<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo: Kita Harus Jadi Pemerintah yang Engke Kumaha, Bukan Kumaha Engke</title><description>Presiden Prabowo Subianto menggunakan falsafah Sunda, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025??&quot;2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/337/3219656/prabowo-kita-harus-jadi-pemerintah-yang-engke-kumaha-bukan-kumaha-engke</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/20/337/3219656/prabowo-kita-harus-jadi-pemerintah-yang-engke-kumaha-bukan-kumaha-engke"/><item><title>Prabowo: Kita Harus Jadi Pemerintah yang Engke Kumaha, Bukan Kumaha Engke</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/337/3219656/prabowo-kita-harus-jadi-pemerintah-yang-engke-kumaha-bukan-kumaha-engke</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/20/337/3219656/prabowo-kita-harus-jadi-pemerintah-yang-engke-kumaha-bukan-kumaha-engke</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/20/337/3219656/presiden_prabowo_subianto-sxa9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/20/337/3219656/presiden_prabowo_subianto-sxa9_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggunakan falsafah Sunda, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025&amp;ndash;2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa masyarakat menginginkan pemerintahan yang bekerja cepat, responsif, dan tidak menunda pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang &amp;lsquo;kumaha engk&amp;eacute; wa&amp;eacute;&amp;rsquo; (bagaimana nanti saja),&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Ia kemudian menekankan, bahwa pola pikir aparatur negara harus berubah demi menghadirkan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh &amp;lsquo;engk&amp;eacute; kumaha&amp;rsquo; (nanti bagaimana), bukan &amp;lsquo;kumaha engk&amp;eacute;&amp;rsquo; (bagaimana nanti),&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja birokrasi, agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, terutama dalam pelayanan perizinan usaha dan administrasi pemerintahan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi amdal dalam tiga minggu, kenapa kita harus berbulan-bulan? Bahkan tiga tahun?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, seluruh aparatur negara harus bekerja profesional dan benar-benar melayani kepentingan rakyat. Ia menegaskan masyarakat menuntut pemerintahan yang efektif dan berkinerja baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN, tidak bisa diberhentikan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggunakan falsafah Sunda, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025&amp;ndash;2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa masyarakat menginginkan pemerintahan yang bekerja cepat, responsif, dan tidak menunda pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang &amp;lsquo;kumaha engk&amp;eacute; wa&amp;eacute;&amp;rsquo; (bagaimana nanti saja),&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Ia kemudian menekankan, bahwa pola pikir aparatur negara harus berubah demi menghadirkan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh &amp;lsquo;engk&amp;eacute; kumaha&amp;rsquo; (nanti bagaimana), bukan &amp;lsquo;kumaha engk&amp;eacute;&amp;rsquo; (bagaimana nanti),&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja birokrasi, agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, terutama dalam pelayanan perizinan usaha dan administrasi pemerintahan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi amdal dalam tiga minggu, kenapa kita harus berbulan-bulan? Bahkan tiga tahun?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, seluruh aparatur negara harus bekerja profesional dan benar-benar melayani kepentingan rakyat. Ia menegaskan masyarakat menuntut pemerintahan yang efektif dan berkinerja baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN, tidak bisa diberhentikan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
