<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Hanguskan 4 Gudang di Kalideres, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik Mesin Produksi</title><description>Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran yang menghanguskan empat gudang itu akibat korsleting listrik pada mesin produksi dari gudang freon.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217861/kebakaran-hanguskan-4-gudang-di-kalideres-diduga-disebabkan-korsleting-listrik-mesin-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217861/kebakaran-hanguskan-4-gudang-di-kalideres-diduga-disebabkan-korsleting-listrik-mesin-produksi"/><item><title>Kebakaran Hanguskan 4 Gudang di Kalideres, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik Mesin Produksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217861/kebakaran-hanguskan-4-gudang-di-kalideres-diduga-disebabkan-korsleting-listrik-mesin-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217861/kebakaran-hanguskan-4-gudang-di-kalideres-diduga-disebabkan-korsleting-listrik-mesin-produksi</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/12/338/3217861/kebakaran_gudang_kalideres-VvdB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Hanguskan 4 Gudang di Kalideres, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik Mesin Produksi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/12/338/3217861/kebakaran_gudang_kalideres-VvdB_large.jpg</image><title>Kebakaran Hanguskan 4 Gudang di Kalideres, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik Mesin Produksi (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Kebakaran melanda Pergudangan Miami di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 20.06 WIB. Akibatnya, empat gudang hangus terbakar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah objek terbakar 4 gudang. Gudang plastik, gudang kardus, gudang freon, dan gudang karpet,&amp;rdquo; kata Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran yang menghanguskan empat gudang itu akibat korsleting listrik pada mesin produksi dari gudang freon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaan penyebab sementara akibat korsleting listrik pada mesin produksi gudang freon,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Syaiful menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, pada pukul 20.00 WIB terdengar suara ledakan sebanyak lima kali dari gudang freon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lanjut saksi melihat ada asap dari gudang freon, lokasi dari samping gudang freon dekat WC. Ketika saksi keluar dari gudang melihat api membesar dan saksi melapor ke pos pemadam terdekat,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, hingga saat ini situasi di lokasi kejadian masih tahap pendinginan. Sebanyak 24 unit damkar dan 120 personel dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful mengatakan, saat proses pemadaman, petugas mengalami situasi cukup berbahaya karena di gudang itu terdapat bahan kimia dan gas yang mudah meledak sehingga ledakan-ledakan kecil terus terjadi sejak awal kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk kendala, kita terima gudang ini ternyata isinya banyak bahan kimia sehingga ada banyak gas. Banyak ledakan-ledakan kecil, kayak lontaran parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas,&amp;quot; tuturnya lagi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, hingga dini hari ini, petugas belum dapat memastikan secara rinci jenis bahan yang tersimpan dalam gudang itu. Namun, kondisi asap yang muncul dinilai cukup berbahaya sehingga personel diwajibkan menggunakan alat bantu pernapasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Asapnya juga kita enggak tahu kandungan racunnya apa, jadi anggota yang masuk wajib pakai masker pernapasan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, petugas juga sempat mengoperasikan kendaraan robotik pemadam kebakaran untuk meminimalkan risiko paparan asap beracun dan ledakan terhadap personel di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fungsi robotik ini untuk menghindarkan manusia berhadapan langsung dengan racun-racun dari asap ini. Robotik sempat main sekitar setengah jam, lalu kita mundurkan lagi karena tekanannya harus tinggi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kebakaran melanda Pergudangan Miami di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 20.06 WIB. Akibatnya, empat gudang hangus terbakar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah objek terbakar 4 gudang. Gudang plastik, gudang kardus, gudang freon, dan gudang karpet,&amp;rdquo; kata Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran yang menghanguskan empat gudang itu akibat korsleting listrik pada mesin produksi dari gudang freon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dugaan penyebab sementara akibat korsleting listrik pada mesin produksi gudang freon,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Syaiful menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, pada pukul 20.00 WIB terdengar suara ledakan sebanyak lima kali dari gudang freon.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lanjut saksi melihat ada asap dari gudang freon, lokasi dari samping gudang freon dekat WC. Ketika saksi keluar dari gudang melihat api membesar dan saksi melapor ke pos pemadam terdekat,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, hingga saat ini situasi di lokasi kejadian masih tahap pendinginan. Sebanyak 24 unit damkar dan 120 personel dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful mengatakan, saat proses pemadaman, petugas mengalami situasi cukup berbahaya karena di gudang itu terdapat bahan kimia dan gas yang mudah meledak sehingga ledakan-ledakan kecil terus terjadi sejak awal kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk kendala, kita terima gudang ini ternyata isinya banyak bahan kimia sehingga ada banyak gas. Banyak ledakan-ledakan kecil, kayak lontaran parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas,&amp;quot; tuturnya lagi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, hingga dini hari ini, petugas belum dapat memastikan secara rinci jenis bahan yang tersimpan dalam gudang itu. Namun, kondisi asap yang muncul dinilai cukup berbahaya sehingga personel diwajibkan menggunakan alat bantu pernapasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Asapnya juga kita enggak tahu kandungan racunnya apa, jadi anggota yang masuk wajib pakai masker pernapasan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, petugas juga sempat mengoperasikan kendaraan robotik pemadam kebakaran untuk meminimalkan risiko paparan asap beracun dan ledakan terhadap personel di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fungsi robotik ini untuk menghindarkan manusia berhadapan langsung dengan racun-racun dari asap ini. Robotik sempat main sekitar setengah jam, lalu kita mundurkan lagi karena tekanannya harus tinggi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
