<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi, Semburkan Kolom Abu hingga 1.500 Meter di Atas Puncak</title><description>Gunung Dukono saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/340/3219690/gunung-dukono-kembali-erupsi-semburkan-kolom-abu-hingga-1-500-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/20/340/3219690/gunung-dukono-kembali-erupsi-semburkan-kolom-abu-hingga-1-500-meter-di-atas-puncak"/><item><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi, Semburkan Kolom Abu hingga 1.500 Meter di Atas Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/20/340/3219690/gunung-dukono-kembali-erupsi-semburkan-kolom-abu-hingga-1-500-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/20/340/3219690/gunung-dukono-kembali-erupsi-semburkan-kolom-abu-hingga-1-500-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/20/340/3219690/gunung_dukono_kembali_erupsi_pada_20_mei_2026-npjX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono kembali erupsi pada 20 Mei 2026 pukul 17.14 WIT. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/20/340/3219690/gunung_dukono_kembali_erupsi_pada_20_mei_2026-npjX_large.jpg</image><title>Gunung Dukono kembali erupsi pada 20 Mei 2026 pukul 17.14 WIT. </title></images><description>JAKARTA - Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Rabu (20/5/2026) pukul 17.14 WIT, menyemburkan abu setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak, demikian dilaporkan situs resmi Magma Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 20 Mei 2026 pukul 17.14 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1.500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.587 m di atas permukaan laut),&amp;quot; ujar Magma Indonesia sebagaimana dilihat pada Rabu.&#13;
&#13;
Disebutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 47,31 detik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; tambah keterangan tersebut.&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II atau Waspada. Rekomendasi pertama, masyarakat di sekitar Gunung Dukono, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; katanya lagi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Rabu (20/5/2026) pukul 17.14 WIT, menyemburkan abu setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak, demikian dilaporkan situs resmi Magma Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 20 Mei 2026 pukul 17.14 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1.500 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.587 m di atas permukaan laut),&amp;quot; ujar Magma Indonesia sebagaimana dilihat pada Rabu.&#13;
&#13;
Disebutkan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 47,31 detik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; tambah keterangan tersebut.&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II atau Waspada. Rekomendasi pertama, masyarakat di sekitar Gunung Dukono, pengunjung, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; katanya lagi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
