<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita WNI Rombongan Kemanusiaan ke Gaza: Sekoci Israel Memburu Kapal Kami</title><description>Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, menceritakan detik-detik kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219269/cerita-wni-rombongan-kemanusiaan-ke-gaza-sekoci-israel-memburu-kapal-kami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219269/cerita-wni-rombongan-kemanusiaan-ke-gaza-sekoci-israel-memburu-kapal-kami"/><item><title>Cerita WNI Rombongan Kemanusiaan ke Gaza: Sekoci Israel Memburu Kapal Kami</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219269/cerita-wni-rombongan-kemanusiaan-ke-gaza-sekoci-israel-memburu-kapal-kami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219269/cerita-wni-rombongan-kemanusiaan-ke-gaza-sekoci-israel-memburu-kapal-kami</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219269/herman_budiyanto-73hH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219269/herman_budiyanto-73hH_large.jpg</image><title>Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, menceritakan detik-detik kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0.&#13;
&#13;
Menurutnya, pada malam sebelum beredarnya kabar intersepsi kapal, sejumlah drone terlihat memantau rombongan tersebut. Keesokan paginya, dua kapal perang militer Israel (IDF) mendekat ke arah rombongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian pagi hari muncul dua kapal perang dari IDF. Kapal-kapal itu menurunkan sekoci yang bergerak mendekati dan mengejar kapal-kapal kami,&amp;quot; kata Herman secara virtual, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Dalam misi ini, Herman berlayar menggunakan Kapal Zapyro bersama satu WNI lainnya, Ronggo Wirasanu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Herman melanjutkan, kapal yang ditumpanginya berhasil menghindari pengejaran tentara Zionis Israel berkat kepiawaian kru kapal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka mampu bermanuver dan melakukan penghindaran dari sasaran pengejaran IDF. Tentu ini juga berkat pertolongan Allah dan doa seluruh warga Indonesia di mana pun berada,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, kapal-kapal dalam rombongan misi kemanusiaan itu memilih menyebar sebagai strategi untuk menghindari kejaran. Nantinya, mereka akan kembali berkumpul di titik yang telah ditentukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita memang tidak lagi melihat kapal-kapal lain karena strateginya menyebar dan meluas. Nanti kami akan kembali ke titik yang sudah dituju,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sebelumnya arah Gaza lurus, sekarang kami bergerak ke kanan. Begitu kondisi yang sedang kami alami,&amp;rdquo; sambung Herman.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Ronggo menyatakan bahwa berdasarkan pantauannya tidak ada kapal Zionis Israel yang terlihat dari posisi kapal mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pantauan sampai titik ini tidak ada kapal tentara, tapi kami masih terus waspada sampai nanti malam,&amp;rdquo; ujar Ronggo.&#13;
&#13;
Diketahui, keduanya masih melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Saat ini, kapal yang membawa dua WNI tersebut berada di Perairan Mediterania.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, menceritakan detik-detik kapal perang Zionis Israel mengejar kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0.&#13;
&#13;
Menurutnya, pada malam sebelum beredarnya kabar intersepsi kapal, sejumlah drone terlihat memantau rombongan tersebut. Keesokan paginya, dua kapal perang militer Israel (IDF) mendekat ke arah rombongan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian pagi hari muncul dua kapal perang dari IDF. Kapal-kapal itu menurunkan sekoci yang bergerak mendekati dan mengejar kapal-kapal kami,&amp;quot; kata Herman secara virtual, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Dalam misi ini, Herman berlayar menggunakan Kapal Zapyro bersama satu WNI lainnya, Ronggo Wirasanu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Herman melanjutkan, kapal yang ditumpanginya berhasil menghindari pengejaran tentara Zionis Israel berkat kepiawaian kru kapal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka mampu bermanuver dan melakukan penghindaran dari sasaran pengejaran IDF. Tentu ini juga berkat pertolongan Allah dan doa seluruh warga Indonesia di mana pun berada,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, kapal-kapal dalam rombongan misi kemanusiaan itu memilih menyebar sebagai strategi untuk menghindari kejaran. Nantinya, mereka akan kembali berkumpul di titik yang telah ditentukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita memang tidak lagi melihat kapal-kapal lain karena strateginya menyebar dan meluas. Nanti kami akan kembali ke titik yang sudah dituju,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau sebelumnya arah Gaza lurus, sekarang kami bergerak ke kanan. Begitu kondisi yang sedang kami alami,&amp;rdquo; sambung Herman.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Ronggo menyatakan bahwa berdasarkan pantauannya tidak ada kapal Zionis Israel yang terlihat dari posisi kapal mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pantauan sampai titik ini tidak ada kapal tentara, tapi kami masih terus waspada sampai nanti malam,&amp;rdquo; ujar Ronggo.&#13;
&#13;
Diketahui, keduanya masih melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Saat ini, kapal yang membawa dua WNI tersebut berada di Perairan Mediterania.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
