<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Unggah Peta Venezuela sebagai Negara Bagian ke-51 AS</title><description>Komentar Trump tersebut mendapat penolakan keras dari Venezuela dan Kolombia. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/18/3218156/trump-unggah-peta-venezuela-sebagai-negara-bagian-ke-51-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/13/18/3218156/trump-unggah-peta-venezuela-sebagai-negara-bagian-ke-51-as"/><item><title>Trump Unggah Peta Venezuela sebagai Negara Bagian ke-51 AS</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/18/3218156/trump-unggah-peta-venezuela-sebagai-negara-bagian-ke-51-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/13/18/3218156/trump-unggah-peta-venezuela-sebagai-negara-bagian-ke-51-as</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2026 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/13/18/3218156/venezuela_51st_state-ewzu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump mengunggah grafik menunjukkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. (Foto: X/@WhiteHouse)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/13/18/3218156/venezuela_51st_state-ewzu_large.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump mengunggah grafik menunjukkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. (Foto: X/@WhiteHouse)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengunggah grafik peta di platform Truth Social miliknya yang menggambarkan Venezuela dengan bendera Amerika di dalamnya dan label &amp;quot;Negara Bagian ke-51&amp;quot;. Unggahan itu tampaknya menegaskan keinginan Trump untuk menjadikan Venezuela sebagai bagian dari AS.&#13;
&#13;
Pada Senin (11/5/2026), Trump menyampaikan komentar kepada Fox News bahwa ia &amp;quot;secara serius mempertimbangkan&amp;quot; untuk menjadikan negara Amerika Selatan itu sebagai negara bagian baru.&#13;
&#13;
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodr&amp;iacute;guez, menolak gagasan tersebut. Ia menyatakan bahwa negaranya &amp;quot;tidak pernah&amp;quot; mempertimbangkan untuk menjadi negara ke-51, bahkan setelah pasukan AS menangkap pemimpin yang digulingkan, Nicol&amp;aacute;s Maduro, pada Januari lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan kemerdekaan kami, dan kami akan terus membela integritas, kedaulatan, serta kemerdekaan,&amp;quot; kata Rodr&amp;iacute;guez kepada wartawan di Mahkamah Internasional, Den Haag, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Rodr&amp;iacute;guez telah mengawasi pencairan hubungan dengan Washington sejak menjabat, termasuk mengesahkan reformasi untuk membuka kembali sektor pertambangan dan minyak bagi perusahaan asing. Namun, ia tetap teguh pada prinsip kedaulatan negara.&#13;
&#13;
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, juga mengecam langkah tersebut dan menyebut gagasan itu &amp;quot;sama sekali bertentangan&amp;quot; dengan cita-cita Sim&amp;oacute;n Bol&amp;iacute;var. Petro berpendapat bahwa perubahan sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa &amp;quot;kehendak rakyat Venezuela.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump dikutip mengatakan bahwa AS telah mengendalikan negara kaya minyak itu setelah penangkapan Maduro pada 2 Januari. Sementara pihak oposisi Venezuela menuntut pemilihan umum, Rodr&amp;iacute;guez menyatakan pada 1 Mei bahwa ia &amp;quot;tidak tahu&amp;quot; kapan pemungutan suara baru akan digelar, sembari mengisyaratkan bahwa hal itu baru akan terjadi &amp;quot;suatu saat nanti.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengunggah grafik peta di platform Truth Social miliknya yang menggambarkan Venezuela dengan bendera Amerika di dalamnya dan label &amp;quot;Negara Bagian ke-51&amp;quot;. Unggahan itu tampaknya menegaskan keinginan Trump untuk menjadikan Venezuela sebagai bagian dari AS.&#13;
&#13;
Pada Senin (11/5/2026), Trump menyampaikan komentar kepada Fox News bahwa ia &amp;quot;secara serius mempertimbangkan&amp;quot; untuk menjadikan negara Amerika Selatan itu sebagai negara bagian baru.&#13;
&#13;
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodr&amp;iacute;guez, menolak gagasan tersebut. Ia menyatakan bahwa negaranya &amp;quot;tidak pernah&amp;quot; mempertimbangkan untuk menjadi negara ke-51, bahkan setelah pasukan AS menangkap pemimpin yang digulingkan, Nicol&amp;aacute;s Maduro, pada Januari lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan kemerdekaan kami, dan kami akan terus membela integritas, kedaulatan, serta kemerdekaan,&amp;quot; kata Rodr&amp;iacute;guez kepada wartawan di Mahkamah Internasional, Den Haag, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Rodr&amp;iacute;guez telah mengawasi pencairan hubungan dengan Washington sejak menjabat, termasuk mengesahkan reformasi untuk membuka kembali sektor pertambangan dan minyak bagi perusahaan asing. Namun, ia tetap teguh pada prinsip kedaulatan negara.&#13;
&#13;
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, juga mengecam langkah tersebut dan menyebut gagasan itu &amp;quot;sama sekali bertentangan&amp;quot; dengan cita-cita Sim&amp;oacute;n Bol&amp;iacute;var. Petro berpendapat bahwa perubahan sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa &amp;quot;kehendak rakyat Venezuela.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump dikutip mengatakan bahwa AS telah mengendalikan negara kaya minyak itu setelah penangkapan Maduro pada 2 Januari. Sementara pihak oposisi Venezuela menuntut pemilihan umum, Rodr&amp;iacute;guez menyatakan pada 1 Mei bahwa ia &amp;quot;tidak tahu&amp;quot; kapan pemungutan suara baru akan digelar, sembari mengisyaratkan bahwa hal itu baru akan terjadi &amp;quot;suatu saat nanti.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
