<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KSP Ungkap Kondisi WNI Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza, 5 Ditangkap Israel dan 4 Lanjut Berlayar</title><description>Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur dari sembilan WNI yang ikut berlayar. Sementara empat lainnnya tetap melanjutkan pelayaran membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219462/ksp-ungkap-kondisi-wni-ikut-misi-kemanusiaan-ke-gaza-5-ditangkap-israel-dan-4-lanjut-berlayar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219462/ksp-ungkap-kondisi-wni-ikut-misi-kemanusiaan-ke-gaza-5-ditangkap-israel-dan-4-lanjut-berlayar"/><item><title>KSP Ungkap Kondisi WNI Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza, 5 Ditangkap Israel dan 4 Lanjut Berlayar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219462/ksp-ungkap-kondisi-wni-ikut-misi-kemanusiaan-ke-gaza-5-ditangkap-israel-dan-4-lanjut-berlayar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219462/ksp-ungkap-kondisi-wni-ikut-misi-kemanusiaan-ke-gaza-5-ditangkap-israel-dan-4-lanjut-berlayar</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219462/ksp-so2d_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSP Dudung Abdurachman (Foto: Binti M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219462/ksp-so2d_large.jpg</image><title>KSP Dudung Abdurachman (Foto: Binti M/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur dari sembilan WNI yang ikut berlayar. Sementara empat lainnya tetap melanjutkan pelayaran membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka diketahui tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, dari sembilan warga negara Indonesia anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut, lima warga negara Indonesia dilaporkan telah ditangkap. Sementara ada empat warga negara Indonesia lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur,&amp;rdquo; ujar Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dudung menegaskan kondisi empat WNI yang melanjutkan pelayaran menuju Gaza masih rawan. &amp;ldquo;Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Dengan melihat perkembangan tersebut, kata Dudung, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan.&#13;
&#13;
Dudung juga menegaskan, perwakilan Indonesia melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.&#13;
&#13;
Ia memastikan bersama sembilan negara, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, Indonesia telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dudung memastikan pemerintah, khususnya Kemlu melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur dari sembilan WNI yang ikut berlayar. Sementara empat lainnya tetap melanjutkan pelayaran membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka diketahui tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, dari sembilan warga negara Indonesia anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut, lima warga negara Indonesia dilaporkan telah ditangkap. Sementara ada empat warga negara Indonesia lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur,&amp;rdquo; ujar Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dudung menegaskan kondisi empat WNI yang melanjutkan pelayaran menuju Gaza masih rawan. &amp;ldquo;Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Dengan melihat perkembangan tersebut, kata Dudung, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan.&#13;
&#13;
Dudung juga menegaskan, perwakilan Indonesia melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.&#13;
&#13;
Ia memastikan bersama sembilan negara, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, Indonesia telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dudung memastikan pemerintah, khususnya Kemlu melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
