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu (Dok Okezone/Jonathan Simanjuntak)</title></images><description>JAKARTA - Peneliti ahli muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkap alasan di balik meledaknya populasi ikan sapu-sapu di Jakarta.&#13;
&#13;
1. Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak&#13;
&#13;
Triyanto menjelaskan, dalam ilmu ekologi, keseimbangan populasi sangat bergantung pada keberadaan predator alami. Jika rantai makanan terputus, satu spesies akan mendominasi dan merusak ekosistem.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Populasi predator alaminya harus seimbang juga yang mampu bisa mengontrol si ikan sapu-sapu ini,&amp;quot; kata Triyanto di kantor BRIN, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menganalogikan kondisi ini dengan keseimbangan antara serigala dan domba di alam liar. Dengan lemahnya kontrol populasi, ikan sapu-sapu akan terus berkembang biak tanpa hambatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, karena ikan sapu-sapu bukan merupakan spesies asli Indonesia, Triyanto menilai alam tidak bisa bekerja sendirian. Perlu ada intervensi manusia untuk mengendalikan jumlah ikan invasif tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya ya, karena dia memang bukan asli di Indonesia dan punya karakter unik, tetap harus ada campur tangan manusia sebagai manajerialnya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Triyanto menekankan, penanganan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terukur. BRIN pun mendorong langkah-langkah yang bersifat konservatif, tapi tepat sasaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lebih baik kita secara konservatif tapi terukur dan presisi dalam mengendalikan ikan sapu-sapu ini. Saya kurang setuju dengan pemusnahan. Alangkah bijaknya penanganan melalui penangkapan yang rutin,&amp;quot; tutur Triyanto.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti ahli muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkap alasan di balik meledaknya populasi ikan sapu-sapu di Jakarta.&#13;
&#13;
1. Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak&#13;
&#13;
Triyanto menjelaskan, dalam ilmu ekologi, keseimbangan populasi sangat bergantung pada keberadaan predator alami. Jika rantai makanan terputus, satu spesies akan mendominasi dan merusak ekosistem.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Populasi predator alaminya harus seimbang juga yang mampu bisa mengontrol si ikan sapu-sapu ini,&amp;quot; kata Triyanto di kantor BRIN, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menganalogikan kondisi ini dengan keseimbangan antara serigala dan domba di alam liar. Dengan lemahnya kontrol populasi, ikan sapu-sapu akan terus berkembang biak tanpa hambatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, karena ikan sapu-sapu bukan merupakan spesies asli Indonesia, Triyanto menilai alam tidak bisa bekerja sendirian. Perlu ada intervensi manusia untuk mengendalikan jumlah ikan invasif tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya ya, karena dia memang bukan asli di Indonesia dan punya karakter unik, tetap harus ada campur tangan manusia sebagai manajerialnya,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Triyanto menekankan, penanganan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terukur. BRIN pun mendorong langkah-langkah yang bersifat konservatif, tapi tepat sasaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lebih baik kita secara konservatif tapi terukur dan presisi dalam mengendalikan ikan sapu-sapu ini. Saya kurang setuju dengan pemusnahan. Alangkah bijaknya penanganan melalui penangkapan yang rutin,&amp;quot; tutur Triyanto.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
