<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Luncurkan &amp;quot;Proyek Kebebasan&amp;quot;, Kapal Perang Kawal Pelayaran di Selat Hormuz</title><description>Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz secara aman, pada Senin (4/5/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/04/18/3216243/as-luncurkan-quot-proyek-kebebasan-quot-kapal-perang-kawal-pelayaran-di-selat-hormuz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/04/18/3216243/as-luncurkan-quot-proyek-kebebasan-quot-kapal-perang-kawal-pelayaran-di-selat-hormuz"/><item><title>AS Luncurkan &amp;quot;Proyek Kebebasan&amp;quot;, Kapal Perang Kawal Pelayaran di Selat Hormuz</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/04/18/3216243/as-luncurkan-quot-proyek-kebebasan-quot-kapal-perang-kawal-pelayaran-di-selat-hormuz</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/04/18/3216243/as-luncurkan-quot-proyek-kebebasan-quot-kapal-perang-kawal-pelayaran-di-selat-hormuz</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2026 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/04/18/3216243/presiden_as_donald_trump-1UG6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump (foto: AP News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/04/18/3216243/presiden_as_donald_trump-1UG6_large.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump (foto: AP News)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz secara aman, pada Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Trump menyebut langkah tersebut sebagai &amp;ldquo;isyarat kemanusiaan&amp;rdquo; dan menamai inisiatif itu sebagai &amp;ldquo;Proyek Kebebasan&amp;rdquo;. Ia mengatakan banyak kapal saat ini terdampar dan mengalami kekurangan kebutuhan pokok.&#13;
&#13;
Dalam pernyataannya kepada media Israel, Kan News, Trump juga mengungkapkan telah mempelajari proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Namun, ia menilai proposal tersebut &amp;ldquo;tidak dapat diterima&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Meski demikian, Amerika Serikat pada Minggu tetap mengajukan draf perjanjian yang telah direvisi sebagai tanggapan atas proposal 14 poin dari Teheran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya akan mulai mendukung &amp;ldquo;Proyek Kebebasan&amp;rdquo; pada 4 Mei guna memulihkan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Misi ini diperkuat dengan pengerahan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional,&amp;rdquo; ujar Komandan CENTCOM, Brad Cooper, seperti dilansir dari rt, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketegangan di Hormuz Meningkat&#13;
&#13;
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Hormuz. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal sekitar 125 kilometer di utara Fujairah, Uni Emirat Arab.&#13;
&#13;
Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, namun asal serangan hingga kini belum diketahui.&#13;
&#13;
Menanggapi langkah AS, Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional Iran, memperingatkan bahwa keterlibatan Washington di jalur perairan Hormuz dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.&#13;
&#13;
Ia juga menolak rencana tersebut serta peran yang diusulkan AS dalam pengelolaan jalur maritim baru. Menurutnya, Selat Hormuz tidak akan diatur melalui unggahan media sosial Trump.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz secara aman, pada Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Trump menyebut langkah tersebut sebagai &amp;ldquo;isyarat kemanusiaan&amp;rdquo; dan menamai inisiatif itu sebagai &amp;ldquo;Proyek Kebebasan&amp;rdquo;. Ia mengatakan banyak kapal saat ini terdampar dan mengalami kekurangan kebutuhan pokok.&#13;
&#13;
Dalam pernyataannya kepada media Israel, Kan News, Trump juga mengungkapkan telah mempelajari proposal terbaru dari Iran untuk mengakhiri konflik. Namun, ia menilai proposal tersebut &amp;ldquo;tidak dapat diterima&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Meski demikian, Amerika Serikat pada Minggu tetap mengajukan draf perjanjian yang telah direvisi sebagai tanggapan atas proposal 14 poin dari Teheran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya akan mulai mendukung &amp;ldquo;Proyek Kebebasan&amp;rdquo; pada 4 Mei guna memulihkan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Misi ini diperkuat dengan pengerahan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional,&amp;rdquo; ujar Komandan CENTCOM, Brad Cooper, seperti dilansir dari rt, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketegangan di Hormuz Meningkat&#13;
&#13;
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Hormuz. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal sekitar 125 kilometer di utara Fujairah, Uni Emirat Arab.&#13;
&#13;
Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, namun asal serangan hingga kini belum diketahui.&#13;
&#13;
Menanggapi langkah AS, Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional Iran, memperingatkan bahwa keterlibatan Washington di jalur perairan Hormuz dapat dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.&#13;
&#13;
Ia juga menolak rencana tersebut serta peran yang diusulkan AS dalam pengelolaan jalur maritim baru. Menurutnya, Selat Hormuz tidak akan diatur melalui unggahan media sosial Trump.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
