<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! Anak Bunuh Ibu Kandung, Hantam Kepala Korban dengan Cobek hingga Pecah</title><description>Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto mengatakan, korban ditemukan berlumuran darah oleh anak korban sekaligus kakak pelaku.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/340/3217733/tragis-anak-bunuh-ibu-kandung-hantam-kepala-korban-dengan-cobek-hingga-pecah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/12/340/3217733/tragis-anak-bunuh-ibu-kandung-hantam-kepala-korban-dengan-cobek-hingga-pecah"/><item><title>Tragis! Anak Bunuh Ibu Kandung, Hantam Kepala Korban dengan Cobek hingga Pecah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/12/340/3217733/tragis-anak-bunuh-ibu-kandung-hantam-kepala-korban-dengan-cobek-hingga-pecah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/12/340/3217733/tragis-anak-bunuh-ibu-kandung-hantam-kepala-korban-dengan-cobek-hingga-pecah</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2026 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/340/3217733/pembunuhan-XOBS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Anak Bunuh Ibu Kandung, Hantam Kepala Korban dengan Cobek hingga Pecah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/340/3217733/pembunuhan-XOBS_large.jpg</image><title> Anak Bunuh Ibu Kandung, Hantam Kepala Korban dengan Cobek hingga Pecah</title></images><description>PEKALONGAN &amp;nbsp;- Seorang ibu tewas dianiaya oleh anak kandungnya sendiri hingga meninggal dunia&amp;nbsp;di rumahnya Jalan Gotong Royong, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin&amp;nbsp; (11/5/2026). &amp;nbsp;Korban meninggal setelah mendapat perawatan medis akibat luka fatal di bagian tengkorak kepala.&#13;
&#13;
Korban diketahui bernama Tarsimi (66) harus meregang nyawa usai mendapat perawatan medis selama dua jam di Rumah Sakit Siti Khotidjah. Pelaku bernama M Sidik Permana (25) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto mengatakan, korban ditemukan berlumuran darah oleh anak korban sekaligus kakak pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami baru mendapat informasi pada Senin pagi dan langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,&amp;rdquo;ujar AKP Setiyanto.&#13;
&#13;
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa cobek batu yang menyebabkan korban meninggal dunia karena benturan keras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada jasad korban, sementara pelaku masih dilakukan observasi kejiwaan di RS Djunaid untuk menentukan kepastian hukum yang akan menjerat pelaku,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>PEKALONGAN &amp;nbsp;- Seorang ibu tewas dianiaya oleh anak kandungnya sendiri hingga meninggal dunia&amp;nbsp;di rumahnya Jalan Gotong Royong, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin&amp;nbsp; (11/5/2026). &amp;nbsp;Korban meninggal setelah mendapat perawatan medis akibat luka fatal di bagian tengkorak kepala.&#13;
&#13;
Korban diketahui bernama Tarsimi (66) harus meregang nyawa usai mendapat perawatan medis selama dua jam di Rumah Sakit Siti Khotidjah. Pelaku bernama M Sidik Permana (25) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto mengatakan, korban ditemukan berlumuran darah oleh anak korban sekaligus kakak pelaku.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami baru mendapat informasi pada Senin pagi dan langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi,&amp;rdquo;ujar AKP Setiyanto.&#13;
&#13;
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa cobek batu yang menyebabkan korban meninggal dunia karena benturan keras.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada jasad korban, sementara pelaku masih dilakukan observasi kejiwaan di RS Djunaid untuk menentukan kepastian hukum yang akan menjerat pelaku,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
