<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahmad Bahar Damai dengan Hercules Terkait Video AI: Soal Anak Dibawa, Saya Gak Terima!</title><description>Penulis buku, Ahmad Bahar, mengakui telah ada kesepakatan perdamaian dengan pihak Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), Rosario de Marshal alias Hercules.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219470/ahmad-bahar-damai-dengan-hercules-terkait-video-ai-soal-anak-dibawa-saya-gak-terima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219470/ahmad-bahar-damai-dengan-hercules-terkait-video-ai-soal-anak-dibawa-saya-gak-terima"/><item><title>Ahmad Bahar Damai dengan Hercules Terkait Video AI: Soal Anak Dibawa, Saya Gak Terima!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219470/ahmad-bahar-damai-dengan-hercules-terkait-video-ai-soal-anak-dibawa-saya-gak-terima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/19/337/3219470/ahmad-bahar-damai-dengan-hercules-terkait-video-ai-soal-anak-dibawa-saya-gak-terima</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219470/ahmad_bahar-To2D_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Bahar (Foto: Dok) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/337/3219470/ahmad_bahar-To2D_large.jpg</image><title>Ahmad Bahar (Foto: Dok) </title></images><description>JAKARTA - Penulis buku, Ahmad Bahar, mengakui telah ada kesepakatan perdamaian dengan pihak Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), Rosario de Marshal alias Hercules. Menurutnya, perdamaian tersebut terkait video AI yang memuat narasi menyudutkan Hercules.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin memang antara saya dengan tim hukum Hercules sudah membuat pernyataan menganggap selesai. Tapi itu untuk urusan video, untuk urusan video AI dan lain-lain tadi,&amp;quot; kata Ahmad Bahar saat konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahar menyatakan, ia masih keberatan atas tindakan GRIB Jaya yang membawa putrinya, Ilma S., ke kantor ormas tersebut di bilangan Kedoya, Jakarta Barat. Putrinya dibawa lantaran Satgas GRIB Jaya tidak menemukan Ahmad Bahar saat mendatangi rumahnya. Sang putri yang sedang berada di rumah, kata Bahar, dipaksa ikut untuk bertemu dengan Hercules dan diduga mendapat kekerasan verbal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi untuk urusan anak saya yang dibawa tanpa izin dan dipaksa, kemudian ada kekerasan verbal, nah itu saya kira dan kebetulan saya baru tahu itu tadi malam, nah itu saya sungguh benar-benar ibaratnya enggak terima, kok bisa begini caranya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ditemui seusai konferensi pers, Bahar mengaku akan mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait apa yang dialami putrinya. &amp;quot;Iya, nanti kita akan konsultasi dulu ke LPSK, kemudian ke Perlindungan Perempuan, terus pada akhirnya ya mau tidak mau ke Polda Metro,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Bahar mengungkapkan, putrinya berjam-jam berada di kantor GRIB Jaya. Setengah jam di antaranya berkomunikasi langsung dengan Hercules. &amp;quot;Dari Magrib sampai jam 11.00 malam. Cuma kalau pas dengan Bung Hercules katanya kurang lebih setengah jam-an,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kala itu, Bahar mengaku putrinya didampingi Ketua RW di lokasi rumahnya.&#13;
&#13;
Respons GRIB Jaya&#13;
&#13;
GRIB Jaya membantah adanya pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar. Sebab, lima satgas yang mendatangi lokasi melakukan pendekatan persuasif untuk meminta klarifikasi terkait narasi ofensif yang merendahkan Hercules.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak ada pengerahan massa, hanya lima anggota satgas,&amp;quot; kata Kepala Bidang Humas dan Publikasi, Marselinus Gual.&#13;
&#13;
Marsel pun membantah terkait adanya narasi pihaknya melakukan penyanderaan. Sebab, kata dia, kedatangan pihaknya di lokasi didampingi Ketua RW setempat serta disaksikan oleh aparat kepolisian selaku representasi penegak hukum di lingkungan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, kondusif, dan menghormati norma sosial,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penulis buku, Ahmad Bahar, mengakui telah ada kesepakatan perdamaian dengan pihak Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), Rosario de Marshal alias Hercules. Menurutnya, perdamaian tersebut terkait video AI yang memuat narasi menyudutkan Hercules.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin memang antara saya dengan tim hukum Hercules sudah membuat pernyataan menganggap selesai. Tapi itu untuk urusan video, untuk urusan video AI dan lain-lain tadi,&amp;quot; kata Ahmad Bahar saat konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bahar menyatakan, ia masih keberatan atas tindakan GRIB Jaya yang membawa putrinya, Ilma S., ke kantor ormas tersebut di bilangan Kedoya, Jakarta Barat. Putrinya dibawa lantaran Satgas GRIB Jaya tidak menemukan Ahmad Bahar saat mendatangi rumahnya. Sang putri yang sedang berada di rumah, kata Bahar, dipaksa ikut untuk bertemu dengan Hercules dan diduga mendapat kekerasan verbal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi untuk urusan anak saya yang dibawa tanpa izin dan dipaksa, kemudian ada kekerasan verbal, nah itu saya kira dan kebetulan saya baru tahu itu tadi malam, nah itu saya sungguh benar-benar ibaratnya enggak terima, kok bisa begini caranya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ditemui seusai konferensi pers, Bahar mengaku akan mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait apa yang dialami putrinya. &amp;quot;Iya, nanti kita akan konsultasi dulu ke LPSK, kemudian ke Perlindungan Perempuan, terus pada akhirnya ya mau tidak mau ke Polda Metro,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Bahar mengungkapkan, putrinya berjam-jam berada di kantor GRIB Jaya. Setengah jam di antaranya berkomunikasi langsung dengan Hercules. &amp;quot;Dari Magrib sampai jam 11.00 malam. Cuma kalau pas dengan Bung Hercules katanya kurang lebih setengah jam-an,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kala itu, Bahar mengaku putrinya didampingi Ketua RW di lokasi rumahnya.&#13;
&#13;
Respons GRIB Jaya&#13;
&#13;
GRIB Jaya membantah adanya pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar. Sebab, lima satgas yang mendatangi lokasi melakukan pendekatan persuasif untuk meminta klarifikasi terkait narasi ofensif yang merendahkan Hercules.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak ada pengerahan massa, hanya lima anggota satgas,&amp;quot; kata Kepala Bidang Humas dan Publikasi, Marselinus Gual.&#13;
&#13;
Marsel pun membantah terkait adanya narasi pihaknya melakukan penyanderaan. Sebab, kata dia, kedatangan pihaknya di lokasi didampingi Ketua RW setempat serta disaksikan oleh aparat kepolisian selaku representasi penegak hukum di lingkungan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, kondusif, dan menghormati norma sosial,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
