<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Meletus Hebat, Dua Pendaki Asing Tewas dan 20 Terjebak</title><description>Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan tersebut memuntahkan asap hitam dengan tinggi kolom abu mencapai 10 kilometer. Akibat erupsi tersebut, dua pendaki warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217170/gunung-dukono-meletus-hebat-dua-pendaki-asing-tewas-dan-20-terjebak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217170/gunung-dukono-meletus-hebat-dua-pendaki-asing-tewas-dan-20-terjebak"/><item><title>Gunung Dukono Meletus Hebat, Dua Pendaki Asing Tewas dan 20 Terjebak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217170/gunung-dukono-meletus-hebat-dua-pendaki-asing-tewas-dan-20-terjebak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217170/gunung-dukono-meletus-hebat-dua-pendaki-asing-tewas-dan-20-terjebak</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2026 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/08/340/3217170/gunung_dukono_meletus-dhBL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Gunung Dukono Meletus (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/08/340/3217170/gunung_dukono_meletus-dhBL_large.jpg</image><title> Gunung Dukono Meletus (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
MALUKU UTARA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan tersebut memuntahkan asap hitam dengan tinggi kolom abu mencapai 10 kilometer. Akibat erupsi tersebut, dua pendaki warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Info sementara dua korban meninggal,&amp;rdquo; kata Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlicson kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Erlicson belum menjelaskan secara rinci identitas kedua korban. Namun, berdasarkan informasi sementara, keduanya merupakan warga negara Singapura.&#13;
&#13;
Sementara itu, sekitar 20 pendaki lainnya dilaporkan masih terjebak di kawasan Gunung Dukono. Tim gabungan kini tengah melakukan proses evakuasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan dari Polres, BPBD, dan Basarnas terhadap sekitar 20 pendaki,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan terpantau mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn;10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kolom abu terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, area landaan abu tidak tetap,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
MALUKU UTARA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan tersebut memuntahkan asap hitam dengan tinggi kolom abu mencapai 10 kilometer. Akibat erupsi tersebut, dua pendaki warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Info sementara dua korban meninggal,&amp;rdquo; kata Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlicson kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Erlicson belum menjelaskan secara rinci identitas kedua korban. Namun, berdasarkan informasi sementara, keduanya merupakan warga negara Singapura.&#13;
&#13;
Sementara itu, sekitar 20 pendaki lainnya dilaporkan masih terjebak di kawasan Gunung Dukono. Tim gabungan kini tengah melakukan proses evakuasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan dari Polres, BPBD, dan Basarnas terhadap sekitar 20 pendaki,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan terpantau mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn;10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kolom abu terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, area landaan abu tidak tetap,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
