<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erupsi Gunung Dukono, BNPB Ungkap Dugaan Kelalaian saat Jalur Pendakian Ditutup</title><description>Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 10 kilometer. Di tengah proses penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian meski jalur pendakian sebelumnya telah ditutup.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217191/erupsi-gunung-dukono-bnpb-ungkap-dugaan-kelalaian-saat-jalur-pendakian-ditutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217191/erupsi-gunung-dukono-bnpb-ungkap-dugaan-kelalaian-saat-jalur-pendakian-ditutup"/><item><title>Erupsi Gunung Dukono, BNPB Ungkap Dugaan Kelalaian saat Jalur Pendakian Ditutup</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217191/erupsi-gunung-dukono-bnpb-ungkap-dugaan-kelalaian-saat-jalur-pendakian-ditutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/08/340/3217191/erupsi-gunung-dukono-bnpb-ungkap-dugaan-kelalaian-saat-jalur-pendakian-ditutup</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2026 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/08/340/3217191/gunung_dukono-Y3LJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/08/340/3217191/gunung_dukono-Y3LJ_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</title></images><description>&#13;
&#13;
HALMAHERA UTARA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 10 kilometer. Di tengah proses penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian meski jalur pendakian sebelumnya telah ditutup.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan Kementerian Pariwisata sebelumnya telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko keselamatan wisatawan maupun masyarakat sekitar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil diskusi sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono,&amp;rdquo; kata Abdul Muhari, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut pemerintah masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Selain itu, pemantauan aktivitas Gunung Dukono akan terus dilakukan secara berkala. Evaluasi tingkat aktivitas gunung juga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Diketahui, akibat erupsi Gunung Dukono, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan lima pendaki mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
Dikutip dari laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn;10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
HALMAHERA UTARA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 10 kilometer. Di tengah proses penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian meski jalur pendakian sebelumnya telah ditutup.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan Kementerian Pariwisata sebelumnya telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko keselamatan wisatawan maupun masyarakat sekitar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil diskusi sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono,&amp;rdquo; kata Abdul Muhari, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut pemerintah masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Selain itu, pemantauan aktivitas Gunung Dukono akan terus dilakukan secara berkala. Evaluasi tingkat aktivitas gunung juga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Diketahui, akibat erupsi Gunung Dukono, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan lima pendaki mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
Dikutip dari laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn;10.000 meter di atas puncak atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut,&amp;rdquo; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
