<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pers Masih Jadi Rujukan Utama Masyarakat di Tengah Ledakan Informasi</title><description>Menurutnya, posisi pers saat ini sedang berada dalam tantangan yang memacu adrenalin. Namun, Komaruddin justru menganggap kondisi ini justru mengasyikkan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/10/337/3217476/pers-masih-jadi-rujukan-utama-masyarakat-di-tengah-ledakan-informasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/10/337/3217476/pers-masih-jadi-rujukan-utama-masyarakat-di-tengah-ledakan-informasi"/><item><title>Pers Masih Jadi Rujukan Utama Masyarakat di Tengah Ledakan Informasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/10/337/3217476/pers-masih-jadi-rujukan-utama-masyarakat-di-tengah-ledakan-informasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/10/337/3217476/pers-masih-jadi-rujukan-utama-masyarakat-di-tengah-ledakan-informasi</guid><pubDate>Minggu 10 Mei 2026 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/10/337/3217476/pers-H2Yj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/10/337/3217476/pers-H2Yj_large.jpg</image><title>Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat/Okezone</title></images><description>JAKARTA&amp;ndash; Keberadaan pers masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai rujukan utama terpercaya di tengah ledakan informasi yang luar biasa terjadi saat ini.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat dalam sambutannya di acara Fun Walk bertajuk &amp;#39;World Presss Freedom Day 2026&amp;#39; di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya,&amp;nbsp;posisi pers saat ini sedang berada dalam tantangan yang memacu adrenalin. Namun, Komaruddin justru menganggap kondisi ini justru mengasyikkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ibarat perenang, itu justru mengasyikkan. Bagaimana kemudian kita membaca situasi, kemudian memperkokoh posisi kita, sehuhgga satu saat pasti akan menemukan model baru,&amp;nbsp; menemukan satu echo-echo baru, mungkin juga menemukan sati titik koordinat baru,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komaruddin melanjutkan, informasi telah menjadi kebutuhan primordial manusia, setara dengan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan tidur. Namun, informasi penting yang dibutuhkan tentunya berasal dari sumber yang terpercaya atau reliable.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, saya yakin sekali dan kita harus berada pada posisi itu, bagaimana kita menjadi sumber informasi, analisis berita yang reliable. Dengan demikian, pers itu mutlak akan diperlukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan tentang pentingnya kualitas informasi tersebut. Ia mengibaratkan pers dengan kebutuhan manusia akan air dan udara yang bersih dan jernih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal yang sama juga terjadi pada informasi. Agar informasi ini jernih, maka kita dorong bagaimana peran pers itu akan lebih kreatif, lebih produktif dan lebih dominan dalam memberikan satu arahan pada masyarakat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Komaruddin meminta agar insan pers tidak perlu merisaukan keberadaan new media. Baginya, itu merupakan bagian dari pengayaan dan realitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi peran strategis pers mainstream itu tetap menjadi satu pilar sumber rujukan informasi yang uyama dicari oleh masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;ndash; Keberadaan pers masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai rujukan utama terpercaya di tengah ledakan informasi yang luar biasa terjadi saat ini.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat dalam sambutannya di acara Fun Walk bertajuk &amp;#39;World Presss Freedom Day 2026&amp;#39; di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (10/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya,&amp;nbsp;posisi pers saat ini sedang berada dalam tantangan yang memacu adrenalin. Namun, Komaruddin justru menganggap kondisi ini justru mengasyikkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ibarat perenang, itu justru mengasyikkan. Bagaimana kemudian kita membaca situasi, kemudian memperkokoh posisi kita, sehuhgga satu saat pasti akan menemukan model baru,&amp;nbsp; menemukan satu echo-echo baru, mungkin juga menemukan sati titik koordinat baru,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komaruddin melanjutkan, informasi telah menjadi kebutuhan primordial manusia, setara dengan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan tidur. Namun, informasi penting yang dibutuhkan tentunya berasal dari sumber yang terpercaya atau reliable.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, saya yakin sekali dan kita harus berada pada posisi itu, bagaimana kita menjadi sumber informasi, analisis berita yang reliable. Dengan demikian, pers itu mutlak akan diperlukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan tentang pentingnya kualitas informasi tersebut. Ia mengibaratkan pers dengan kebutuhan manusia akan air dan udara yang bersih dan jernih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal yang sama juga terjadi pada informasi. Agar informasi ini jernih, maka kita dorong bagaimana peran pers itu akan lebih kreatif, lebih produktif dan lebih dominan dalam memberikan satu arahan pada masyarakat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Oleh karenanya, Komaruddin meminta agar insan pers tidak perlu merisaukan keberadaan new media. Baginya, itu merupakan bagian dari pengayaan dan realitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi peran strategis pers mainstream itu tetap menjadi satu pilar sumber rujukan informasi yang uyama dicari oleh masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
