<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu RI Terus Negosiasikan Pembebasan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia</title><description>Kemlu mengungkapkan bahwa seluruh WNI yang disandera dalam keadaan sehat. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/18/18/3219198/kemlu-ri-terus-negosiasikan-pembebasan-4-abk-wni-yang-disandera-perompak-somalia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/18/18/3219198/kemlu-ri-terus-negosiasikan-pembebasan-4-abk-wni-yang-disandera-perompak-somalia"/><item><title>Kemlu RI Terus Negosiasikan Pembebasan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/18/18/3219198/kemlu-ri-terus-negosiasikan-pembebasan-4-abk-wni-yang-disandera-perompak-somalia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/18/18/3219198/kemlu-ri-terus-negosiasikan-pembebasan-4-abk-wni-yang-disandera-perompak-somalia</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2026 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/18/18/3219198/direktur_pelindungan_wni_kemlu_ri_heni_hamidah-bf9r_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/18/18/3219198/direktur_pelindungan_wni_kemlu_ri_heni_hamidah-bf9r_large.jpg</image><title>Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah. </title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan terkini terkait adanya empat WNI anak buah kapal MT Honour 25 yang disandera di Somalia. Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, saat ini proses negosiasi pembebasan empat WNI masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut. Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,&amp;rdquo; kata Heni Hamidah dalam keterangan kepada media, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Heni memastikan, pihak Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi intensif. Berdasarkan informasi yang diterimanya, para WNI yang disandera dilaporkan dalam keadaan sehat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak-pihak terkait juga telah melakukan family engagement ke keluarga kru serta menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebutkan ada empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyanderaan Kapal MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia pada Rabu (22/4) lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia, menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia pada 22 April lalu,&amp;rdquo; kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah kepada wartawan di Kantor Kemlu, Kamis (30/4/2026).&#13;
&#13;
Heni menjelaskan, selain 4 WNI yang merupakan ABK, ada warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi korban lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, berdasarkan informasi yang diperoleh saat ini, pada kapal tersebut diawaki oleh 4 ABK WNI, 10 ABK Pakistan, 1 ABK India, dan 1 ABK Myanmar,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Heni menambahkan, saat ini Kementerian Luar Negeri RI tengah fokus dalam penanganan penyelamatan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha terkait.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan perkembangan terkini terkait adanya empat WNI anak buah kapal MT Honour 25 yang disandera di Somalia. Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, saat ini proses negosiasi pembebasan empat WNI masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut. Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,&amp;rdquo; kata Heni Hamidah dalam keterangan kepada media, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Heni memastikan, pihak Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi intensif. Berdasarkan informasi yang diterimanya, para WNI yang disandera dilaporkan dalam keadaan sehat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak-pihak terkait juga telah melakukan family engagement ke keluarga kru serta menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebutkan ada empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penyanderaan Kapal MT Honour 25 di perairan Hafun, Somalia pada Rabu (22/4) lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia, menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia pada 22 April lalu,&amp;rdquo; kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah kepada wartawan di Kantor Kemlu, Kamis (30/4/2026).&#13;
&#13;
Heni menjelaskan, selain 4 WNI yang merupakan ABK, ada warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi korban lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, berdasarkan informasi yang diperoleh saat ini, pada kapal tersebut diawaki oleh 4 ABK WNI, 10 ABK Pakistan, 1 ABK India, dan 1 ABK Myanmar,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Heni menambahkan, saat ini Kementerian Luar Negeri RI tengah fokus dalam penanganan penyelamatan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha terkait.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
