<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Baswedan Ungkap Guru yang Tak Bisa Digantikan AI</title><description>Menurut Anies, AI memang mampu meningkatkan kapasitas intelektual manusia secara signifikan, tapi tidak bisa menggantikan fungsi pendidikan karakter yang menjadi tugas utama guru.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/07/337/3216793/anies-baswedan-ungkap-guru-yang-tak-bisa-digantikan-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/07/337/3216793/anies-baswedan-ungkap-guru-yang-tak-bisa-digantikan-ai"/><item><title>Anies Baswedan Ungkap Guru yang Tak Bisa Digantikan AI</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/07/337/3216793/anies-baswedan-ungkap-guru-yang-tak-bisa-digantikan-ai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/07/337/3216793/anies-baswedan-ungkap-guru-yang-tak-bisa-digantikan-ai</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 02:12 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/06/337/3216793/anies_baswedan-vH9f_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan Ungkap Guru yang Tak Bisa Digantikan AI (Yuwantoro Winduajie)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/06/337/3216793/anies_baswedan-vH9f_large.jpg</image><title>Anies Baswedan Ungkap Guru yang Tak Bisa Digantikan AI (Yuwantoro Winduajie)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, mengungkap perbedaan guru yang bisa dan tidak bisa digantikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).&#13;
&#13;
Menurutnya, pengajar yang bersifat mekanistik dan repetitif dalam mengajar cenderung dapat digantikan. Sementara guru yang menanamkan nilai, etika, serta inspirasi kepada peserta didik tidak dapat digantikan AI.&#13;
&#13;
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, AI memang mampu meningkatkan kapasitas intelektual manusia secara signifikan. Namun, AI tidak bisa menggantikan fungsi pendidikan karakter yang menjadi tugas utama guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AI itu membuat tadi, orang yang IQ-nya 120 bisa jadi 240, tapi AI tidak bisa memberikan pada kita moralnya,&amp;rdquo; ujar Anies saat menjadi pembicara dalam open house di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Anies menekankan, di tengah perkembangan teknologi, peran guru justru semakin krusial dalam membentuk arah penggunaan kemampuan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi jangan pernah merasa peran guru itu berkurang karena AI. Justru ibu-bapak gurulah yang memberikan etika, moral itu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti tidak semua peran pengajar memiliki ketahanan yang sama terhadap disrupsi teknologi. Menurutnya, metode pengajaran yang bersifat mekanistik dan berulang berpotensi tergantikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru yang mekanistik, repetitif, recycle, bisa diganti teknologi enggak? Bisa. Tapi guru dengan nilai, dengan etik, dengan inspirasi, dengan hati, bisa enggak diganti teknologi? Enggak bisa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Anies turut mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran. Ia pun menegaskan, masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi, tetapi juga kualitas peran guru dalam membentuk karakter dan nilai pada peserta didik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru harus berubah, guru harus learn. Karena dulu Ibu menjadi sumber ilmu, sekarang Ibu menjadi pendamping,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, mengungkap perbedaan guru yang bisa dan tidak bisa digantikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).&#13;
&#13;
Menurutnya, pengajar yang bersifat mekanistik dan repetitif dalam mengajar cenderung dapat digantikan. Sementara guru yang menanamkan nilai, etika, serta inspirasi kepada peserta didik tidak dapat digantikan AI.&#13;
&#13;
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, AI memang mampu meningkatkan kapasitas intelektual manusia secara signifikan. Namun, AI tidak bisa menggantikan fungsi pendidikan karakter yang menjadi tugas utama guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;AI itu membuat tadi, orang yang IQ-nya 120 bisa jadi 240, tapi AI tidak bisa memberikan pada kita moralnya,&amp;rdquo; ujar Anies saat menjadi pembicara dalam open house di Universitas Paramadina, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Anies menekankan, di tengah perkembangan teknologi, peran guru justru semakin krusial dalam membentuk arah penggunaan kemampuan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi jangan pernah merasa peran guru itu berkurang karena AI. Justru ibu-bapak gurulah yang memberikan etika, moral itu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti tidak semua peran pengajar memiliki ketahanan yang sama terhadap disrupsi teknologi. Menurutnya, metode pengajaran yang bersifat mekanistik dan berulang berpotensi tergantikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru yang mekanistik, repetitif, recycle, bisa diganti teknologi enggak? Bisa. Tapi guru dengan nilai, dengan etik, dengan inspirasi, dengan hati, bisa enggak diganti teknologi? Enggak bisa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Anies turut mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran. Ia pun menegaskan, masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi, tetapi juga kualitas peran guru dalam membentuk karakter dan nilai pada peserta didik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru harus berubah, guru harus learn. Karena dulu Ibu menjadi sumber ilmu, sekarang Ibu menjadi pendamping,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
