<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GKSR Perjuangkan Parliamentary Threshold Cerminkan Sistem Proporsional</title><description>Ferry mengingatkan partai parlemen agar merumuskan ambang batas parlemen berlandaskan kondisi sistem proporsional yang ada.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217771/gksr-perjuangkan-parliamentary-threshold-cerminkan-sistem-proporsional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217771/gksr-perjuangkan-parliamentary-threshold-cerminkan-sistem-proporsional"/><item><title>GKSR Perjuangkan Parliamentary Threshold Cerminkan Sistem Proporsional</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217771/gksr-perjuangkan-parliamentary-threshold-cerminkan-sistem-proporsional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/337/3217771/gksr-perjuangkan-parliamentary-threshold-cerminkan-sistem-proporsional</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/337/3217771/ferry_kurnia_rizkiyansyah-sIKD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">GKSR Perjuangkan Parlementary Threshold Cerminkan Sistem Proporsional (Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/337/3217771/ferry_kurnia_rizkiyansyah-sIKD_large.jpg</image><title>GKSR Perjuangkan Parlementary Threshold Cerminkan Sistem Proporsional (Dok)</title></images><description>JAKARTA - Partai non-parlemen yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) berupaya agar besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) mencerminkan sistem proporsionalitas. Upaya itu ditujukan agar tak ada disproporsionalitas dalam pemilu mendatang.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, usai menghadiri forum group discussion (FGD) yang digelar di Sekber GKSR, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Ferry mengingatkan partai parlemen agar merumuskan ambang batas parlemen berlandaskan kondisi sistem proporsional yang ada. Ia meminta agar tak ada unsur politis dalam merumuskan ambang batas parlemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, yang pertama tentunya angka-angka tersebut jangan konteks politik, atau jangan konteks berdasarkan asumsi-asumsi politik. Tapi itu berdasarkan dari matematika pemilu yang ada, berdasarkan dari kondisi sistem proporsional yang ada,&amp;quot; ujar Ferry.&#13;
&#13;
Ferry mengingatkan agar DPR RI dan pemerintah tak merumuskan ambang batas 4% yang dibatalkan Mahmamah Konstitusi (MK) lantaran tak ada landasan yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, kita ingin nantinya yang ditentukan, yang diputuskan oleh DPR dalam UU (Pemilu) yang baru adalah bahwa angka-angka tersebut itu ada ratio legis-nya, ada matematika pemilunya. Itu yang memang menjadi poin yang saya pikir sangat penting sekali untuk kita rumuskan,&amp;quot; ucap Ferry.&#13;
&#13;
Namun, ia menyampaikan, GKSR berupaya mendesain ambang batas parlemen yang memiliki landasan yang jelas. Untuk itu, ia menyebut, besaran ambang batas parlemen yang ideal berkisar antara 1-2%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, GKSR pada kesempatan kali ini juga mencoba mendesain seperti itu, sehingga misalnya muncul kenapa muncul angka 1 sampai dengan angka 2 persen? Itu kan satu range dari matematika pemilu yang kita gunakan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ferry menyampaikan, rumusan ambang batas parlemen ini akan diupayakan GKSR agar bisa diberikan kepada pembentuk UU, baik DPR RI maupun pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, yang pasti kan kita berharap pertama bahwa kita memperjuangkan PT betul-betul mencerminkan sistem proporsional, tidak lagi ada disproporsionalitas. Itu yang utama, sehingga angka 1% itu menjadi satu aspek yang sangat penting. Bahkan tadi di diskusi ada range antara 1 sampai 2%,&amp;quot; ungkap Ferry.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Partai non-parlemen yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) berupaya agar besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) mencerminkan sistem proporsionalitas. Upaya itu ditujukan agar tak ada disproporsionalitas dalam pemilu mendatang.&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, usai menghadiri forum group discussion (FGD) yang digelar di Sekber GKSR, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Ferry mengingatkan partai parlemen agar merumuskan ambang batas parlemen berlandaskan kondisi sistem proporsional yang ada. Ia meminta agar tak ada unsur politis dalam merumuskan ambang batas parlemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, yang pertama tentunya angka-angka tersebut jangan konteks politik, atau jangan konteks berdasarkan asumsi-asumsi politik. Tapi itu berdasarkan dari matematika pemilu yang ada, berdasarkan dari kondisi sistem proporsional yang ada,&amp;quot; ujar Ferry.&#13;
&#13;
Ferry mengingatkan agar DPR RI dan pemerintah tak merumuskan ambang batas 4% yang dibatalkan Mahmamah Konstitusi (MK) lantaran tak ada landasan yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, kita ingin nantinya yang ditentukan, yang diputuskan oleh DPR dalam UU (Pemilu) yang baru adalah bahwa angka-angka tersebut itu ada ratio legis-nya, ada matematika pemilunya. Itu yang memang menjadi poin yang saya pikir sangat penting sekali untuk kita rumuskan,&amp;quot; ucap Ferry.&#13;
&#13;
Namun, ia menyampaikan, GKSR berupaya mendesain ambang batas parlemen yang memiliki landasan yang jelas. Untuk itu, ia menyebut, besaran ambang batas parlemen yang ideal berkisar antara 1-2%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, GKSR pada kesempatan kali ini juga mencoba mendesain seperti itu, sehingga misalnya muncul kenapa muncul angka 1 sampai dengan angka 2 persen? Itu kan satu range dari matematika pemilu yang kita gunakan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ferry menyampaikan, rumusan ambang batas parlemen ini akan diupayakan GKSR agar bisa diberikan kepada pembentuk UU, baik DPR RI maupun pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, yang pasti kan kita berharap pertama bahwa kita memperjuangkan PT betul-betul mencerminkan sistem proporsional, tidak lagi ada disproporsionalitas. Itu yang utama, sehingga angka 1% itu menjadi satu aspek yang sangat penting. Bahkan tadi di diskusi ada range antara 1 sampai 2%,&amp;quot; ungkap Ferry.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
