<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal 14 Masih Hilang</title><description>Dia mengatakan, dari jumlah keseluruhan WNI yang menjadi penumpang kapal, 23 orang telah dievakuasi dengan selamat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218327/kecelakaan-kapal-di-perairan-malaysia-7-wni-meninggal-14-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218327/kecelakaan-kapal-di-perairan-malaysia-7-wni-meninggal-14-masih-hilang"/><item><title>Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal 14 Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218327/kecelakaan-kapal-di-perairan-malaysia-7-wni-meninggal-14-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/13/337/3218327/kecelakaan-kapal-di-perairan-malaysia-7-wni-meninggal-14-masih-hilang</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2026 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/13/337/3218327/viral-fkL2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal 14 Masih Hilang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/13/337/3218327/viral-fkL2_large.jpg</image><title>Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal 14 Masih Hilang</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan pemantauan kecelakaan kapal di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Diketahui kapal tersebut mengangkut 37 Warga Negara Indonesia (WNI).&#13;
&#13;
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, kecelakaan terjadi pada pada 11 Mei 2026. Ia mengatakan dari jumlah keseluruhan WNI yang menjadi penumpang kapal, 23 orang telah dievakuasi dengan selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti yang telah disampaikan sebelumnya dari 37 WNI tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah,&amp;quot; ujar Heni, Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun terhadap 14 orang WNI saat itu masih terus dilakukan pencairan oleh Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia. Bedasarkan data terkini yang ia terima, 7 WNI telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuh orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat. Hingga info ini disampaikan, 7 orang lainnya masih dalam proses pencarian,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sementara untuk mempermudah proses identifikasi korban yang selamat dan meninggal, Kemlu akan melakukan penelusuran terhadap keluarga korban. Penelusuran keluarga korban juga untuk pembuatan dokumen terkait demi penanganan lanjutan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemlu akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari Wilayah Sumatera Utara,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menyampaikan bahwa KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kecelakaan tersebut. Serta memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemlu menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Heni juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur non prosedural atau ilegal untuk bekerja ke luar negeri,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan pemantauan kecelakaan kapal di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Diketahui kapal tersebut mengangkut 37 Warga Negara Indonesia (WNI).&#13;
&#13;
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, kecelakaan terjadi pada pada 11 Mei 2026. Ia mengatakan dari jumlah keseluruhan WNI yang menjadi penumpang kapal, 23 orang telah dievakuasi dengan selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti yang telah disampaikan sebelumnya dari 37 WNI tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan. Mereka terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah,&amp;quot; ujar Heni, Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun terhadap 14 orang WNI saat itu masih terus dilakukan pencairan oleh Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia. Bedasarkan data terkini yang ia terima, 7 WNI telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuh orang telah ditemukan meninggal dunia dan saat ini berada di rumah sakit di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat. Hingga info ini disampaikan, 7 orang lainnya masih dalam proses pencarian,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sementara untuk mempermudah proses identifikasi korban yang selamat dan meninggal, Kemlu akan melakukan penelusuran terhadap keluarga korban. Penelusuran keluarga korban juga untuk pembuatan dokumen terkait demi penanganan lanjutan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemlu akan mengirim tim untuk melakukan penelusuran keluarga korban yang diduga berasal dari Wilayah Sumatera Utara,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menyampaikan bahwa KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia untuk penanganan para WNI korban kecelakaan tersebut. Serta memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemlu menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Heni juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur non prosedural atau ilegal untuk bekerja ke luar negeri,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
