<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen Ungkap 85 Persen Bangunan SD di Indonesia Rusak</title><description>Sebanyak 120 ribu bangunan sekolah dasar (SD) rusak di seluruh negeri. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215875/revitalisasi-sekolah-kemendikdasmen-ungkap-85-persen-bangunan-sd-di-indonesia-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215875/revitalisasi-sekolah-kemendikdasmen-ungkap-85-persen-bangunan-sd-di-indonesia-rusak"/><item><title>Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen Ungkap 85 Persen Bangunan SD di Indonesia Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215875/revitalisasi-sekolah-kemendikdasmen-ungkap-85-persen-bangunan-sd-di-indonesia-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/01/337/3215875/revitalisasi-sekolah-kemendikdasmen-ungkap-85-persen-bangunan-sd-di-indonesia-rusak</guid><pubDate>Jum'at 01 Mei 2026 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/01/337/3215875/dirjen_paud_pendidikan_dasar_pendidikan_nonformal_dan_informal_kemendikdasmen_gogot_suharwoto-dwVM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen PAUD Pendidikan Dasar Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto (kanan) (Okezone/Erha A Ramadhoni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/01/337/3215875/dirjen_paud_pendidikan_dasar_pendidikan_nonformal_dan_informal_kemendikdasmen_gogot_suharwoto-dwVM_large.jpg</image><title>Dirjen PAUD Pendidikan Dasar Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto (kanan) (Okezone/Erha A Ramadhoni)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menggencarkan revitalisasi sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 120 ribu sekolah dasar (SD) rusak di seluruh negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, bangunan sekolah rusak lantaran kurangnya perawatan dalam jangka panjang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisi baik jika tidak dirawat, itu nanti akan menjadi rusak ringan, rusak ringan tidak dirawat lima tahun, langsung turun ke rusak sedang. Rusak sedang tidak dirawat lima tahun, rusak berat. Rusak berat tidak dirawat, sudah rusak total, ambruk,&amp;rdquo; ujar Gogot di Jakarta, dikutip Jumat (1/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, total SD mencapai 140 ribu di Indonesia. Namun, 85 persen di antaranya rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Bangunan SD menjadi yang paling banyak rusak dibandingkan SMP maupun SMA dan SMK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang paling banyak adalah SD. Sekolah dasar itu hitung-hitungan kita dari 140 ribu sekolah, itu 120 ribunya rusak. Bahasanya 85 persen,&amp;quot; ujar Gogot.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pemerintah pusat kemudian mengintervensi untuk menangani sekolah rusak ini lewat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Menurutnya, ini merupakan hal darurat. Total terdapat hampir 200 ribu sekolah rusak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi intervensi ini darurat ya, Inpres. Karena 195.000 itu banyak sekali ya, 1,2 juta ruang kelas rusak itu banyak sekali, jadi harus diintervensi,&amp;rdquo; kata Gogot.&#13;
&#13;
Untuk revitalisasi sekolah ini, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp16,9 triliun. Dana revitalisasi itu langsung ditransfer ke rekening sekolah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain memperbaiki sekolah rusak, revitalisasi ini juga memiliki dampak bagi masyarakat setempat. Dengan revitalisasi ini, diperkirakan membuka 350 ribu lapangan pekerjaan. Efek lainnya adalah pertumbuhan UMKM baik dari sektor penyedia bahan bangunan lokal, makanan, minuman, serta translog.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian multiplier efek bahan-bahan konsumsi di daerah itu juga intinya bisa menggerakkan ekonomi sampai Rp27 triliun,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menggencarkan revitalisasi sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 120 ribu sekolah dasar (SD) rusak di seluruh negeri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menilai, bangunan sekolah rusak lantaran kurangnya perawatan dalam jangka panjang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisi baik jika tidak dirawat, itu nanti akan menjadi rusak ringan, rusak ringan tidak dirawat lima tahun, langsung turun ke rusak sedang. Rusak sedang tidak dirawat lima tahun, rusak berat. Rusak berat tidak dirawat, sudah rusak total, ambruk,&amp;rdquo; ujar Gogot di Jakarta, dikutip Jumat (1/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, total SD mencapai 140 ribu di Indonesia. Namun, 85 persen di antaranya rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Bangunan SD menjadi yang paling banyak rusak dibandingkan SMP maupun SMA dan SMK.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang paling banyak adalah SD. Sekolah dasar itu hitung-hitungan kita dari 140 ribu sekolah, itu 120 ribunya rusak. Bahasanya 85 persen,&amp;quot; ujar Gogot.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pemerintah pusat kemudian mengintervensi untuk menangani sekolah rusak ini lewat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Menurutnya, ini merupakan hal darurat. Total terdapat hampir 200 ribu sekolah rusak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi intervensi ini darurat ya, Inpres. Karena 195.000 itu banyak sekali ya, 1,2 juta ruang kelas rusak itu banyak sekali, jadi harus diintervensi,&amp;rdquo; kata Gogot.&#13;
&#13;
Untuk revitalisasi sekolah ini, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp16,9 triliun. Dana revitalisasi itu langsung ditransfer ke rekening sekolah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain memperbaiki sekolah rusak, revitalisasi ini juga memiliki dampak bagi masyarakat setempat. Dengan revitalisasi ini, diperkirakan membuka 350 ribu lapangan pekerjaan. Efek lainnya adalah pertumbuhan UMKM baik dari sektor penyedia bahan bangunan lokal, makanan, minuman, serta translog.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian multiplier efek bahan-bahan konsumsi di daerah itu juga intinya bisa menggerakkan ekonomi sampai Rp27 triliun,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
