<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRIN Prediksi Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Berpotensi Serentak</title><description>Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan Idul Adha 1447 H berpotensi besar berlangsung serentak di seluruh Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218134/brin-prediksi-idul-adha-1447-h-jatuh-pada-27-mei-2026-berpotensi-serentak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218134/brin-prediksi-idul-adha-1447-h-jatuh-pada-27-mei-2026-berpotensi-serentak"/><item><title>BRIN Prediksi Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Berpotensi Serentak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218134/brin-prediksi-idul-adha-1447-h-jatuh-pada-27-mei-2026-berpotensi-serentak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218134/brin-prediksi-idul-adha-1447-h-jatuh-pada-27-mei-2026-berpotensi-serentak</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2026 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/13/337/3218134/lebaran-qBI0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi lebaran Idul Adha (Foto: Pixabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/13/337/3218134/lebaran-qBI0_large.jpg</image><title>Ilustrasi lebaran Idul Adha (Foto: Pixabay)</title></images><description>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan Idul Adha 1447 H berpotensi besar berlangsung serentak di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah Idul Adha 1447 H seragam,&amp;rdquo; kata Thomas saat dihubungi Okezone, Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
Thomas menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada saat Magrib pada 17 Mei 2026 sudah cukup tinggi. Ketinggian hilal ini diprediksi telah memenuhi kriteria berbagai metode penetapan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah (KHGT), Pemerintah RI (MABIMS), maupun Arab Saudi (Ummul Quro).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Iduladha 27 Mei 2026,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Thomas kembali menegaskan kemungkinan perubahan tanggal jatuhnya Idul Adha 1447 H sangat kecil. &amp;ldquo;Kemungkinan besar tidak berubah,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, Thomas meminta masyarakat tetap harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat. &amp;ldquo;Kepastiannya, kita tunggu keputusan pemerintah setelah sidang isbat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026. Sidang ini juga akan mengumumkan kapan Hari Raya Idul Adha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif.&#13;
&#13;
Menurutnya, data hisab memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. &amp;ldquo;Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan Idul Adha 1447 H berpotensi besar berlangsung serentak di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah Idul Adha 1447 H seragam,&amp;rdquo; kata Thomas saat dihubungi Okezone, Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
Thomas menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada saat Magrib pada 17 Mei 2026 sudah cukup tinggi. Ketinggian hilal ini diprediksi telah memenuhi kriteria berbagai metode penetapan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah (KHGT), Pemerintah RI (MABIMS), maupun Arab Saudi (Ummul Quro).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Iduladha 27 Mei 2026,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Thomas kembali menegaskan kemungkinan perubahan tanggal jatuhnya Idul Adha 1447 H sangat kecil. &amp;ldquo;Kemungkinan besar tidak berubah,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, Thomas meminta masyarakat tetap harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat. &amp;ldquo;Kepastiannya, kita tunggu keputusan pemerintah setelah sidang isbat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026. Sidang ini juga akan mengumumkan kapan Hari Raya Idul Adha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.&#13;
&#13;
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif.&#13;
&#13;
Menurutnya, data hisab memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. &amp;ldquo;Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
