<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musnahkan 200 Kg Ganja, Kapolda Sumsel: Peredaran Narkoba Merusak Generasi Bangsa</title><description>Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memusnahkan sekira 200 kilogram ganja hasil pengungkapan ladang raksasa di Kabupaten Empat Lawang. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/340/3219371/musnahkan-200-kg-ganja-kapolda-sumsel-peredaran-narkoba-merusak-generasi-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/19/340/3219371/musnahkan-200-kg-ganja-kapolda-sumsel-peredaran-narkoba-merusak-generasi-bangsa"/><item><title>Musnahkan 200 Kg Ganja, Kapolda Sumsel: Peredaran Narkoba Merusak Generasi Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/19/340/3219371/musnahkan-200-kg-ganja-kapolda-sumsel-peredaran-narkoba-merusak-generasi-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/19/340/3219371/musnahkan-200-kg-ganja-kapolda-sumsel-peredaran-narkoba-merusak-generasi-bangsa</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/340/3219371/polda_sumsel-Xsn7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polda Sumsel musnahkan narkoba (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/340/3219371/polda_sumsel-Xsn7_large.jpg</image><title>Polda Sumsel musnahkan narkoba (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memusnahkan sekira 200 kilogram ganja hasil pengungkapan ladang raksasa di Kabupaten Empat Lawang. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar.&#13;
&#13;
Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menjelaskan barang haram itu dikemas dalam sembilan karung. Menurutnya, ini merupakan hasil operasi pengungkapan ladang ganja seluas 20 hektare di kawasan Desa Batu Junggul, Kecamatan Muara Pinang, pada 13 Februari lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan langkah tegas ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya krusial untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman narkotika. &amp;quot;Mudah-mudahan hal ini menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat untuk menolak bahaya narkoba semakin kuat. Peredaran narkoba sangat merusak generasi bangsa. Apabila kita ingin menuju Indonesia Emas 2045, maka generasi muda harus terbebas dari narkoba,&amp;quot; kata Sandi, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, spektrum keamanan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kejahatan fisik, melainkan juga perlindungan masyarakat dari jerat narkoba. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menjaga anak-anak bangsa, keluarga, saudara, dan lingkungan kita agar bebas dari narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kejahatan apa pun, termasuk narkoba, dapat diungkap apabila Polri bekerja sama dengan masyarakat. Informasi yang paling akurat sering kali berasal dari lingkungan terdekat,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Terkait kelanjutan kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka. Dua orang berinisial RS dan A tengah menjalani tahap penyidikan intensif, sementara tiga lainnya (EA, YA, dan PHR) masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).&#13;
&#13;
Untuk memburu para buronan dan bandar yang masih berkeliaran, Kapolda memastikan pihaknya akan memanfaatkan kecanggihan teknologi kepolisian dengan informasi intelijen dari masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, Polri terus mengembangkan Scientific Crime Investigation dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, teknologi tetap harus dikolaborasikan dengan kerja sama seluruh komponen masyarakat. Bukan hanya pengguna atau pengedar, tetapi sampai kepada bandar narkoba harus kita perangi bersama,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memusnahkan sekira 200 kilogram ganja hasil pengungkapan ladang raksasa di Kabupaten Empat Lawang. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar.&#13;
&#13;
Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menjelaskan barang haram itu dikemas dalam sembilan karung. Menurutnya, ini merupakan hasil operasi pengungkapan ladang ganja seluas 20 hektare di kawasan Desa Batu Junggul, Kecamatan Muara Pinang, pada 13 Februari lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan langkah tegas ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya krusial untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman narkotika. &amp;quot;Mudah-mudahan hal ini menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat untuk menolak bahaya narkoba semakin kuat. Peredaran narkoba sangat merusak generasi bangsa. Apabila kita ingin menuju Indonesia Emas 2045, maka generasi muda harus terbebas dari narkoba,&amp;quot; kata Sandi, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, spektrum keamanan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kejahatan fisik, melainkan juga perlindungan masyarakat dari jerat narkoba. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menjaga anak-anak bangsa, keluarga, saudara, dan lingkungan kita agar bebas dari narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kejahatan apa pun, termasuk narkoba, dapat diungkap apabila Polri bekerja sama dengan masyarakat. Informasi yang paling akurat sering kali berasal dari lingkungan terdekat,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Terkait kelanjutan kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka. Dua orang berinisial RS dan A tengah menjalani tahap penyidikan intensif, sementara tiga lainnya (EA, YA, dan PHR) masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).&#13;
&#13;
Untuk memburu para buronan dan bandar yang masih berkeliaran, Kapolda memastikan pihaknya akan memanfaatkan kecanggihan teknologi kepolisian dengan informasi intelijen dari masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, Polri terus mengembangkan Scientific Crime Investigation dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, teknologi tetap harus dikolaborasikan dengan kerja sama seluruh komponen masyarakat. Bukan hanya pengguna atau pengedar, tetapi sampai kepada bandar narkoba harus kita perangi bersama,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
