<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Duga Syekh Ahmad Al Misry Sembunyikan Status Kewarganegaraan Mesir</title><description>Sekretaris NCB Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko menduga Ahmad sengaja menyembunyikan status kewarganegaraan Mesir yang ia punya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217885/polri-duga-syekh-ahmad-al-misry-sembunyikan-status-kewarganegaraan-mesir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217885/polri-duga-syekh-ahmad-al-misry-sembunyikan-status-kewarganegaraan-mesir"/><item><title>Polri Duga Syekh Ahmad Al Misry Sembunyikan Status Kewarganegaraan Mesir</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217885/polri-duga-syekh-ahmad-al-misry-sembunyikan-status-kewarganegaraan-mesir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217885/polri-duga-syekh-ahmad-al-misry-sembunyikan-status-kewarganegaraan-mesir</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3217885/syekh_ahmad_al_misry-fQRo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polri Duga Syekh Ahmad Al Misry Sembunyikan Status Kewarganegaraan Mesir (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3217885/syekh_ahmad_al_misry-fQRo_large.jpg</image><title>Polri Duga Syekh Ahmad Al Misry Sembunyikan Status Kewarganegaraan Mesir (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri menduga tersangka kasus pelecehan seksual Syekh Ahmad Al Misry memiliki dua status kewarganegaraan. Dalam hal ini, ia memiliki kewarganegaraan Indonesia dan Mesir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Diduga Punya 2 Kewarganegaraan&#13;
&#13;
&amp;quot;Tampaknya begitu (mempunyai dua kewarganegaraan-red),&amp;quot; kata Sekretaris NCB Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (12/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untung menduga Ahmad sengaja menyembunyikan status kewarganegaraan Mesir yang ia punya. Oleh karena itu, ia menyebut pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Mesir&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewarganegaraan beliau harusnya Indonesia. Tapi, beliau rupanya menyembunyikan kewarganegaraan Mesirnya,&amp;quot; ujar Untung.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Divisi Hubinter Polri mengajukan status red notice untuk tersangka pelecehan seksual Syekh Ahmad Al Misry ke Interpol.&#13;
&#13;
Kabag Jatranin Sekretaris NCB Interpol, Kombes Ricky Purnama menyebutkan, pengajuan red notice itu usai Syekh Ahmad Al Misry diduga tidak berada di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedang dalam proses pengajuan red notice-nya melalui portal Interpol,&amp;quot; ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Ricky menegaskan saat ini tersangka Syekh Ahmad Al Misry telah berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). Ia mengatakan kewarganegaraan itu didapati pelaku setelah sempat menjalani proses naturalisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau status WNI-nya sudah tervalidasi (disetujui), melalui jalur naturalisasi dengan usulan sebagai pasangan kawin campur dengan wanita Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syekh Ahmad Al Misry resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh Bareskrim Polri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, penetapan tersangka dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO usai melaksanakan gelar perkara, pada Rabu (22/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan kuasa hukum para korban, Benny Jehadu, Syekh Ahmad Al Misry sering mengisi acara televisi sebagai juri hafiz Alquran.&#13;
&#13;
Kasus tindak asusila ini memakan korban lebih dari satu orang. Kuasa hukum menyebutkan seluruh kliennya mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam akibat kejadian tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri menduga tersangka kasus pelecehan seksual Syekh Ahmad Al Misry memiliki dua status kewarganegaraan. Dalam hal ini, ia memiliki kewarganegaraan Indonesia dan Mesir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Diduga Punya 2 Kewarganegaraan&#13;
&#13;
&amp;quot;Tampaknya begitu (mempunyai dua kewarganegaraan-red),&amp;quot; kata Sekretaris NCB Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (12/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untung menduga Ahmad sengaja menyembunyikan status kewarganegaraan Mesir yang ia punya. Oleh karena itu, ia menyebut pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Mesir&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kewarganegaraan beliau harusnya Indonesia. Tapi, beliau rupanya menyembunyikan kewarganegaraan Mesirnya,&amp;quot; ujar Untung.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Divisi Hubinter Polri mengajukan status red notice untuk tersangka pelecehan seksual Syekh Ahmad Al Misry ke Interpol.&#13;
&#13;
Kabag Jatranin Sekretaris NCB Interpol, Kombes Ricky Purnama menyebutkan, pengajuan red notice itu usai Syekh Ahmad Al Misry diduga tidak berada di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedang dalam proses pengajuan red notice-nya melalui portal Interpol,&amp;quot; ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Ricky menegaskan saat ini tersangka Syekh Ahmad Al Misry telah berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). Ia mengatakan kewarganegaraan itu didapati pelaku setelah sempat menjalani proses naturalisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau status WNI-nya sudah tervalidasi (disetujui), melalui jalur naturalisasi dengan usulan sebagai pasangan kawin campur dengan wanita Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syekh Ahmad Al Misry resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh Bareskrim Polri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan, penetapan tersangka dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO usai melaksanakan gelar perkara, pada Rabu (22/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan keterangan kuasa hukum para korban, Benny Jehadu, Syekh Ahmad Al Misry sering mengisi acara televisi sebagai juri hafiz Alquran.&#13;
&#13;
Kasus tindak asusila ini memakan korban lebih dari satu orang. Kuasa hukum menyebutkan seluruh kliennya mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam akibat kejadian tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
