<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ultimatum Komplotan Begal, Polisi: Pikir Ulang Beraksi di Jakarta, Banyak CCTV Pantau Pergerakan!</title><description>Pasalnya, banyak kamera pengawas atau CCTV yang kini terpasang dapat membantu polisi melacak hingga mengungkap pelaku kejahatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219849/ultimatum-komplotan-begal-polisi-pikir-ulang-beraksi-di-jakarta-banyak-cctv-pantau-pergerakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219849/ultimatum-komplotan-begal-polisi-pikir-ulang-beraksi-di-jakarta-banyak-cctv-pantau-pergerakan"/><item><title>Ultimatum Komplotan Begal, Polisi: Pikir Ulang Beraksi di Jakarta, Banyak CCTV Pantau Pergerakan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219849/ultimatum-komplotan-begal-polisi-pikir-ulang-beraksi-di-jakarta-banyak-cctv-pantau-pergerakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219849/ultimatum-komplotan-begal-polisi-pikir-ulang-beraksi-di-jakarta-banyak-cctv-pantau-pergerakan</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/337/3219849/viral-K39o_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ultimatum Komplotan Begal, Polisi: Pikir Ulang Beraksi di Jakarta, Banyak CCTV Pantau Pergerakan!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/337/3219849/viral-K39o_large.jpg</image><title>Ultimatum Komplotan Begal, Polisi: Pikir Ulang Beraksi di Jakarta, Banyak CCTV Pantau Pergerakan!</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengingatkan pelaku kejahatan jalanan seperti begal dan jambret agar berpikir ulang sebelum beraksi di wilayah Jakarta Pusat. Pasalnya, banyak kamera pengawas atau CCTV yang kini terpasang dapat membantu polisi melacak hingga mengungkap pelaku kejahatan.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, aksi kejahatan jalanan masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat. Menurut dia, pelaku biasanya menyasar lokasi ramai dengan korban yang lengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemanfaatan CCTV ini &amp;nbsp;mempermudah dalam proses lidik dan ungkap pelaku kejahatan termasuk para pelaku agar berpikir 3 sampai 5 kali sebelum melakukannya perbuatan kejahatan di Jakarta Raya ini khususnya apalagi di Jakarta Pusat,&amp;rdquo; ujarnya Roby kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Robi menyebut lokasi ramai kerap menjadi sasaran karena pelaku mengincar korban yang tidak waspada. Dalam beberapa kasus, korban kejahatan jalanan bahkan merupakan warga negara asing.&#13;
&#13;
Dia juga mengungkapkan sejumlah kasus kejahatan jalanan yang sempat viral di Jakarta Pusat telah berhasil diungkap polisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai dari begal terhadap petugas damkar di Gambir, kasus di Sawah Besar, pencurian handphone terhadap warga negara asing di kawasan Santa Ursula, hingga kasus terhadap turis asal Polandia di Menteng,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Roby menambahkan banyaknya CCTV yang dapat memantau pergerakan di lapangan diharapkan membuat pelaku mengurungkan niat melakukan aksi kriminal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah banyak CCTV yang dapat memantau pergerakan mereka sehingga mereka tidak melakukan perbuatan kejahatan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengingatkan pelaku kejahatan jalanan seperti begal dan jambret agar berpikir ulang sebelum beraksi di wilayah Jakarta Pusat. Pasalnya, banyak kamera pengawas atau CCTV yang kini terpasang dapat membantu polisi melacak hingga mengungkap pelaku kejahatan.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, aksi kejahatan jalanan masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat. Menurut dia, pelaku biasanya menyasar lokasi ramai dengan korban yang lengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemanfaatan CCTV ini &amp;nbsp;mempermudah dalam proses lidik dan ungkap pelaku kejahatan termasuk para pelaku agar berpikir 3 sampai 5 kali sebelum melakukannya perbuatan kejahatan di Jakarta Raya ini khususnya apalagi di Jakarta Pusat,&amp;rdquo; ujarnya Roby kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Robi menyebut lokasi ramai kerap menjadi sasaran karena pelaku mengincar korban yang tidak waspada. Dalam beberapa kasus, korban kejahatan jalanan bahkan merupakan warga negara asing.&#13;
&#13;
Dia juga mengungkapkan sejumlah kasus kejahatan jalanan yang sempat viral di Jakarta Pusat telah berhasil diungkap polisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mulai dari begal terhadap petugas damkar di Gambir, kasus di Sawah Besar, pencurian handphone terhadap warga negara asing di kawasan Santa Ursula, hingga kasus terhadap turis asal Polandia di Menteng,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Roby menambahkan banyaknya CCTV yang dapat memantau pergerakan di lapangan diharapkan membuat pelaku mengurungkan niat melakukan aksi kriminal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah banyak CCTV yang dapat memantau pergerakan mereka sehingga mereka tidak melakukan perbuatan kejahatan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
