<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenderal Kopassus Ini Ingin Berhenti dari Tentara Usai Pangkatnya Diturunkan</title><description>Selain itu, sebelum bertemu Yani, Sarwo pernah mendaftar menjadi heiho (pembantu tentara). Tugas Sarwo hanya memotong rumput serta membersihkan WC dan tempat tidur tentara Jepang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/340/3217529/jenderal-kopassus-ini-ingin-berhenti-dari-tentara-usai-pangkatnya-diturunkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/11/340/3217529/jenderal-kopassus-ini-ingin-berhenti-dari-tentara-usai-pangkatnya-diturunkan"/><item><title>Jenderal Kopassus Ini Ingin Berhenti dari Tentara Usai Pangkatnya Diturunkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/11/340/3217529/jenderal-kopassus-ini-ingin-berhenti-dari-tentara-usai-pangkatnya-diturunkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/11/340/3217529/jenderal-kopassus-ini-ingin-berhenti-dari-tentara-usai-pangkatnya-diturunkan</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/10/340/3217529/tni-IR3J_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prajurit Kopassus/TNI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/10/340/3217529/tni-IR3J_large.jpg</image><title>Prajurit Kopassus/TNI</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pangkat Sarwo Edhie Wibowo pernah diturunkan oleh Ahmad Yani, dari Kapten menjadi Letnan Satu (Lettu). Hal ini membuat hubungan keduanya tidak harmonis.&#13;
&#13;
Melansir buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, Minggu (10/5/2026), Ahmad Yani mengajak Sarwo bergabung dalam Batalion III Badan Keamanan Rakyat. Batalion itu dikomandani oleh Yani sedangkan Sarwo bertugas membawa mortir.&#13;
&#13;
Kemudian, saat Yani membentuk Batalion baru, Sarwo yang malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini&amp;nbsp;diangkat menjadi komandan kompi Batalion V Brigade IX Divisi Diponegoro sampai 1951.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, sebelum bertemu Yani, Sarwo pernah mendaftar menjadi heiho (pembantu tentara). Tugas Sarwo hanya memotong rumput serta membersihkan WC dan tempat tidur tentara Jepang.&#13;
&#13;
Seusai pangkatnya diturunkan, Sarwo patah arang sampai menangis. Dia pulang ke Purworejo dan memberitahu ibunya. &amp;quot;Saya berhenti dari tentara,&amp;quot; kata Sarwo kepada ibunya.&#13;
&#13;
Surtini, ibu Sarwo menanggapi dingin. &amp;quot;Kalau kamu jadi tentara hanya mengejar pangkat, silakan keluar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Yani mendengar cerita itu. Dengan menggunakan bahasa Belanda, Yani menitipkan pesan untuk Sarwo bahwa dia tidak akan melupakannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya memang pernah menyakitkan hati dia. Tapi saya tidak akan pernah melupakan dia,&amp;quot; tutup Yani.&#13;
&#13;
Sarwo Edhie Wibowo pun berhasil mendapatkan pangkat jenderal TNI. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Kopassus ini pada 10 November 2025.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pangkat Sarwo Edhie Wibowo pernah diturunkan oleh Ahmad Yani, dari Kapten menjadi Letnan Satu (Lettu). Hal ini membuat hubungan keduanya tidak harmonis.&#13;
&#13;
Melansir buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, Minggu (10/5/2026), Ahmad Yani mengajak Sarwo bergabung dalam Batalion III Badan Keamanan Rakyat. Batalion itu dikomandani oleh Yani sedangkan Sarwo bertugas membawa mortir.&#13;
&#13;
Kemudian, saat Yani membentuk Batalion baru, Sarwo yang malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini&amp;nbsp;diangkat menjadi komandan kompi Batalion V Brigade IX Divisi Diponegoro sampai 1951.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, sebelum bertemu Yani, Sarwo pernah mendaftar menjadi heiho (pembantu tentara). Tugas Sarwo hanya memotong rumput serta membersihkan WC dan tempat tidur tentara Jepang.&#13;
&#13;
Seusai pangkatnya diturunkan, Sarwo patah arang sampai menangis. Dia pulang ke Purworejo dan memberitahu ibunya. &amp;quot;Saya berhenti dari tentara,&amp;quot; kata Sarwo kepada ibunya.&#13;
&#13;
Surtini, ibu Sarwo menanggapi dingin. &amp;quot;Kalau kamu jadi tentara hanya mengejar pangkat, silakan keluar,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Yani mendengar cerita itu. Dengan menggunakan bahasa Belanda, Yani menitipkan pesan untuk Sarwo bahwa dia tidak akan melupakannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya memang pernah menyakitkan hati dia. Tapi saya tidak akan pernah melupakan dia,&amp;quot; tutup Yani.&#13;
&#13;
Sarwo Edhie Wibowo pun berhasil mendapatkan pangkat jenderal TNI. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Kopassus ini pada 10 November 2025.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
