<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BAIS TNI dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Kerugian Capai Rp570 Miliar</title><description>Dari hasil operasi di kedua wilayah tersebut, petugas berhasil mengamankan jutaan pita cukai palsu beserta peralatan produksi.  &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219977/bais-tni-dan-bea-cukai-bongkar-sindikat-pita-cukai-ilegal-kerugian-capai-rp570-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219977/bais-tni-dan-bea-cukai-bongkar-sindikat-pita-cukai-ilegal-kerugian-capai-rp570-miliar"/><item><title>BAIS TNI dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Kerugian Capai Rp570 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219977/bais-tni-dan-bea-cukai-bongkar-sindikat-pita-cukai-ilegal-kerugian-capai-rp570-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/21/337/3219977/bais-tni-dan-bea-cukai-bongkar-sindikat-pita-cukai-ilegal-kerugian-capai-rp570-miliar</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/337/3219977/viral-Kklr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BAIS TNI dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/337/3219977/viral-Kklr_large.jpg</image><title>BAIS TNI dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal</title></images><description>JAKARTA - Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar operasi memberantas peredaran barang kena cukai illegal. &amp;nbsp;Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp570 miliar.&#13;
&#13;
Tim Satgas Bea Cukai bersama personel BAIS TNI bergerak secara simultan di dua wilayah operasi utama, yaitu Kabupaten Jepara dan Kota Semarang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Dari hasil operasi di kedua wilayah tersebut, petugas berhasil mengamankan jutaan pita cukai palsu beserta peralatan produksi. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara di&amp;nbsp;Jepara, sebanyak 15 orang yang sedang melakukan aktivitas pelekatan hologram langsung diamankan oleh petugas. Sementara di Semarang, petugas mengamankan 4 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh barang bukti hasil penindakan beserta 19 orang terperiksa kini telah dibawa ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut,&amp;rdquo; ujar Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budi Utama, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh rangkaian operasi dilaporkan berjalan dengan aman dan terkendali atas dukungan pengamanan penuh dari personel BAIS TNI,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Melalui penindakan terintegrasi ini, &amp;nbsp;berhasil mencegah kebocoran penerimaan negara yang sangat masif. Berdasarkan perhitungan terhadap total barang bukti yang diamankan, operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian finansial negara dengan nilai estimasi mencapai Rp570 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta melindungi masyarakat dari peredaran barang kena cukai ilegal,&amp;rdquo; ujar Djaka Budi.&#13;
&#13;
Dikatakannya, keberhasilan pengawasan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antarinstansi serta peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami senantiasa mengajak masyarakat untuk menjadi mitra strategis dengan melaporkan segala indikasi peredaran barang ilegal di lingkungan sekitar melalui saluran pengaduan resmi,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar operasi memberantas peredaran barang kena cukai illegal. &amp;nbsp;Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp570 miliar.&#13;
&#13;
Tim Satgas Bea Cukai bersama personel BAIS TNI bergerak secara simultan di dua wilayah operasi utama, yaitu Kabupaten Jepara dan Kota Semarang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Dari hasil operasi di kedua wilayah tersebut, petugas berhasil mengamankan jutaan pita cukai palsu beserta peralatan produksi. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara di&amp;nbsp;Jepara, sebanyak 15 orang yang sedang melakukan aktivitas pelekatan hologram langsung diamankan oleh petugas. Sementara di Semarang, petugas mengamankan 4 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh barang bukti hasil penindakan beserta 19 orang terperiksa kini telah dibawa ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut,&amp;rdquo; ujar Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budi Utama, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh rangkaian operasi dilaporkan berjalan dengan aman dan terkendali atas dukungan pengamanan penuh dari personel BAIS TNI,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Melalui penindakan terintegrasi ini, &amp;nbsp;berhasil mencegah kebocoran penerimaan negara yang sangat masif. Berdasarkan perhitungan terhadap total barang bukti yang diamankan, operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian finansial negara dengan nilai estimasi mencapai Rp570 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta melindungi masyarakat dari peredaran barang kena cukai ilegal,&amp;rdquo; ujar Djaka Budi.&#13;
&#13;
Dikatakannya, keberhasilan pengawasan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antarinstansi serta peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami senantiasa mengajak masyarakat untuk menjadi mitra strategis dengan melaporkan segala indikasi peredaran barang ilegal di lingkungan sekitar melalui saluran pengaduan resmi,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
