<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saksi Kasus Bea Cukai Kabur Usai Diperiksa KPK</title><description>Selesai pemeriksaan, Dedi memilih lari saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/337/3217287/saksi-kasus-bea-cukai-kabur-usai-diperiksa-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/08/337/3217287/saksi-kasus-bea-cukai-kabur-usai-diperiksa-kpk"/><item><title>Saksi Kasus Bea Cukai Kabur Usai Diperiksa KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/337/3217287/saksi-kasus-bea-cukai-kabur-usai-diperiksa-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/08/337/3217287/saksi-kasus-bea-cukai-kabur-usai-diperiksa-kpk</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2026 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/08/337/3217287/ahmad_dedi_kabur-EtfI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saksi Kasus Bea Cukai Kabur Usai Diperiksa KPK (Okezone/Nur Khabibi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/08/337/3217287/ahmad_dedi_kabur-EtfI_large.jpg</image><title>Saksi Kasus Bea Cukai Kabur Usai Diperiksa KPK (Okezone/Nur Khabibi)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Salah satu yang diperiksa ialah Ahmad Dedi selaku PNS Ditjen Bea Cukai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Kabur Usai Diperiksa&#13;
&#13;
Selesai pemeriksaan, Dedi memilih lari saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK. Ia lari guna menghindari awak media yang mencoba mengonfirmasi materi pemeriksaannya hari ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan mengenakan kemeja putih lengan pendek, celana hitam, serta membawa map dengan motif batik, Ahmad Dedi lari sekuat tenaga menghindari awak media yang mengejarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia lari hingga jalan umum depan Gedung Merah Putih KPK. Meski berlawanan arah dengan kendaraan bermotor yang melintas, ia tetap terus berlari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Dedi, KPK juga menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga saksi lain dari unsur swasta. Ketiganya adalah Heri Setiyono, Hari Tommy, dan Hanapi Arbi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menetapkan enam orang tersangka dalam suap dan gratifikasi importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Penetapan tersangka ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keenam tersangka adalah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-Januari 2026. &amp;nbsp;Lalu, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC), Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC).&#13;
&#13;
Kemudian, John Field selaku Pemilik PT BLUERAY, Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BLUERAY, Deddy Kurniawan selaku Manager Operasional PT BLUERAY.&#13;
&#13;
Kemudian, KPK kembali menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Budiman Bayu Prasojo (BBP) pada Jumat (27/2/2026).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Salah satu yang diperiksa ialah Ahmad Dedi selaku PNS Ditjen Bea Cukai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Kabur Usai Diperiksa&#13;
&#13;
Selesai pemeriksaan, Dedi memilih lari saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK. Ia lari guna menghindari awak media yang mencoba mengonfirmasi materi pemeriksaannya hari ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan mengenakan kemeja putih lengan pendek, celana hitam, serta membawa map dengan motif batik, Ahmad Dedi lari sekuat tenaga menghindari awak media yang mengejarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia lari hingga jalan umum depan Gedung Merah Putih KPK. Meski berlawanan arah dengan kendaraan bermotor yang melintas, ia tetap terus berlari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Dedi, KPK juga menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga saksi lain dari unsur swasta. Ketiganya adalah Heri Setiyono, Hari Tommy, dan Hanapi Arbi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menetapkan enam orang tersangka dalam suap dan gratifikasi importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Penetapan tersangka ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keenam tersangka adalah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-Januari 2026. &amp;nbsp;Lalu, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC), Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC).&#13;
&#13;
Kemudian, John Field selaku Pemilik PT BLUERAY, Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BLUERAY, Deddy Kurniawan selaku Manager Operasional PT BLUERAY.&#13;
&#13;
Kemudian, KPK kembali menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Budiman Bayu Prasojo (BBP) pada Jumat (27/2/2026).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
