<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Ungkap 153 Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Wajibkan Pemilihan</title><description>Pramono Anung mewajibkan seluruh pasar di Ibu Kota untuk memilih sampah sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217669/pramono-ungkap-153-pasar-di-jakarta-hasilkan-500-ton-sampah-per-hari-wajibkan-pemilihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217669/pramono-ungkap-153-pasar-di-jakarta-hasilkan-500-ton-sampah-per-hari-wajibkan-pemilihan"/><item><title>Pramono Ungkap 153 Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Wajibkan Pemilihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217669/pramono-ungkap-153-pasar-di-jakarta-hasilkan-500-ton-sampah-per-hari-wajibkan-pemilihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217669/pramono-ungkap-153-pasar-di-jakarta-hasilkan-500-ton-sampah-per-hari-wajibkan-pemilihan</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217669/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-cVuz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Ungkap 153 Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Wajibkan Pemilihan (Okezone/Danandaya Arya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217669/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-cVuz_large.jpg</image><title>Pramono Ungkap 153 Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Wajibkan Pemilihan (Okezone/Danandaya Arya)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewajibkan seluruh pasar di Ibu Kota untuk memilih sampah sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir. Hal ini sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber, yang telah dimulai sejak 10 Mei 2026&#13;
&#13;
1. 500 Ton Sampah Per Hari&#13;
&#13;
Ia menyampaikan, selama ini sampah dari pasar langsung dikirim ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi, tanpa proses pemilihan. Namun, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah jenis residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasar Jaya kan punya 153 pasar dan sebenarnya hampir semua pasar yang ada di Jakarta itu dikelola oleh Pasar Jaya. Memang ada beberapa pasar tambahan, ada berapa Pak? Sekitar seratusan,&amp;quot; ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, progam pemilahan sampah akan diberlakukan sama, baik untuk pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya maupun pasar non-Pasar Jaya. Pasalnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengelolaan pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memperlakukan hal yang sama, baik itu yang di Pasar Jaya maupun non-Pasar Jaya, mereka tetap bertanggung jawab untuk pengolahan sampah itu dilakukan pemilahan di pasarnya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Pramono menyampaikan, pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya selama ini menghasilkan 500 ton sampah per hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan demikian, yang tidak termasuk dalam Pasar Jaya, di luar 500 ton yang selama ini menjadi tanggung jawab Pasar Jaya, kami akan secara khusus untuk menangani ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono meninjau pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindak lanjut program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekira 5 ton sampah organik setiap hari. Sampah itu nantinya diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
Ia percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewajibkan seluruh pasar di Ibu Kota untuk memilih sampah sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir. Hal ini sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber, yang telah dimulai sejak 10 Mei 2026&#13;
&#13;
1. 500 Ton Sampah Per Hari&#13;
&#13;
Ia menyampaikan, selama ini sampah dari pasar langsung dikirim ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi, tanpa proses pemilihan. Namun, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah jenis residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasar Jaya kan punya 153 pasar dan sebenarnya hampir semua pasar yang ada di Jakarta itu dikelola oleh Pasar Jaya. Memang ada beberapa pasar tambahan, ada berapa Pak? Sekitar seratusan,&amp;quot; ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, progam pemilahan sampah akan diberlakukan sama, baik untuk pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya maupun pasar non-Pasar Jaya. Pasalnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengelolaan pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memperlakukan hal yang sama, baik itu yang di Pasar Jaya maupun non-Pasar Jaya, mereka tetap bertanggung jawab untuk pengolahan sampah itu dilakukan pemilahan di pasarnya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Pramono menyampaikan, pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya selama ini menghasilkan 500 ton sampah per hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan demikian, yang tidak termasuk dalam Pasar Jaya, di luar 500 ton yang selama ini menjadi tanggung jawab Pasar Jaya, kami akan secara khusus untuk menangani ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono meninjau pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindak lanjut program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekira 5 ton sampah organik setiap hari. Sampah itu nantinya diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
Ia percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
