<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendeta Gilbert Sebut Kasus Video Dipotong Banyak Tokoh Jadi Korban, Dari JK hingga Ahok</title><description>Gilbert menilai polemik tersebut bermula dari adanya pihak yang memotong video sehingga isi pernyataan menjadi tidak utuh dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3218093/pendeta-gilbert-sebut-kasus-video-dipotong-banyak-tokoh-jadi-korban-dari-jk-hingga-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3218093/pendeta-gilbert-sebut-kasus-video-dipotong-banyak-tokoh-jadi-korban-dari-jk-hingga-ahok"/><item><title>Pendeta Gilbert Sebut Kasus Video Dipotong Banyak Tokoh Jadi Korban, Dari JK hingga Ahok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3218093/pendeta-gilbert-sebut-kasus-video-dipotong-banyak-tokoh-jadi-korban-dari-jk-hingga-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/337/3218093/pendeta-gilbert-sebut-kasus-video-dipotong-banyak-tokoh-jadi-korban-dari-jk-hingga-ahok</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 23:00 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3218093/viral-7xaN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendeta Gilbert Sebut Kasus Video Dipotong Banyak Tokoh Jadi Korban</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/12/337/3218093/viral-7xaN_large.jpg</image><title>Pendeta Gilbert Sebut Kasus Video Dipotong Banyak Tokoh Jadi Korban</title></images><description>JAKARTA - Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre (FC), Gilbert Lumoindong menanggapi polemik dugaan penistaan agama yang melibatkan akademisi Ade Armando dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.&#13;
&#13;
Gilbert menilai polemik tersebut bermula dari adanya pihak yang memotong video sehingga isi pernyataan menjadi tidak utuh dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Buat saya persoalannya bukannya bung Ade atau Pak JK, tapi persoalannya siapa yang potong barang ini,&amp;quot; ujar Gilbert dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (12/5/2026) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Gilbert, kasus video yang dipotong hingga menimbulkan kesalahpahaman bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut banyak pihak pernah menjadi korban dari potongan video yang beredar di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapain dipotong-potong dan sudah banyak banyak korban, Ahok korban potongan, saya aja pernah dilaporkan karena potongan dan terus-menerus ini tuh, mungkin pelajaran buat kita,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Gilbert juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh potongan informasi yang viral di media sosial. Ia meminta publik lebih cermat dalam menerima dan memahami suatu informasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ini, maaf kalau pakai istilah saya, kita ini di media sosial genit itu. Pokoknya ada sesuatu yang seksi langsung samber. Kita harus lebih pintar dikit dulu,&amp;quot; ujar Gilbert.&#13;
&#13;
Gilbert mengaku dirinya juga pernah menjadi korban potongan video hingga dilaporkan. Saat itu, kata dia, Jusuf Kalla dan Ade Armando justru menjadi pihak yang membelanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya nih pernah korban (potongan video), diserang Farhat Abbas, yang bela saya pertama pak JK yang kedua bung Ade, pak JK saya telepon hari Minggu, Senin pagi saya langsung menghadap,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre (FC), Gilbert Lumoindong menanggapi polemik dugaan penistaan agama yang melibatkan akademisi Ade Armando dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.&#13;
&#13;
Gilbert menilai polemik tersebut bermula dari adanya pihak yang memotong video sehingga isi pernyataan menjadi tidak utuh dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Buat saya persoalannya bukannya bung Ade atau Pak JK, tapi persoalannya siapa yang potong barang ini,&amp;quot; ujar Gilbert dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (12/5/2026) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Gilbert, kasus video yang dipotong hingga menimbulkan kesalahpahaman bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut banyak pihak pernah menjadi korban dari potongan video yang beredar di media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapain dipotong-potong dan sudah banyak banyak korban, Ahok korban potongan, saya aja pernah dilaporkan karena potongan dan terus-menerus ini tuh, mungkin pelajaran buat kita,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Gilbert juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh potongan informasi yang viral di media sosial. Ia meminta publik lebih cermat dalam menerima dan memahami suatu informasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ini, maaf kalau pakai istilah saya, kita ini di media sosial genit itu. Pokoknya ada sesuatu yang seksi langsung samber. Kita harus lebih pintar dikit dulu,&amp;quot; ujar Gilbert.&#13;
&#13;
Gilbert mengaku dirinya juga pernah menjadi korban potongan video hingga dilaporkan. Saat itu, kata dia, Jusuf Kalla dan Ade Armando justru menjadi pihak yang membelanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya nih pernah korban (potongan video), diserang Farhat Abbas, yang bela saya pertama pak JK yang kedua bung Ade, pak JK saya telepon hari Minggu, Senin pagi saya langsung menghadap,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
