<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! PRT Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Alami Tekanan Psikologis</title><description>Polisi telah memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D (30) yang selamat setelah melompat dari rumah majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekanan psikologis.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/338/3219902/terungkap-prt-lompat-dari-rumah-majikan-di-benhil-alami-tekanan-psikologis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/21/338/3219902/terungkap-prt-lompat-dari-rumah-majikan-di-benhil-alami-tekanan-psikologis"/><item><title>Terungkap! PRT Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Alami Tekanan Psikologis</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/338/3219902/terungkap-prt-lompat-dari-rumah-majikan-di-benhil-alami-tekanan-psikologis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/21/338/3219902/terungkap-prt-lompat-dari-rumah-majikan-di-benhil-alami-tekanan-psikologis</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/338/3219902/prt-hNro_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi PRT lompat dari rumah majikan (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/338/3219902/prt-hNro_large.jpg</image><title>Ilustrasi PRT lompat dari rumah majikan (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Polisi telah memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D (30) yang selamat setelah melompat dari rumah majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekanan psikologis.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan korban yang selamat telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan yang ditangani Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Selain itu, polisi juga telah menahan tiga tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait PRT yang lompat itu, dari pelaksanaan penyidikannya oleh Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat, termasuk korban yang selamat juga sudah diperiksa. Kemudian, tersangka juga sudah ada ditahan tiga orang, antara lain satu majikannya dan dua penyalur tenaga kerjanya,&amp;rdquo; kata Roby di Monas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Roby mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, penyidik tidak menemukan adanya kekerasan fisik. Namun, korban mengaku mengalami tekanan secara psikologis selama bekerja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemeriksaannya tidak ada kekerasan fisik ya, mungkin tekanan secara psikologis,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni AV, T alias U, dan WA alias Y. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. AV diduga merupakan majikan korban, sementara T dan WA berperan sebagai penyalur tenaga kerja.&#13;
&#13;
Peristiwa itu terjadi pada Rabu 22 April 2026 malam. Dua PRT berinisial R dan D nekat meloncat dari rumah majikannya di Bendungan Hilir. Dalam insiden tersebut, D meninggal dunia, sedangkan R mengalami luka. Polisi sebelumnya menyebut korban diduga nekat kabur karena tidak betah bekerja.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi telah memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D (30) yang selamat setelah melompat dari rumah majikannya di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami tekanan psikologis.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan korban yang selamat telah dimintai keterangan dalam proses penyidikan yang ditangani Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Selain itu, polisi juga telah menahan tiga tersangka dalam perkara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terkait PRT yang lompat itu, dari pelaksanaan penyidikannya oleh Sat PPA PPO Polres Metro Jakarta Pusat, termasuk korban yang selamat juga sudah diperiksa. Kemudian, tersangka juga sudah ada ditahan tiga orang, antara lain satu majikannya dan dua penyalur tenaga kerjanya,&amp;rdquo; kata Roby di Monas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Roby mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, penyidik tidak menemukan adanya kekerasan fisik. Namun, korban mengaku mengalami tekanan secara psikologis selama bekerja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemeriksaannya tidak ada kekerasan fisik ya, mungkin tekanan secara psikologis,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni AV, T alias U, dan WA alias Y. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. AV diduga merupakan majikan korban, sementara T dan WA berperan sebagai penyalur tenaga kerja.&#13;
&#13;
Peristiwa itu terjadi pada Rabu 22 April 2026 malam. Dua PRT berinisial R dan D nekat meloncat dari rumah majikannya di Bendungan Hilir. Dalam insiden tersebut, D meninggal dunia, sedangkan R mengalami luka. Polisi sebelumnya menyebut korban diduga nekat kabur karena tidak betah bekerja.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
