<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Ini Motif Menantu Tega Bunuh dan Rampok Mertua di Pekanbaru</title><description>Polisi menangkap perempuan berinisial AF dan kelompoknya yang merampok dan membunuh mertua, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/04/340/3216192/terungkap-ini-motif-menantu-tega-bunuh-dan-rampok-mertua-di-pekanbaru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/04/340/3216192/terungkap-ini-motif-menantu-tega-bunuh-dan-rampok-mertua-di-pekanbaru"/><item><title>Terungkap! Ini Motif Menantu Tega Bunuh dan Rampok Mertua di Pekanbaru</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/04/340/3216192/terungkap-ini-motif-menantu-tega-bunuh-dan-rampok-mertua-di-pekanbaru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/04/340/3216192/terungkap-ini-motif-menantu-tega-bunuh-dan-rampok-mertua-di-pekanbaru</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2026 00:19 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/03/340/3216192/pembunuhan-uQU1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menangkap pelaku pembunuhan di Riau (Foto: Banda H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/03/340/3216192/pembunuhan-uQU1_large.jpg</image><title>Polisi menangkap pelaku pembunuhan di Riau (Foto: Banda H/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polisi menangkap perempuan berinisial AF dan kelompoknya yang merampok dan membunuh mertua, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi korban. Ini pengakuan tersangka,&amp;quot; kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, motif lainnya adalah pelaku ingin mengambil barang-barang berharga milik korban. &amp;quot;Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban,&amp;quot; ujar Muharman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun keempat pelaku yang ditangkap yaitu AFT (perempuan), SL, EW, dan L (perempuan). Dari hasil penyelidikan, AFT adalah menantu korban sekaligus otak pelaku.&#13;
&#13;
Sementara SL adalah suami siri AFT yang berperan sebagai eksekutor utama. Dua pelaku lainnya, EW dan L, merupakan rekan yang diajak untuk menjalankan aksi tersebut.&#13;
&#13;
Kasus pembunuhan terhadap Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) terjadi pada Rabu 29 April lalu. Dalam rekaman CCTV, korban awalnya terlihat tengah duduk dan berbincang dengan dua orang wanita di ruang tamu rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai.&#13;
&#13;
Situasi mendadak berubah saat seorang pria datang dari arah belakang sambil membawa balok kayu. Pelaku kemudian memukul korban berulang kali hingga korban terkapar tak berdaya.&#13;
&#13;
Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, pelaku merusak kamera CCTV yang berada di ruang tamu. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menyeret korban ke dapur dalam kondisi bersimbah darah. Korban diduga sudah tidak bernyawa saat dipindahkan ke bagian belakang rumah.&#13;
&#13;
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri bersama tiga orang lainnya dengan membawa sejumlah perhiasan emas milik korban. Polisi menduga pelaku memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.&#13;
&#13;
Petugas kepolisian yang menerima laporan dari keluarga korban langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan visum.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menangkap perempuan berinisial AF dan kelompoknya yang merampok dan membunuh mertua, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi korban. Ini pengakuan tersangka,&amp;quot; kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, motif lainnya adalah pelaku ingin mengambil barang-barang berharga milik korban. &amp;quot;Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban,&amp;quot; ujar Muharman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun keempat pelaku yang ditangkap yaitu AFT (perempuan), SL, EW, dan L (perempuan). Dari hasil penyelidikan, AFT adalah menantu korban sekaligus otak pelaku.&#13;
&#13;
Sementara SL adalah suami siri AFT yang berperan sebagai eksekutor utama. Dua pelaku lainnya, EW dan L, merupakan rekan yang diajak untuk menjalankan aksi tersebut.&#13;
&#13;
Kasus pembunuhan terhadap Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) terjadi pada Rabu 29 April lalu. Dalam rekaman CCTV, korban awalnya terlihat tengah duduk dan berbincang dengan dua orang wanita di ruang tamu rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai.&#13;
&#13;
Situasi mendadak berubah saat seorang pria datang dari arah belakang sambil membawa balok kayu. Pelaku kemudian memukul korban berulang kali hingga korban terkapar tak berdaya.&#13;
&#13;
Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, pelaku merusak kamera CCTV yang berada di ruang tamu. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menyeret korban ke dapur dalam kondisi bersimbah darah. Korban diduga sudah tidak bernyawa saat dipindahkan ke bagian belakang rumah.&#13;
&#13;
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri bersama tiga orang lainnya dengan membawa sejumlah perhiasan emas milik korban. Polisi menduga pelaku memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.&#13;
&#13;
Petugas kepolisian yang menerima laporan dari keluarga korban langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan visum.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
