<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Selidiki Dugaan Prostitusi Anak Libatkan WN Jepang di Jakarta</title><description>Polda Metro Jaya mengusut dugaan praktik prostitusi anak yang diduga melibatkan warga negara asing (WNA) di Jakarta. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217934/polisi-selidiki-dugaan-prostitusi-anak-libatkan-wn-jepang-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217934/polisi-selidiki-dugaan-prostitusi-anak-libatkan-wn-jepang-di-jakarta"/><item><title>Polisi Selidiki Dugaan Prostitusi Anak Libatkan WN Jepang di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217934/polisi-selidiki-dugaan-prostitusi-anak-libatkan-wn-jepang-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/338/3217934/polisi-selidiki-dugaan-prostitusi-anak-libatkan-wn-jepang-di-jakarta</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/12/338/3217934/kabid_humas_polda_metro_jaya_kombes_budi-e4uX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/12/338/3217934/kabid_humas_polda_metro_jaya_kombes_budi-e4uX_large.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengusut dugaan praktik prostitusi anak yang diduga melibatkan warga negara asing (WNA) di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah viral di media sosial X, terkait percakapan sejumlah akun berbahasa Jepang yang diduga membahas eksploitasi seksual anak di Indonesia.&#13;
&#13;
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).&#13;
&#13;
&amp;quot;Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait dengan anak-anak di bawah umur, saat ini masih didalami oleh Direktorat Siber dan Direktorat PPA-PPO,&amp;quot; kata Budi kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi menegaskan, kepolisian tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi anak. Menurutnya, kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kelompok rentan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak akan memberikan ruang terhadap eksploitasi anak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, penyelidikan kasus ini diprioritaskan untuk mengungkap fakta di balik dugaan praktik prostitusi anak tersebut. Polisi juga mendalami berbagai faktor yang membuat anak-anak rentan menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada faktor ekonomi, faktor sosial, hingga pengaruh lingkungan. Tapi yang jelas kasus ini menjadi prioritas karena berkaitan dengan anak, perempuan, dan kaum rentan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, media sosial X dihebohkan dengan unggahan yang menyebut adanya WN Jepang saling berbagi informasi terkait prostitusi anak di Jakarta. Mereka diduga berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang dan membahas pengalaman maupun cara mencari korban anak di bawah umur di Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengusut dugaan praktik prostitusi anak yang diduga melibatkan warga negara asing (WNA) di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah viral di media sosial X, terkait percakapan sejumlah akun berbahasa Jepang yang diduga membahas eksploitasi seksual anak di Indonesia.&#13;
&#13;
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).&#13;
&#13;
&amp;quot;Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait dengan anak-anak di bawah umur, saat ini masih didalami oleh Direktorat Siber dan Direktorat PPA-PPO,&amp;quot; kata Budi kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi menegaskan, kepolisian tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi anak. Menurutnya, kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kelompok rentan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak akan memberikan ruang terhadap eksploitasi anak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, penyelidikan kasus ini diprioritaskan untuk mengungkap fakta di balik dugaan praktik prostitusi anak tersebut. Polisi juga mendalami berbagai faktor yang membuat anak-anak rentan menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada faktor ekonomi, faktor sosial, hingga pengaruh lingkungan. Tapi yang jelas kasus ini menjadi prioritas karena berkaitan dengan anak, perempuan, dan kaum rentan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, media sosial X dihebohkan dengan unggahan yang menyebut adanya WN Jepang saling berbagi informasi terkait prostitusi anak di Jakarta. Mereka diduga berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang dan membahas pengalaman maupun cara mencari korban anak di bawah umur di Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
