<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi Dahsyat, Tinggi Kolom Abu Capai 4.300 Meter!</title><description>Gunung Dukono, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dahsyat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat tinggi kolom abu teramati ± 4.300 m di atas puncak (± 5.387 m di atas permukaan laut). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217951/gunung-dukono-kembali-erupsi-dahsyat-tinggi-kolom-abu-capai-4-300-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217951/gunung-dukono-kembali-erupsi-dahsyat-tinggi-kolom-abu-capai-4-300-meter"/><item><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi Dahsyat, Tinggi Kolom Abu Capai 4.300 Meter!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217951/gunung-dukono-kembali-erupsi-dahsyat-tinggi-kolom-abu-capai-4-300-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3217951/gunung-dukono-kembali-erupsi-dahsyat-tinggi-kolom-abu-capai-4-300-meter</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3217951/gunung_dukono_kembali_erupsi_dahsyat-q1Qz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Kembali Erupsi Dahsyat (foto: Magma Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3217951/gunung_dukono_kembali_erupsi_dahsyat-q1Qz_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi Dahsyat (foto: Magma Indonesia)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dahsyat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 4.300 m di atas puncak (&amp;plusmn; 5.387 m di atas permukaan laut).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat laut,&amp;quot; tulis PVMBG, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
PVMBG melaporkan erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo 34mm, dan durasi 53.80 detik. Saat ini, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, PVMBG melaporkan bahwa Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengungkapkan, bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik dapat terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dahsyat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 4.300 m di atas puncak (&amp;plusmn; 5.387 m di atas permukaan laut).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat laut,&amp;quot; tulis PVMBG, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
PVMBG melaporkan erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo 34mm, dan durasi 53.80 detik. Saat ini, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, PVMBG melaporkan bahwa Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengungkapkan, bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik dapat terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
