<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing</title><description>Kreator konten Topi Merah menduga hasil analisis Rismon Sianipar terkait ijazah Presiden Ke-7 RI  Jokowi merupakan hasil rekayasa atau editing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/06/338/3216667/topi-merah-ungkap-kejanggalan-ijazah-jokowi-yang-diteliti-rismon-sianipar-diduga-hasil-editing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/06/338/3216667/topi-merah-ungkap-kejanggalan-ijazah-jokowi-yang-diteliti-rismon-sianipar-diduga-hasil-editing"/><item><title>Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/06/338/3216667/topi-merah-ungkap-kejanggalan-ijazah-jokowi-yang-diteliti-rismon-sianipar-diduga-hasil-editing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/06/338/3216667/topi-merah-ungkap-kejanggalan-ijazah-jokowi-yang-diteliti-rismon-sianipar-diduga-hasil-editing</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2026 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/06/338/3216667/kreator_konten_topi_merah-Yg3h_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing (tangkapan layar iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/06/338/3216667/kreator_konten_topi_merah-Yg3h_large.jpg</image><title>Topi Merah Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Diteliti Rismon Sianipar, Diduga Hasil Editing (tangkapan layar iNews)</title></images><description>JAKARTA - Kreator konten Topi Merah menduga hasil analisis Rismon Sianipar terkait ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hasil rekayasa atau editing. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil uji ulang yang ia lakukan terhadap metode pengolahan citra yang dipaparkan eks tersangka tudingan ijazah Jokowi itu.&#13;
&#13;
1. Diduga Hasil Editing&#13;
&#13;
Topi Merah mengaku mencoba merekonstruksi langkah-langkah analisis menggunakan sumber gambar yang ia unduh langsung dari platform X, tapi tidak menemukan hasil serupa.&#13;
&#13;
Topi Merah pun menyampaikan keraguannya terhadap temuan yang menampilkan watermark dan embos pada citra ijazah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya sebagai orang yang dari dulu juga mengikuti kasus ini ya, agak janggal dengan presentasi ini (presentasi Rismon),&amp;quot; ujarnya, dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk &amp;ldquo;Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy CS: Rekayasa&amp;rdquo; yang disiarkan iNews, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, secara teknis dalam pengolahan citra digital, informasi yang sudah rusak, terutama pada bagian tepi, tidak mungkin dapat dimunculkan kembali secara utuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena dalam suatu citra itu ketika objek tepi atau edge dari sebuah citra itu sudah rusak, itu hampir mustahil untuk dimunculkan kembali,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Topi Merah mengaku telah menguji ulang metode yang digunakan Rismon dengan menggunakan sumber gambar yang ia unduh langsung dari platform X milik Dian Sandi. Namun, hasilnya berbeda dengan yang dipresentasikan.&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, proses yang ia lakukan mengikuti langkah yang sama seperti yang dipaparkan Rismon. Namun, hasil pengolahan citra yang ia lakukan tidak menunjukkan kemunculan watermark maupun embos secara jelas seperti yang diklaim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika saya mencoba ternyata hasilnya malah jadi seperti ini. Watermark-nya masih rusak, emboss-nya apalagi, tidak kelihatan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dari situ, ia menyimpulkan kemungkinan adanya perbedaan sumber data yang digunakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendapatkan kesimpulan bahwa source-nya adalah beda, bukan dari Dian Sandi yang Pak Rismon,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk memperkuat analisisnya, Topi Merah menggunakan pendekatan lain dengan menghitung frekuensi piksel menggunakan metode wavelet. Hasilnya menunjukkan perbedaan karakteristik antara dua gambar yang dibandingkan.&#13;
&#13;
Ia pun mempertanyakan bagaimana mungkin dengan sumber dan metode yang sama dapat menghasilkan output berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana bisa source yang sama dengan proses yang sama output-nya beda?&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, eks tersangka kasus tudingan jjazah Jokowi, Rismon Sianipar membeberkan kajian terbaru ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya dituding palsu. Kini Rismon memastikan ijazah Jokowi memiliki embos dan watermark.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rismon mengatakan, dirinya tidak memasukkan emboss dan watermark dalam objek kajian ijazah Jokowi sebelumnya. Selain itu, dia memasukkan normalisasi resolusi dalam kajian terbarunya tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kreator konten Topi Merah menduga hasil analisis Rismon Sianipar terkait ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hasil rekayasa atau editing. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan hasil uji ulang yang ia lakukan terhadap metode pengolahan citra yang dipaparkan eks tersangka tudingan ijazah Jokowi itu.&#13;
&#13;
1. Diduga Hasil Editing&#13;
&#13;
Topi Merah mengaku mencoba merekonstruksi langkah-langkah analisis menggunakan sumber gambar yang ia unduh langsung dari platform X, tapi tidak menemukan hasil serupa.&#13;
&#13;
Topi Merah pun menyampaikan keraguannya terhadap temuan yang menampilkan watermark dan embos pada citra ijazah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi saya sebagai orang yang dari dulu juga mengikuti kasus ini ya, agak janggal dengan presentasi ini (presentasi Rismon),&amp;quot; ujarnya, dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk &amp;ldquo;Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy CS: Rekayasa&amp;rdquo; yang disiarkan iNews, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, secara teknis dalam pengolahan citra digital, informasi yang sudah rusak, terutama pada bagian tepi, tidak mungkin dapat dimunculkan kembali secara utuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena dalam suatu citra itu ketika objek tepi atau edge dari sebuah citra itu sudah rusak, itu hampir mustahil untuk dimunculkan kembali,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Topi Merah mengaku telah menguji ulang metode yang digunakan Rismon dengan menggunakan sumber gambar yang ia unduh langsung dari platform X milik Dian Sandi. Namun, hasilnya berbeda dengan yang dipresentasikan.&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, proses yang ia lakukan mengikuti langkah yang sama seperti yang dipaparkan Rismon. Namun, hasil pengolahan citra yang ia lakukan tidak menunjukkan kemunculan watermark maupun embos secara jelas seperti yang diklaim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika saya mencoba ternyata hasilnya malah jadi seperti ini. Watermark-nya masih rusak, emboss-nya apalagi, tidak kelihatan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Dari situ, ia menyimpulkan kemungkinan adanya perbedaan sumber data yang digunakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mendapatkan kesimpulan bahwa source-nya adalah beda, bukan dari Dian Sandi yang Pak Rismon,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk memperkuat analisisnya, Topi Merah menggunakan pendekatan lain dengan menghitung frekuensi piksel menggunakan metode wavelet. Hasilnya menunjukkan perbedaan karakteristik antara dua gambar yang dibandingkan.&#13;
&#13;
Ia pun mempertanyakan bagaimana mungkin dengan sumber dan metode yang sama dapat menghasilkan output berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana bisa source yang sama dengan proses yang sama output-nya beda?&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, eks tersangka kasus tudingan jjazah Jokowi, Rismon Sianipar membeberkan kajian terbaru ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya dituding palsu. Kini Rismon memastikan ijazah Jokowi memiliki embos dan watermark.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rismon mengatakan, dirinya tidak memasukkan emboss dan watermark dalam objek kajian ijazah Jokowi sebelumnya. Selain itu, dia memasukkan normalisasi resolusi dalam kajian terbarunya tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
