<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerakan Pilah Sampah, Pramono Siapkan Sarana-Prasarana di Permukiman </title><description>Ia menekankan, progam pilah sampah ini harus dijalankan secara berkelanjutan oleh warga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217783/gerakan-pilah-sampah-pramono-siapkan-sarana-prasarana-di-permukiman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217783/gerakan-pilah-sampah-pramono-siapkan-sarana-prasarana-di-permukiman"/><item><title>Gerakan Pilah Sampah, Pramono Siapkan Sarana-Prasarana di Permukiman </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217783/gerakan-pilah-sampah-pramono-siapkan-sarana-prasarana-di-permukiman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217783/gerakan-pilah-sampah-pramono-siapkan-sarana-prasarana-di-permukiman</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 01:08 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217783/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-ruqJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerakan Pilah Sampah, Pramono Siapkan Sarana-Prasarana di Permukiman  (Danandaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/338/3217783/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-ruqJ_large.jpg</image><title>Gerakan Pilah Sampah, Pramono Siapkan Sarana-Prasarana di Permukiman  (Danandaya)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, program pilah sampah sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber telah dimulai Minggu (10/5/2026). Karena baru mulai, jadi masih ada beberapa wilayah yang infrastrukturnya belum memadai.&#13;
&#13;
1. Siapkan Sarana-Prasarana&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, karena ini gerakannya baru kemarin dimulai. Tetapi saya sudah menginstruksikan baik itu kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, RW. Jadi ini gerakannya adalah gerakan yang masif,&amp;quot; ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Namun ke depannya, ia berjanji akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk progam tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menekankan, progam ini harus dijalankan secara berkelanjutan oleh warga. Ini supaya penanganan sampah di Ibu Kota bisa berjalan dengan baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan,&amp;quot; ucap dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono meninjau pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindakan lanjutan dari program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekira 5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah itu nantinya diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, program pilah sampah sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 5 tahun 2026 tentang gerakan pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber telah dimulai Minggu (10/5/2026). Karena baru mulai, jadi masih ada beberapa wilayah yang infrastrukturnya belum memadai.&#13;
&#13;
1. Siapkan Sarana-Prasarana&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, karena ini gerakannya baru kemarin dimulai. Tetapi saya sudah menginstruksikan baik itu kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, RW. Jadi ini gerakannya adalah gerakan yang masif,&amp;quot; ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Namun ke depannya, ia berjanji akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk progam tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menekankan, progam ini harus dijalankan secara berkelanjutan oleh warga. Ini supaya penanganan sampah di Ibu Kota bisa berjalan dengan baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan,&amp;quot; ucap dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono meninjau pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindakan lanjutan dari program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, Pasar Kramat Jati menghasilkan sekira 5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah itu nantinya diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
