<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Xi dan Putin Akan Bertemu di Beijing, Diplomasi Minum Teh Usai Kunjungan Trump</title><description>Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada Rabu (20/5). Pertemuan itu akan membahas berbagai isu bilateral hingga internasional, dan ditutup dengan pertemuan empat mata sambil minum teh yang menjadi simbol kedekatan kedua pemimpin.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/18/3219504/xi-dan-putin-akan-bertemu-di-beijing-diplomasi-minum-teh-usai-kunjungan-trump</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/20/18/3219504/xi-dan-putin-akan-bertemu-di-beijing-diplomasi-minum-teh-usai-kunjungan-trump"/><item><title>Xi dan Putin Akan Bertemu di Beijing, Diplomasi Minum Teh Usai Kunjungan Trump</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/18/3219504/xi-dan-putin-akan-bertemu-di-beijing-diplomasi-minum-teh-usai-kunjungan-trump</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/20/18/3219504/xi-dan-putin-akan-bertemu-di-beijing-diplomasi-minum-teh-usai-kunjungan-trump</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/20/18/3219504/presiden_china_xi_jinping_dan_presiden_rusia_vladimir_putin-JCIb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin (foto: AP News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/20/18/3219504/presiden_china_xi_jinping_dan_presiden_rusia_vladimir_putin-JCIb_large.jpg</image><title> Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin (foto: AP News)</title></images><description>&#13;
&#13;
BEIJING - Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada Rabu (20/5). Pertemuan itu akan membahas berbagai isu bilateral hingga internasional, dan ditutup dengan pertemuan empat mata sambil minum teh yang menjadi simbol kedekatan kedua pemimpin.&#13;
&#13;
Dilansir dari Reuters, Rabu (20/5/2026). Momen kebersamaan Xi dan Putin diprediksi menjadi perhatian dunia, terutama karena berlangsung tak lama setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing.&#13;
&#13;
Xi dikenal kerap menjamu tamu negara dengan tradisi minum teh. Namun, format dan suasana pertemuan sering dianggap sebagai sinyal diplomatik mengenai tingkat kedekatan China dengan tamunya.&#13;
&#13;
Pada Mei 2024, Xi dan Putin sempat terlihat berbincang santai tanpa dasi sambil minum teh di area Zhongnanhai, kompleks bekas taman kekaisaran yang kini menjadi pusat pemerintahan dan markas Partai Komunis China.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebaliknya, agenda Trump saat berkunjung ke Beijing dinilai lebih formal dan terencana, termasuk tur taman rahasia Zhongnanhai hingga kunjungan ke Kuil Surga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beijing sangat menyukai citra yang ditimbulkan dari momen seperti ini. Mereka senang menjadi pusat perhatian dunia dan akan memanfaatkannya untuk kepentingan domestik,&amp;rdquo; kata peneliti senior Australian National University, Graeme Smith.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, Xi diuntungkan dari karakter Trump yang kerap tampil dramatis dan hubungan personal Putin yang sudah lama terjalin dengan pemimpin China tersebut.&#13;
&#13;
Kunjungan beruntun dua pemimpin dunia yang saling berseberangan secara politik dan ekonomi itu disebut media pemerintah China sebagai bukti meningkatnya posisi global Beijing di tengah tatanan dunia yang semakin terfragmentasi.&#13;
&#13;
Putin tiba di Beijing pada Selasa malam dan disambut langsung Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Upacara penyambutan dilakukan dengan barisan kehormatan dan pemuda pembawa bendera Rusia serta China.&#13;
&#13;
Kunjungan Putin juga berlangsung saat hubungan dagang kedua negara kembali meningkat. Nilai perdagangan bilateral China-Rusia naik 16,1 persen dalam empat bulan pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 tercatat sebesar 1,63 triliun yuan atau sekitar USD240 miliar, turun 6,5 persen dari rekor tertinggi pada 2024. Penurunan itu menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kremlin menyebut kunjungan Putin kali ini membawa &amp;ldquo;harapan serius&amp;rdquo;. Selain pembicaraan resmi, agenda juga mencakup penandatanganan puluhan dokumen kerja sama dan jamuan makan malam yang dilanjutkan sesi minum teh informal antara Xi dan Putin.&#13;
&#13;
Sekitar 40 dokumen diperkirakan diteken, termasuk pernyataan bersama setebal 47 halaman mengenai penguatan kemitraan strategis kedua negara dan pembentukan tatanan dunia multipolar.&#13;
&#13;
Selain isu geopolitik, pembahasan proyek pipa gas Power of Siberia 2 juga diperkirakan kembali mengemuka. Proyek tersebut dirancang menghubungkan pasokan gas Rusia ke wilayah utara China.&#13;
&#13;
Hubungan China dan Rusia semakin erat sejak Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow akibat perang di Ukraina. Rusia kini semakin bergantung pada China sebagai mitra ekonomi utama di tengah tekanan global.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BEIJING - Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada Rabu (20/5). Pertemuan itu akan membahas berbagai isu bilateral hingga internasional, dan ditutup dengan pertemuan empat mata sambil minum teh yang menjadi simbol kedekatan kedua pemimpin.&#13;
&#13;
Dilansir dari Reuters, Rabu (20/5/2026). Momen kebersamaan Xi dan Putin diprediksi menjadi perhatian dunia, terutama karena berlangsung tak lama setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing.&#13;
&#13;
Xi dikenal kerap menjamu tamu negara dengan tradisi minum teh. Namun, format dan suasana pertemuan sering dianggap sebagai sinyal diplomatik mengenai tingkat kedekatan China dengan tamunya.&#13;
&#13;
Pada Mei 2024, Xi dan Putin sempat terlihat berbincang santai tanpa dasi sambil minum teh di area Zhongnanhai, kompleks bekas taman kekaisaran yang kini menjadi pusat pemerintahan dan markas Partai Komunis China.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebaliknya, agenda Trump saat berkunjung ke Beijing dinilai lebih formal dan terencana, termasuk tur taman rahasia Zhongnanhai hingga kunjungan ke Kuil Surga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beijing sangat menyukai citra yang ditimbulkan dari momen seperti ini. Mereka senang menjadi pusat perhatian dunia dan akan memanfaatkannya untuk kepentingan domestik,&amp;rdquo; kata peneliti senior Australian National University, Graeme Smith.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut dia, Xi diuntungkan dari karakter Trump yang kerap tampil dramatis dan hubungan personal Putin yang sudah lama terjalin dengan pemimpin China tersebut.&#13;
&#13;
Kunjungan beruntun dua pemimpin dunia yang saling berseberangan secara politik dan ekonomi itu disebut media pemerintah China sebagai bukti meningkatnya posisi global Beijing di tengah tatanan dunia yang semakin terfragmentasi.&#13;
&#13;
Putin tiba di Beijing pada Selasa malam dan disambut langsung Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Upacara penyambutan dilakukan dengan barisan kehormatan dan pemuda pembawa bendera Rusia serta China.&#13;
&#13;
Kunjungan Putin juga berlangsung saat hubungan dagang kedua negara kembali meningkat. Nilai perdagangan bilateral China-Rusia naik 16,1 persen dalam empat bulan pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 tercatat sebesar 1,63 triliun yuan atau sekitar USD240 miliar, turun 6,5 persen dari rekor tertinggi pada 2024. Penurunan itu menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kremlin menyebut kunjungan Putin kali ini membawa &amp;ldquo;harapan serius&amp;rdquo;. Selain pembicaraan resmi, agenda juga mencakup penandatanganan puluhan dokumen kerja sama dan jamuan makan malam yang dilanjutkan sesi minum teh informal antara Xi dan Putin.&#13;
&#13;
Sekitar 40 dokumen diperkirakan diteken, termasuk pernyataan bersama setebal 47 halaman mengenai penguatan kemitraan strategis kedua negara dan pembentukan tatanan dunia multipolar.&#13;
&#13;
Selain isu geopolitik, pembahasan proyek pipa gas Power of Siberia 2 juga diperkirakan kembali mengemuka. Proyek tersebut dirancang menghubungkan pasokan gas Rusia ke wilayah utara China.&#13;
&#13;
Hubungan China dan Rusia semakin erat sejak Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow akibat perang di Ukraina. Rusia kini semakin bergantung pada China sebagai mitra ekonomi utama di tengah tekanan global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
