<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Kramat Jati Hasilkan 5 Ton Sampah per Hari, Pramono Siapkan Pengolahan Jadi Pupuk</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217700/pasar-kramat-jati-hasilkan-5-ton-sampah-per-hari-pramono-siapkan-pengolahan-jadi-pupuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217700/pasar-kramat-jati-hasilkan-5-ton-sampah-per-hari-pramono-siapkan-pengolahan-jadi-pupuk"/><item><title>Pasar Kramat Jati Hasilkan 5 Ton Sampah per Hari, Pramono Siapkan Pengolahan Jadi Pupuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217700/pasar-kramat-jati-hasilkan-5-ton-sampah-per-hari-pramono-siapkan-pengolahan-jadi-pupuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217700/pasar-kramat-jati-hasilkan-5-ton-sampah-per-hari-pramono-siapkan-pengolahan-jadi-pupuk</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217700/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-fWYH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217700/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-fWYH_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar 5 ton sampah organik setiap hari. Sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari ada 5 ton sampah. Nanti akan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi pertamanan dan lainnya, termasuk bekerja sama dengan Pupuk Indonesia,&amp;rdquo; kata Pramono kepada wartawan, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono meyakini pengolahan tersebut dapat membantu mengurangi beban penumpukan sampah di TPST Bantargebang. Terlebih, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka akan sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyampaikan, ke depan pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di pasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mendorong sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk melakukan langkah serupa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan hanya pelaku di pasar, nanti di horeka yaitu hotel, restoran, dan kafe, kami juga akan memperlakukan hal yang sama karena volumenya juga cukup besar, termasuk di rumah tangga,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati akan menghasilkan produk berbentuk cairan dan kompos. Kedua produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti yang tadi kita lihat bersama, ada dua hasilnya, satu berupa cairan dan satu berupa kompos. Nantinya bisa menjadi pupuk organik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar 5 ton sampah organik setiap hari. Sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari ada 5 ton sampah. Nanti akan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi pertamanan dan lainnya, termasuk bekerja sama dengan Pupuk Indonesia,&amp;rdquo; kata Pramono kepada wartawan, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono meyakini pengolahan tersebut dapat membantu mengurangi beban penumpukan sampah di TPST Bantargebang. Terlebih, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka akan sangat bermanfaat untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyampaikan, ke depan pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di pasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mendorong sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk melakukan langkah serupa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan hanya pelaku di pasar, nanti di horeka yaitu hotel, restoran, dan kafe, kami juga akan memperlakukan hal yang sama karena volumenya juga cukup besar, termasuk di rumah tangga,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, pengolahan sampah di Pasar Kramat Jati akan menghasilkan produk berbentuk cairan dan kompos. Kedua produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti yang tadi kita lihat bersama, ada dua hasilnya, satu berupa cairan dan satu berupa kompos. Nantinya bisa menjadi pupuk organik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
