<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Masih Jaga Gedung Hayam Wuruk Pascapenggerebekan Judol Internasional</title><description>Polda Metro Jaya masih menempatkan sejumlah anggota Brimob untuk melakukan penjagaan di gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pascapenindakan praktik judi online internasional beberapa waktu lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217768/polisi-masih-jaga-gedung-hayam-wuruk-pascapenggerebekan-judol-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217768/polisi-masih-jaga-gedung-hayam-wuruk-pascapenggerebekan-judol-internasional"/><item><title>Polisi Masih Jaga Gedung Hayam Wuruk Pascapenggerebekan Judol Internasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217768/polisi-masih-jaga-gedung-hayam-wuruk-pascapenggerebekan-judol-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/338/3217768/polisi-masih-jaga-gedung-hayam-wuruk-pascapenggerebekan-judol-internasional</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 16:57 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217768/kabid_humas_polda_metro_jaya_kombes_budi-veE6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217768/kabid_humas_polda_metro_jaya_kombes_budi-veE6_large.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polda Metro Jaya masih menempatkan sejumlah anggota Brimob untuk melakukan penjagaan di gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pascapenindakan praktik judi online internasional beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Benar, saat ini masih terdapat personel Brimob Polda Metro Jaya yang melaksanakan penjagaan di kawasan Apartemen Hayam Wuruk,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Budi menjelaskan, penjagaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, personel yang disiagakan sebanyak satu pleton atau 30 personel Brimob Polda Metro Jaya yang dipimpin Ipda Hamdan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait durasi penjagaan, pelaksanaannya bersifat situasional dengan mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan pengamanan di lapangan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membongkar praktik pengelolaan judi online yang beroperasi di sebuah kantor di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Total 321 orang warga negara asing (WNA) ditangkap dalam pengungkapan kasus tersebut.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra mengatakan aktivitas judi online itu merupakan jaringan internasional yang dilakukan secara terorganisir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari para pelaku yang berhasil kita amankan jumlahnya mencapai 321 orang,&amp;rdquo; ujar Wira dalam konferensi pers di Hayam Wuruk Tower Plaza, Sabtu (9/5/2026).&#13;
&#13;
Wira menambahkan, pelaku terbanyak berasal dari Vietnam dengan total 228 orang. Kemudian China 57 orang, Myanmar 13 orang, Laos 11 orang, Thailand 5 orang, Kamboja 3 orang, dan Malaysia 3 orang.&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menjalankan atau mengoperasikan setidaknya 75 situs judi daring. Polisi masih mendalami lebih lanjut terkait kasus tersebut.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polda Metro Jaya masih menempatkan sejumlah anggota Brimob untuk melakukan penjagaan di gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pascapenindakan praktik judi online internasional beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Benar, saat ini masih terdapat personel Brimob Polda Metro Jaya yang melaksanakan penjagaan di kawasan Apartemen Hayam Wuruk,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Budi menjelaskan, penjagaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, personel yang disiagakan sebanyak satu pleton atau 30 personel Brimob Polda Metro Jaya yang dipimpin Ipda Hamdan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait durasi penjagaan, pelaksanaannya bersifat situasional dengan mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan pengamanan di lapangan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membongkar praktik pengelolaan judi online yang beroperasi di sebuah kantor di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Total 321 orang warga negara asing (WNA) ditangkap dalam pengungkapan kasus tersebut.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra mengatakan aktivitas judi online itu merupakan jaringan internasional yang dilakukan secara terorganisir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari para pelaku yang berhasil kita amankan jumlahnya mencapai 321 orang,&amp;rdquo; ujar Wira dalam konferensi pers di Hayam Wuruk Tower Plaza, Sabtu (9/5/2026).&#13;
&#13;
Wira menambahkan, pelaku terbanyak berasal dari Vietnam dengan total 228 orang. Kemudian China 57 orang, Myanmar 13 orang, Laos 11 orang, Thailand 5 orang, Kamboja 3 orang, dan Malaysia 3 orang.&#13;
&#13;
Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menjalankan atau mengoperasikan setidaknya 75 situs judi daring. Polisi masih mendalami lebih lanjut terkait kasus tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
