<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terowongan Istiqlal-Katedral Sempat Terkendala Biaya, Ini Cerita Menag Nasaruddin</title><description>Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengungkap, awal mula ide pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/09/337/3217385/terowongan-istiqlal-katedral-sempat-terkendala-biaya-ini-cerita-menag-nasaruddin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/09/337/3217385/terowongan-istiqlal-katedral-sempat-terkendala-biaya-ini-cerita-menag-nasaruddin"/><item><title>Terowongan Istiqlal-Katedral Sempat Terkendala Biaya, Ini Cerita Menag Nasaruddin</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/09/337/3217385/terowongan-istiqlal-katedral-sempat-terkendala-biaya-ini-cerita-menag-nasaruddin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/09/337/3217385/terowongan-istiqlal-katedral-sempat-terkendala-biaya-ini-cerita-menag-nasaruddin</guid><pubDate>Sabtu 09 Mei 2026 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/09/337/3217385/menteri_agama_nasaruddin_umar-PxR2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/09/337/3217385/menteri_agama_nasaruddin_umar-PxR2_large.jpg</image><title>Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengungkap, awal mula ide pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).&#13;
&#13;
Nasaruddin mengaku, saat masih menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia sempat membayangkan agar pagar pembatas antara Istiqlal dan Katedral dibongkar sehingga kedua rumah ibadah memiliki satu halaman bersama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya bilang seandainya saya punya kewenangan, saya akan mohon izin supaya pagar-pagar yang ada di antara Istiqlal dan Katedral ini kita rubuhkan biar ini menjadi satu halaman bersama,&amp;rdquo; kata Nasaruddin.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, niat itu kemudian diurungkan. Ia lalu mengusulkan pembangunan terowongan penghubung antara kedua rumah ibadah kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya usulkan kepada Bapak Presiden pada waktu itu Pak Jokowi, &amp;lsquo;Pak, apa enggak sebaiknya kita membuat terowongan yang menghubungkan antara Katedral dengan Istiqlal,&amp;rsquo; dia diam,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nasaruddin, Jokowi kemudian meminta agar rencana tersebut dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Namun, proyek itu sempat terkendala persoalan biaya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, terdapat pipa raksasa peninggalan Belanda yang melintang di lokasi pembangunan dan menjadi tantangan teknis tersendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ternyata di sini ada pipa raksasa bangunan Belanda yang menyuplai air minum di Menteng persis melintang di sini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, kendala anggaran tidak menyurutkan niatnya untuk menghadirkan simbol toleransi di Indonesia. Nasaruddin mengaku kembali melaporkan hal tersebut langsung kepada Jokowi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita bangun ini bukan sekadar terowongan, tapi ikon dan simbol toleransi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Setelah mendapat persetujuan Presiden, proyek tersebut akhirnya direalisasikan.&#13;
&#13;
Nasaruddin menyebut Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral menjadi satu-satunya terowongan toleransi di dunia. Bahkan, menurut dia, banyak tamu negara yang ingin mengunjungi lokasi tersebut usai bertemu di Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya apa? Satu-satunya terowongan toleransi di dunia adalah ini,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengungkap, awal mula ide pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).&#13;
&#13;
Nasaruddin mengaku, saat masih menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia sempat membayangkan agar pagar pembatas antara Istiqlal dan Katedral dibongkar sehingga kedua rumah ibadah memiliki satu halaman bersama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya bilang seandainya saya punya kewenangan, saya akan mohon izin supaya pagar-pagar yang ada di antara Istiqlal dan Katedral ini kita rubuhkan biar ini menjadi satu halaman bersama,&amp;rdquo; kata Nasaruddin.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, niat itu kemudian diurungkan. Ia lalu mengusulkan pembangunan terowongan penghubung antara kedua rumah ibadah kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya usulkan kepada Bapak Presiden pada waktu itu Pak Jokowi, &amp;lsquo;Pak, apa enggak sebaiknya kita membuat terowongan yang menghubungkan antara Katedral dengan Istiqlal,&amp;rsquo; dia diam,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nasaruddin, Jokowi kemudian meminta agar rencana tersebut dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Namun, proyek itu sempat terkendala persoalan biaya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, terdapat pipa raksasa peninggalan Belanda yang melintang di lokasi pembangunan dan menjadi tantangan teknis tersendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ternyata di sini ada pipa raksasa bangunan Belanda yang menyuplai air minum di Menteng persis melintang di sini,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, kendala anggaran tidak menyurutkan niatnya untuk menghadirkan simbol toleransi di Indonesia. Nasaruddin mengaku kembali melaporkan hal tersebut langsung kepada Jokowi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita bangun ini bukan sekadar terowongan, tapi ikon dan simbol toleransi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Setelah mendapat persetujuan Presiden, proyek tersebut akhirnya direalisasikan.&#13;
&#13;
Nasaruddin menyebut Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral menjadi satu-satunya terowongan toleransi di dunia. Bahkan, menurut dia, banyak tamu negara yang ingin mengunjungi lokasi tersebut usai bertemu di Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya apa? Satu-satunya terowongan toleransi di dunia adalah ini,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
