<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Kiai Ubab Maimoen untuk Seluruh Calon Ketum PBNU: Jangan Saling Serang!</title><description>Sehingga kata dia, pelaksanaan muktamar dan mekanisme pemilihan pimpinan NU dilakukan dengan proses yang baik dan benar-benar dipercaya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217707/pesan-kiai-ubab-maimoen-untuk-seluruh-calon-ketum-pbnu-jangan-saling-serang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217707/pesan-kiai-ubab-maimoen-untuk-seluruh-calon-ketum-pbnu-jangan-saling-serang"/><item><title>Pesan Kiai Ubab Maimoen untuk Seluruh Calon Ketum PBNU: Jangan Saling Serang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217707/pesan-kiai-ubab-maimoen-untuk-seluruh-calon-ketum-pbnu-jangan-saling-serang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217707/pesan-kiai-ubab-maimoen-untuk-seluruh-calon-ketum-pbnu-jangan-saling-serang</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/337/3217707/pbnu-XNwY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesan Kiai Ubab Maimoen untuk Seluruh Calon Ketum PBNU: Jangan Saling Serang!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/337/3217707/pbnu-XNwY_large.jpg</image><title>Pesan Kiai Ubab Maimoen untuk Seluruh Calon Ketum PBNU: Jangan Saling Serang!</title></images><description>JAKARTA - Pengasuh PP Al-Anwar 2, Sarang Rembang Jawa Tengah, Kiai Abdullah Ubab Maimoen (Gus Ubab), meminta seluruh calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35, untuk membangun kepercayaan nahdliyyin melalui peserta muktamar dengan cara santun dan beretika pesantren.&#13;
&#13;
Putra pertama Kiai Maimoen Zubair (Mbah Moen) ini mengatakan, calon Ketum PBNU harus menggunakan cara mendapat kepercayaan dari muktamirin dan bisa diterima dengan baik.&#13;
&#13;
Sehingga kata dia, pelaksanaan muktamar dan mekanisme pemilihan pimpinan NU dilakukan dengan proses yang baik dan benar-benar dipercaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antar calon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa hingga setelah pemilihan,&amp;rdquo; ujarnya dikutip&amp;nbsp;Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Ubab -- panggilan akrabnya -- &amp;nbsp;berharap pemilihan pimpinan Ketum PBNU nanti sebagaimana terpilihnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui muktamar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin prosesnya mulus, menjadi (Ketua Umum PBNU) dengan jalan mulus, purna (selesai tugas) pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur, saat menjadi maupun berakhir dengan mulus,&amp;rdquo; ujar Gus Ubab yang juga salah satu Mustasyar PBNU ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam (Kiai Abdussalam Shohib) nyalon. Jadi, siapapun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) sowan ke Gus Ubab untuk memohon nasihat, restu dan doa. Kunjungan Gus Salam ini satu rangkaian kunjungannya selama dua hari di Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sowan ke Kiai Ali Qoishor Abdul Haq Dalhar sebelum ziarah makbaroh. Karena Mbah Dalhar adalah ulama besar dan kharismatik sezaman dengan Mbah Hasyim Asy&amp;rsquo;ari,&amp;rdquo; kata Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tabarrukan, karena peran dan perjuangan Mbah Dalhar mewarisi para pendahulunya, Laskar Kiai semasa Pangeran Diponegoro, sekaligus menyerap nuansa spiritualitas Islam di kerajaan Mataram saat menghadapi kolonial Belanda,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Gus Salam juga melakukan pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Kedu dan Surakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PCNU di karesidenan Surakarta, berharap pemimpin NU ke depan adalah sosok yang humanis, mau mendengarkan dan bisa memberi arahan sesuai konteks dan kearifan masing-masing daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengasuh PP Al-Anwar 2, Sarang Rembang Jawa Tengah, Kiai Abdullah Ubab Maimoen (Gus Ubab), meminta seluruh calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35, untuk membangun kepercayaan nahdliyyin melalui peserta muktamar dengan cara santun dan beretika pesantren.&#13;
&#13;
Putra pertama Kiai Maimoen Zubair (Mbah Moen) ini mengatakan, calon Ketum PBNU harus menggunakan cara mendapat kepercayaan dari muktamirin dan bisa diterima dengan baik.&#13;
&#13;
Sehingga kata dia, pelaksanaan muktamar dan mekanisme pemilihan pimpinan NU dilakukan dengan proses yang baik dan benar-benar dipercaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antar calon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif seperti pemilihan pejabat hingga pertengkaran terbawa hingga setelah pemilihan,&amp;rdquo; ujarnya dikutip&amp;nbsp;Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Ubab -- panggilan akrabnya -- &amp;nbsp;berharap pemilihan pimpinan Ketum PBNU nanti sebagaimana terpilihnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui muktamar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya ingin prosesnya mulus, menjadi (Ketua Umum PBNU) dengan jalan mulus, purna (selesai tugas) pun juga berakhir mulus. Seperti Gus Dur, saat menjadi maupun berakhir dengan mulus,&amp;rdquo; ujar Gus Ubab yang juga salah satu Mustasyar PBNU ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam (Kiai Abdussalam Shohib) nyalon. Jadi, siapapun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) sowan ke Gus Ubab untuk memohon nasihat, restu dan doa. Kunjungan Gus Salam ini satu rangkaian kunjungannya selama dua hari di Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sowan ke Kiai Ali Qoishor Abdul Haq Dalhar sebelum ziarah makbaroh. Karena Mbah Dalhar adalah ulama besar dan kharismatik sezaman dengan Mbah Hasyim Asy&amp;rsquo;ari,&amp;rdquo; kata Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin tabarrukan, karena peran dan perjuangan Mbah Dalhar mewarisi para pendahulunya, Laskar Kiai semasa Pangeran Diponegoro, sekaligus menyerap nuansa spiritualitas Islam di kerajaan Mataram saat menghadapi kolonial Belanda,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Gus Salam juga melakukan pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Kedu dan Surakarta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;PCNU di karesidenan Surakarta, berharap pemimpin NU ke depan adalah sosok yang humanis, mau mendengarkan dan bisa memberi arahan sesuai konteks dan kearifan masing-masing daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
