<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Otak Pelaku Menantu</title><description>Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat tersangka pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Rumbai, Pekanbaru, Riau. Para pelaku ditangkap di lokasi persembunyian di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/03/340/3216195/4-pembunuh-lansia-di-pekanbaru-ditangkap-otak-pelaku-menantu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/03/340/3216195/4-pembunuh-lansia-di-pekanbaru-ditangkap-otak-pelaku-menantu"/><item><title>4 Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Otak Pelaku Menantu</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/03/340/3216195/4-pembunuh-lansia-di-pekanbaru-ditangkap-otak-pelaku-menantu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/03/340/3216195/4-pembunuh-lansia-di-pekanbaru-ditangkap-otak-pelaku-menantu</guid><pubDate>Minggu 03 Mei 2026 21:59 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/03/340/3216195/pembunuhan-xtMH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menangkap pembunuh lansia di Pekanbaru (Foto: Banda H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/03/340/3216195/pembunuhan-xtMH_large.jpg</image><title>Polisi menangkap pembunuh lansia di Pekanbaru (Foto: Banda H/Okezone)</title></images><description>PEKANBARU &amp;ndash; Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat tersangka pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Rumbai, Pekanbaru, Riau. Para pelaku ditangkap di lokasi persembunyian di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.&#13;
&#13;
Empat tersangka yang diamankan petugas adalah AF, seorang wanita berbadan tambun yang merupakan menantu korban Dumaris Boru Sitio (60). Kemudian, tersangka SL dan tersangka E. Untuk dua pria ini terpaksa ditembak pada kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Kemudian, tersangka L sebagai pihak yang membantu pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk otak pelaku pembunuhan ini adalah AF yang merupakan menantu korban. Sedangkan SL eksekutor pembunuhan. Para pelaku ini memang sangat sadis,&amp;quot; kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, Minggu (3/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Motif di balik pembunuhan ini adalah sakit hati yang mendalam. Kepada penyidik, AF mengaku sering dimarahi mertuanya selama mereka tinggal bersama. AF sendiri merupakan istri dari Arnold yang memiliki keterbelakangan mental. Kondisi ini membuat AF acuh terhadap Arnold.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
AF sendiri diketahui juga memiliki hubungan khusus dengan tersangka SL. Rasa sering dimarahi itulah yang membuat AF memiliki dendam dan merencanakan pembunuhan secara matang dengan mengajak tiga orang lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi motifnya dua, yakni membunuh dan ingin menguasai harta korban,&amp;quot; tambah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Muhammad Hasyim.&#13;
&#13;
Kombes Muhammad Hasyim mengungkapkan hasil tes urine keempat pelaku menunjukkan positif narkoba jenis sabu. Usai membunuh, mereka juga menjarah harta benda milik korban berupa emas, uang, HP, laptop, dan lainnya. Sebagian hasil perampokan dipakai untuk narkoba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Usai melakukan aksi kejahatannya dan merampok harta korban, para pelaku ini malah berpesta narkoba,&amp;quot; ujar Kombes Muhammad Hasyim.&#13;
&#13;
Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi intensif antar-Polda, yakni Aceh dan Sumatera Utara. Kini, AF beserta tiga rekannya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi. Sementara itu, rekaman CCTV yang viral menjadi bukti kunci yang tak terbantahkan atas kekejaman mereka terhadap mendiang Dumaris Boru Sitio.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, pembunuhan terhadap Dumaris Boru Sitio terjadi pada 29 April 2026. Korban didatangi para pelaku di rumahnya di Rumbai. Korban kemudian dipukul menggunakan kayu balok beberapa kali. Aksi pembunuhan ini terekam CCTV dan viral di media sosial.&#13;
</description><content:encoded>PEKANBARU &amp;ndash; Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat tersangka pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Rumbai, Pekanbaru, Riau. Para pelaku ditangkap di lokasi persembunyian di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.&#13;
&#13;
Empat tersangka yang diamankan petugas adalah AF, seorang wanita berbadan tambun yang merupakan menantu korban Dumaris Boru Sitio (60). Kemudian, tersangka SL dan tersangka E. Untuk dua pria ini terpaksa ditembak pada kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Kemudian, tersangka L sebagai pihak yang membantu pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk otak pelaku pembunuhan ini adalah AF yang merupakan menantu korban. Sedangkan SL eksekutor pembunuhan. Para pelaku ini memang sangat sadis,&amp;quot; kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, Minggu (3/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Motif di balik pembunuhan ini adalah sakit hati yang mendalam. Kepada penyidik, AF mengaku sering dimarahi mertuanya selama mereka tinggal bersama. AF sendiri merupakan istri dari Arnold yang memiliki keterbelakangan mental. Kondisi ini membuat AF acuh terhadap Arnold.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
AF sendiri diketahui juga memiliki hubungan khusus dengan tersangka SL. Rasa sering dimarahi itulah yang membuat AF memiliki dendam dan merencanakan pembunuhan secara matang dengan mengajak tiga orang lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi motifnya dua, yakni membunuh dan ingin menguasai harta korban,&amp;quot; tambah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Muhammad Hasyim.&#13;
&#13;
Kombes Muhammad Hasyim mengungkapkan hasil tes urine keempat pelaku menunjukkan positif narkoba jenis sabu. Usai membunuh, mereka juga menjarah harta benda milik korban berupa emas, uang, HP, laptop, dan lainnya. Sebagian hasil perampokan dipakai untuk narkoba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Usai melakukan aksi kejahatannya dan merampok harta korban, para pelaku ini malah berpesta narkoba,&amp;quot; ujar Kombes Muhammad Hasyim.&#13;
&#13;
Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil koordinasi intensif antar-Polda, yakni Aceh dan Sumatera Utara. Kini, AF beserta tiga rekannya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi. Sementara itu, rekaman CCTV yang viral menjadi bukti kunci yang tak terbantahkan atas kekejaman mereka terhadap mendiang Dumaris Boru Sitio.&#13;
&#13;
Seperti diketahui, pembunuhan terhadap Dumaris Boru Sitio terjadi pada 29 April 2026. Korban didatangi para pelaku di rumahnya di Rumbai. Korban kemudian dipukul menggunakan kayu balok beberapa kali. Aksi pembunuhan ini terekam CCTV dan viral di media sosial.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
